BAB: SISTEM SIRKULASI DARAH
1. Komponen Penyusun Darah
Darah merupakan jaringan ikat cair yang mengalir di dalam sistem pembuluh darah. Jika darah disentrifugasi, komponennya akan terpisah menjadi dua bagian besar:
- Plasma Darah (Komponen Cair)
- Air (90-92%): Sebagai pelarut universal zat-zat organik dan anorganik.
- Protein Plasma (7-8%):
- Albumin: Protein paling melimpah, diproduksi di hati. Berfungsi menjaga tekanan osmotik koloid darah agar cairan intraseluler tidak merembes ke jaringan (mencegah edema).
- Globulin: Terdiri dari alfa, beta (transpor lipid), dan gamma globulin (Immunoglobulin/Antibodi) untuk sistem pertahanan tubuh.
- Fibrinogen: Protein terlarut yang esensial dalam mekanisme pembekuan darah.
- Zat Terlarut Lain (1-2%): Glukosa, asam amino, asam lemak, hormon, gas respirasi (O2 dan CO2), limbah nitrogen (urea), serta elektrolit (Na+, Cl-, HCO3-).
- Elemen Seluler (Sel dan Fragmen Sel)
| Karakteristik | Eritrosit (Sel Darah Merah) PDF | Leukosit (Sel Darah Putih) PDF | Trombosit (Keping Darah) PDF |
| Bentuk | Bikonkaf, tidak memiliki inti sel (nukleus) saat matang | Tidak tetap (amuboid), memiliki nukleus | Fragmen sel tidak beraturan (berasal dari megakariosit) |
| Jumlah (per mm³) | 4-5 juta | 4.000-11.000 | 150.000-400.000 |
| Tempat Produksi | Sumsum tulang belakang (dikontrol hormon eritropoietin dari ginjal) | Sumsum tulang merah dan jaringan limfoid | Sumsum tulang merah |
| Fungsi Utama | Transpor O2 (melalui hemoglobin) dan sedikit CO2 | Pertahanan tubuh (imunitas) dan membunuh patogen | Hemostasis (pembekuan darah) |
- Klasifikasi Leukosit:
- Granulosit (bergranula): Neutrofil (fagositosis utama patogen), Eosinofil (respons alergi dan infeksi parasit), Basofil (melepaskan histamin untuk inflamasi dan heparin untuk antikoagulan).
- Agranulosit (tidak bergranula): Monosit (berkembang menjadi makrofag besar di jaringan), Limfosit (Limfosit B membentuk antibodi, Limfosit T menyerang sel terinfeksi).
2. Mekanisme Pembekuan Darah (Hemostasis)
Ketika terjadi luka pada pembuluh darah, tubuh melakukan serangkaian kaskade enzimatik untuk menyumbat luka. Proses ini berjalan secara bertahap dan sangat terorganisasi melalui 4 langkah utama:
- Tahap 1: Vasokontriksi
- Ketika terjadi luka pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan darah keluar, tubuh segera memberikan respons refleks berupa vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah).
- Penyempitan ini bertujuan untuk memperkecil diameter pembuluh darah lokal sehingga aliran darah yang mengalir keluar melalui area luka dapat berkurang secara drastis.
- Keping darah atau Platelet mulai mendekati area luka.
- Tahap 2: Hemostasis Primer
- Trombosit yang mengalir di dalam darah mendeteksi adanya kerusakan dinding pembuluh darah.
- Trombosit kemudian menempel pada area luka dan berubah bentuk menjadi trombosit aktif.
- Mereka saling melekat satu sama lain (agregasi) membentuk sumbat mekanis sementara yang disebut sumbat trombosit untuk menutup robekan secara cepat.
- Tahap 3: Hemostasis Sekunder
- Sumbat trombosit sementara pada tahap kedua masih terlalu lemah. Oleh karena itu, tubuh mengaktifkan kaskade protein plasma yang disebut faktor pembekuan.
- Faktor pembekuan ini memicu serangkaian reaksi kimia berantai untuk mengubah protrombin menjadi trombin, yang nantinya mengonversi fibrinogen terlarut menjadi jaring-jaring protein.
- Tahap 4: Pembentukan Bekuan Stabil
- Benang-benang protein yang terbentuk dari tahap sebelumnya mengeras menjadi jaringan jala yang kokoh dan tidak larut, disebut bekuan fibrin.
- Jaring fibrin ini menjebak trombosit dan sel darah di area luka, mengunci sumbat tersebut secara permanen sehingga pembuluh darah benar-benar tertutup rapat, perdarahan berhenti total, dan proses penyembuhan jaringan dinding pembuluh darah bisa dimulai.
3. Sistem Penggolongan Darah
Ditentukan oleh keberadaan senyawa Antigen (Aglutinogen) pada permukaan membran eritrosit dan Antibodi (Aglutinin) di dalam plasma darah. Terdapat dua sistem penggolongan darah yang paling umum:
- Sistem ABO
- Golongan A: Memiliki Antigen A pada eritrosit, Antibodi Anti-B di plasma.
- Golongan B: Memiliki Antigen B pada eritrosit, Antibodi Anti-A di plasma.
- Golongan AB: Memiliki Antigen A dan B pada eritrosit, tidak memiliki antibodi di plasma (Resipient Universal).
- Golongan O: Tidak memiliki antigen pada eritrosit, memiliki Antibodi Anti-A dan Anti-B di plasma (Donor Universal).
- Sistem Rhesus (Rh)
- Terdiri dari:
- Rh+ (Rhesus Positif): Memiliki Antigen D pada permukaan eritrosit.
- Rh- (Rhesus Negatif): Tidak memiliki Antigen D pada permukaan eritrosit.
- Eritroblastosis Fetalis, terjadi jika seorang ibu bergolongan darah Rh- mengandung bayi Rh+ (warisan dari ayah Rh+).
- Pada kehamilan pertama, ibu membentuk antibodi Anti-Rh pasca-persalinan.
- Pada kehamilan kedua dengan bayi Rh+, antibodi Anti-Rh ibu akan menembus plasenta dan menghancurkan eritrosit janin, menyebabkan anemia berat hingga kematian janin.
- Terdiri dari:
4. Anatomi dan Fisiologi Jantung serta Pembuluh Darah
- Jantung: berfungsi untuk memompakan darah ke seluruh tubuh. Terdiri dari:
- Ruang jantung:
- Right Atrium (Atrium Kanan): Menerima darah yang miskin oksigen (kaya karbon dioksida) dari seluruh tubuh.
- Right Ventricle (Ventrikel Kanan): Menerima darah dari atrium kanan dan memompanya menuju paru-paru.
- Left Atrium (Atrium Kiri): Menerima darah yang kaya oksigen yang baru kembali dari paru-paru.
- Left Ventricle (Ventrikel Kiri): Memiliki dinding otot yang paling tebal karena bertugas memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh melalui aorta.
- Katup Jantung: berfungsi memastikan darah mengalir ke satu arah yang benar dan mencegah aliran balik. Terdiri dari:
- Tricuspid Valve (Katup Trikuspid): Terletak di antara atrium kanan dan ventrikel kanan.
- Pulmonary Valve (Katup Pulmonalis): Katup semilunar yang terletak di pangkal arteri pulmonalis.
- Mitral Valve (Katup Mitral / Bikuspid): Terletak di antara atrium kiri dan ventrikel kiri.
- Aortic Valve (Katup Aorta): Katup semilunar yang terletak di pangkal aorta.
- Otot Ventrikel Kiri jauh lebih tebal daripada Ventrikel Kanan karena harus memompa darah ke seluruh tubuh (tekanan sistemik tinggi), sedangkan Ventrikel Kanan hanya memompa darah ke paru-paru.
- Ruang jantung:
- Pembuluh Darah
| Pembeda | Arteri (Pembuluh Nadi) PDF | Vena (Pembuluh Balik) PDF | Kapiler PDF |
| Dinding | Tebal, elastis, otot polos kuat | Tipis, kurang elastis | Sangat tipis (hanya 1 lapis endotel) |
| Aliran Darah | Meninggalkan jantung | Menuju jantung | Berawal dari arteriol menuju venula |
| Katup | Hanya satu di pangkal keluar jantung | Banyak di sepanjang pembuluh | Tidak ada |
| Tekanan | Kuat, jika terluka darah memancar | Lemah, jika terluka darah menetes | Sangat lemah |
| Kandungan Gas | Kaya O2 (kecuali Arteri Pulmonalis) | Kaya CO2 (kecuali Vena Pulmonalis) | Tempat pertukaran O2 dan CO2 |
5. Mekanisme Peredaran Darah Manusia
Manusia memiliki sistem Peredaran darah ganda (darah melewati jantung dua kali dalam satu siklus lengkap) dan tertutup (darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah).
- Sirkulasi Pulmonal
- Merupakan jalur sirkulasi bertekanan rendah yang berfungsi untuk menukar karbon dioksida dengan oksigen segar di dalam paru-paru.
- Darah miskin oksigen dari tubuh masuk melalui vena kava superior & inferior → atrium kanan → melewati katup trikuspidalis → ventrikel kanan → dipompa melewati katup pulmonari menuju arteri pulmonari yang bercabang ke paru-paru kanan dan kiri.
- Sirkulasi Sistemik
- Merupakan jalur sirkulasi bertekanan tinggi yang mengedarkan oksigen dan nutrisi dari jantung ke organ-organ fungsional tubuh.
- Darah yang telah mengikat oksigen di paru-paru kembali melalui vena pulmonari → atrium kiri → melewati katup mitral → ventrikel kiri → dipompa dengan tekanan tinggi melewati katup aortal → keluar melalui aorta untuk disebarkan ke seluruh tubuh.
6. Gangguan dan Kelainan pada Sistem Sirkulasi
- Anemia: Penurunan kapasitas pengangkutan oksigen akibat kekurangan jumlah eritrosit atau kadar hemoglobin (Hb).
- Thalasemia: Kelainan genetik herediter yang menyebabkan kegagalan pembentukan rantai globin pada hemoglobin, sehingga bentuk eritrosit tidak normal dan mudah rusak.
- Leukemia: Kanker darah akibat produksi leukosit yang tidak terkendali oleh sumsum tulang, sehingga sel darah putih abnormal menyerang eritrosit sehat (leukositosis).
- Hemofilia: Kelainan genetik pautan seks (kromosom X) di mana darah sukar membeku karena tubuh kekurangan faktor pembekuan darah (misal Faktor VIII atau IX).
- Aterosklerosis & Arteriosclerosis: Penyumbatan pembuluh darah arteri. Aterosklerosis disebabkan oleh penumpukan plak kolesterol/lemak, sedangkan arteriosklerosis disebabkan oleh penumpukan zat kapur yang mengeraskan dinding arteri.
- Hipertensi & Hipotensi: Hipertensi adalah tekanan darah tinggi (di atas 140/90 mmHg), sedangkan hipotensi adalah tekanan darah rendah (di bawah 90/60 mmHg).

BELAJAR LEBIH DALAM KLIK MATERI BERIKUT INI:
– SEL DARAH & PEREDARAN DARAH
–