Halo, Sobat Pembelajar!
Pernah terpikir tidak kalau NIK (Nomor Induk Kependudukan) di KTP kamu itu ibarat “rapor digital”? Saat ini, banyak penyedia beasiswa atau instansi kerja tidak hanya melihat prestasi akademik, tapi juga melihat integritas finansial kamu.
Salah satu syarat beasiswa yang mulai umum ditemukan adalah: KTP tidak boleh terlibat Pinjaman Online (Pinjol) ilegal, Judi Online (Judol), atau memiliki riwayat kredit macet (BI Checking).
Kenapa? Karena kedisiplinan finansial dianggap mencerminkan tanggung jawab seseorang. Lalu, bagaimana cara memastikan NIK kamu tetap “bersih”? Simak panduan lengkapnya di bawah ini!
1. Mengenal SLIK OJK (Dulu Disebut BI Checking)
Dahulu, rekam jejak kredit kita dicek melalui BI Checking. Sekarang, sistem tersebut dikelola oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan nama SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).
Di dalam SLIK, terdapat informasi mengenai iDeb (Informasi Debitur) yang mencatat apakah kamu punya cicilan (motor, HP, atau paylater) dan apakah pembayarannya lancar atau macet.
2. Cara Cek Mandiri: Apakah NIK Saya “Bersih”?
Kamu bisa mengecek status NIK kamu secara gratis dan resmi melalui layanan iDebku dari OJK. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka Situs Resmi: Kunjungi laman idebku.ojk.go.id.
- Pendaftaran: Klik menu “Pendaftaran” dan isi data yang diminta (Jenis Debitur, Kewarganegaraan, Jenis Identitas, dan Nomor Identitas).
- Unggah Dokumen: Kamu akan diminta mengunggah foto KTP, foto diri dengan KTP, dan foto diri mengikuti gerakan tertentu untuk validasi.
- Tunggu Verifikasi: OJK akan mengirimkan hasil iDeb melalui email yang kamu daftarkan (biasanya dalam 1-2 hari kerja).
- Cek Skor Kolektibilitas: Perhatikan angka “Kolektibilitas” kamu:
- Skor 1 (Lancar): Artinya NIK kamu bersih dan aman.
- Skor 2-5: Artinya ada tunggakan atau kredit macet. Ini yang harus diwaspadai!
Cara Cek Offline
1. Pemohon datang langsung ke kantor OJK.
2. Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sesuai jenis permohonan:
- Untuk perseorangan: fotokopi KTP untuk WNI atau paspor untuk WNA, dan surat kuasa jika diperlukan.
- Untuk yang telah meninggal: fotokopi KTP atau paspor, dokumen asli surat keterangan kematian, dan dokumen yang membuktikan hubungan kekeluargaan atau ahli waris.
- Untuk badan usaha: fotokopi identitas badan usaha seperti NPWP, akta pendirian, perubahan anggaran dasar terakhir, identitas pengurus, dan surat kuasa jika diperlukan.
3. OJK akan melakukan pengecekan sesuai dengan formulir dan dokumen pendukung yang diserahkan.
4. Hasil dari permohonan akan dikirimkan melalui email yang telah didaftarkan sebelumnya.
3. Bahaya Pinjol dan Judi Online bagi Mahasiswa
Beasiswa sering kali menggugurkan kandidat yang NIK-nya tercatat di platform Pinjol atau memiliki riwayat transaksi mencurigakan terkait Judi Online. Mengapa?
- Penyalahgunaan Data: Sekali kamu memasukkan data ke Pinjol (terutama yang ilegal), data kamu berisiko tersebar atau digunakan untuk pinjaman lain tanpa izin.
- Efek Domino Judol: Transaksi Judi Online biasanya terdeteksi melalui mutasi rekening bank. Jika akun bank kamu sering bertransaksi dengan situs judi, ini akan menjadi noda hitam dalam verifikasi integritas.
Catatan Penting: Jangan pernah meminjamkan KTP kepada siapa pun dengan imbalan uang, karena NIK tersebut akan selamanya melekat pada riwayat finansialmu.
4. Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Bermasalah?
Jika saat mengecek iDeb ternyata ada tagihan yang tidak kamu kenal atau ada kredit macet, lakukan langkah ini:
- Pelunasan Segera: Jika itu memang cicilanmu (seperti paylater), segera lunasi.
- Minta Surat Keterangan Lunas (SKL): Setelah lunas, mintalah surat keterangan resmi dari bank/lembaga terkait sebagai bukti bahwa kewajibanmu sudah selesai.
- Lapor OJK: Jika ada pinjaman fiktif (data dicatut), segera buat laporan ke kepolisian dan adukan ke kontak OJK 157 agar dilakukan pembersihan nama.
Kesimpulan
Menjaga NIK tetap bersih adalah investasi masa depan. Jangan sampai mimpi mendapatkan beasiswa impian kandas hanya karena tergoda cicilan paylater yang tidak perlu atau iseng mencoba judi online.
Ingat: Prestasi akademik itu penting, tapi integritas finansial adalah kunci kepercayaan!
📋 Checklist: “Bersihkan” NIK untuk Lolos Beasiswa
Pastikan namamu bersih dari kredit macet, Pinjol, dan Judi Online dengan langkah-langkah berikut:
1. Siapkan Dokumen “Tempur”
Sebelum membuka website OJK, pastikan file-file ini sudah ada di HP/Laptop kamu:
- [ ] Foto KTP Asli (Harus jelas, tidak buram, dan tidak terpotong).
- [ ] Foto Selfie (Wajah terlihat jelas tanpa masker/kacamata hitam).
- [ ] Foto Selfie memegang KTP (Pastikan tulisan di KTP terbaca).
- [ ] Alamat Email Aktif (Hasil pengecekan akan dikirim ke sini).
2. Langkah Cek NIK di iDebku OJK
- Akses Situs: Buka idebku.ojk.go.id.
- Pendaftaran: Pilih menu Pendaftaran.
- Isi Data: Masukkan NIK, Nama Lengkap, dan pilih “Debitur Perseorangan”.
- Unggah Dokumen: Upload foto-foto yang sudah disiapkan di langkah pertama.
- Validasi: Ikuti instruksi gerakan wajah (jika diminta) untuk memastikan kamu bukan robot.
- Cek Email: Tunggu 1-2 hari kerja. OJK akan mengirimkan file PDF berisi riwayat keuanganmu.
3. Cara Membaca Hasilnya (Skor Kredit)
Cek pada bagian “Kolektibilitas” atau “Kol”:
- Skor 1 (LANCAR): ✅ AMAN. Kamu disiplin dan layak menerima beasiswa.
- Skor 2 – 5: ⚠️ BAHAYA. Ada tunggakan atau cicilan macet. Segera cari tahu sumbernya (apakah paylater atau data kamu disalahgunakan orang lain).
4. Tips “Harga Mati” untuk Mahasiswa
Agar NIK tetap suci sampai lulus kuliah:
- JANGAN pernah meminjamkan KTP atau data diri ke teman/saudara dengan alasan “bantu cairkan dana”.
- JANGAN gunakan fitur Paylater jika tidak mendesak. Seringkali mahasiswa tidak sadar bahwa Paylater masuk ke dalam catatan SLIK OJK.
- HINDARI mengklik link asing (phishing) yang meminta foto KTP/Selfie wajah.
- JAUHI Judi Online. Selain melanggar hukum, mutasi rekening yang berkaitan dengan situs judi bisa menjadi alasan kuat beasiswa kamu ditolak.
Pesan untuk Murid: > “Prestasi di kelas itu keren, tapi punya rekam jejak digital yang bersih itu cerdas. Jangan biarkan masa depanmu terhambat karena kesalahan finansial di masa muda.”






