Bulan-bulan kelulusan sudah dekat bagi kelas XII SMA/MA/SMK dan ini merupakan momen yang penuh dengan polemik dimana ada persimpangan jalan yang sungguh berat untuk dilalui. Antara ambisi diri, cita-cita masa lalu, hiperbola masa muda, hingga tuntutan lingkungan keluarga untuk jadi apa selepas lulus sekolah menjadikan pikiran mereka menjadi bercabang-cabang bahkan bisa jadi kisut, semrawut, dan ruwet. Belum lagi tuntutan sekolah seputar tugas, test uji kompetensi (ujian praktik, portofolio, USBN), dan juga kewajiban tetap berkontribusi di lingkungan sekolah melalui kehadiran serta kegiatan lainnya. Ini belum masuk problematika pribadi seperti jerawat, pacaran putus, kekisruhan rumah tangga, bullying, dan masih banyak lagi. Gundah kerap kali menyelimuti, maklum siswa-siswi kelas XII ini adalah manusia juga. Jadi wajar jika mereka diselimuti gundah, karena kalau diselimuti wijen namanya onde-onde.

Umumnya sewaktu masuk di kelas X, saat disuruh menuliskan cita-cita umumnya banyak yang bercita-cita menjadi orang sukses. Kelihatannya keren, tapi ini cita-cita yang bias dan tak mendasar. Yang mana akan membuat mereka bingung di kemudian hari. Suksesnya lewat jalur yang mana? Karena itu yang penting. Jika ada siswa-siswi yang cita-citanya spesifik dan fokus seperti dokter, polisi, guru, menteri, dan profesi lainnya hal ini lebih jelas. Kerena pastinya tinggal mengarahkan agar menjadi dokter yang sukses dimana saat pembelajaran biologi guru biologi akan memberikan berbagai pembelajaran seputar ilmu kesehatan dan anatomi fisiologi manusia secara mendasar yang bisa mereka gali lebih dalam sebagai bekal menjadi dokter. Kalau bercita-cita jadi polisi yang nantinya guru PJOK bertugas mengolah tubuh memotivasi agar sehat dan bugar serta bertenaga. Guru PKn mengajarkan tentang toleransi, keadilan, keteladanan sehingga nantinya jadi polisi yang membela kebenaran. Begitu juga dengan profesi yang lain, guru Agama mengajarkan agar takut neraka sehingga menjauhi korupsi dan indahnya syurga sehingga mereka punya cita-cita mulia bagi umat manusia dengan profesi yang mereka impikan. Karena setiap cita-cita harus kita runutkan jalurnya. Rejeki kita tidak ada yang mengetahui. Namun 5 s.d. 10 tahun ke depan harus dirancang mulai dari saat ini. Dari semenjak lulus SMA.

Berikut merupakan saran untuk siswa kelas XII dalam menghadapi penghujung masa akademiknya. Saran ini disusun berdasarkan pengalaman, karena belajar dari pengalaman orang lain merupakan pembelajaran yang terbaik. Kalian tidak harus gagal dahulu baru sukses, apalagi nakal dulu baru sukses (sukses kagak blangsak iya). Namun belajar dari kegagalan dan keberhasilan orang lain untuk menjadi sukses adalah tangga-tangga pengalaman yang berharga.

Chapter 1: Tetapkan Tujuan yang Konkret

Jadi kalau kalian mau lanjut kuliah ya fokus ikut test masuk kampus. Baik itu PTN (Perguruan Tinggi Negeri) maupun PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Pastikan jurusan pilihan tidak hanya satu, namun dengan berbagai alternatif. Untuk masuk PTN ada SNMPTN (kalau kalian berprestasi di sekolah) juga ada SBMPTN (kalau mau baku hantam dengan soal-soal dan ini butuh energi sangat besar) cari infornya di https://ltmpt.ac.id/, begitu juga ada kesempatan yang lain seperti SPAN-PTKIN (https://span-ptkin.ac.id/page ), UJIAN MANDIRI PTN (bisa lihat beragam jenis ujian mandiri di https://belajaritumemangasyik.blogspot.com/p/info-kampus.html termasuk estimasi biayanya), dan juga berbagai pendaftaran PTS. Kejar semuanya dan fokusnya KULIAH. Kalau kesulitan finansial bisa cari bala bantuan. Ada KIP kuliah cek di https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/ untuk kalian yang kurang mampu, beasiswa dari disdik Jabar contohnya bisa cek di https://beasiswa-jfl.disdik.jabarprov.go.id/ dan juga beragam bentuk beasiswa yang diselenggarakan oleh banyak lembaga non-profit dan juga CSR Perusahaan terkemuka. Jangan menyerah, bahkan kalaupun tak dapat masih bisa banding UKT saat interview penerimaan. Yang pastinya masuk dulu. 

Jika ingin lanjut TNI/POLRI ya wajib asah diri latihan fisik dan asah otak. Karena fisik saja tidak cukup, penjaga kedamaian bangsa ini juga membutuhkan kecerdasan. Oleh karena itu rajin belajar dan rajin berolahraga. Bisa cek pendaftaran di https://rekrutmen-tni.mil.id/ untuk TNI dan https://penerimaan.polri.go.id/ untuk POLRI dan juga berbagai sekolah kedinasan lainnya (bisa di cek di https://dikdin.bkn.go.id/. Seleksinya pastinya cukup ketat, dan membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mengikutinya. Kadang bahkan ada yang bertingkat-tingkat.

Jika dirasa berat untuk lanjut jadi sarjana, bisa ambil program vokasi (D3/D4). Bisa coba  di https://snmpn.politeknik.or.id/  atau juga Politeknik Kesehatan yang tersebar di seluruh negeri seperti https://www.poltekkesjakarta1.ac.id/# atau https://sipenmaru.poltekkes-smg.ac.id/ . Termasuk yang diselenggarakan oleh swasta dan berbagai PTN. Untuk politeknik ini belajarnya banyak terapan dan langsung terjun ke dunia kerja. 

Chapter 2: Buat Tingkatan Prioritas dan Tahapan Rencana

Mau kuliah tahun ini atau tahun depan, atau tidak masuk PTN pun pastikan kalian memiliki akun LTMPT. Karena sebagai perencanaan ditahun-tahun mendatang. Pastikan juga kalian merencakan pendaftaran dengan tingkatan prioritas semisal kasus-kasus berikut ini:

Contoh Kasus 1

Sebut saja siswa bernama Bunga, menetapkan tahapan rencana SNMPTN: mengambil 2 pilihan Universitas. Jika tidak lolos SNMPTN sudah menyiapkan pula mengikuti SNMPN di politeknik terdekat di kota tempat tinggal. Namun Bunga juga rajin belajar setiap malam karena untuk rencana berikutnya yaitu SBMPTN jika kedua rencana awalnya gagal. Selain itu juga mengambil tiket UJIAN MANDIRI di salah satu PTN dan juga UJIAN MANDIRI di salah satu PTS. Harapannya, Bunga tahun ini bisa kuliah. Dengan begini Bunga berharap pasti bahwa kuliah tahun ini sudah direncakan dengan matang. Hal ini dikarenakan orang tua support biaya dan Bunga pun sudah menabung sejak lama. Lagipula soal test di UTBK SBMPTN, UJIAN MANDIRI, dan test PTS rata-rata hampir mirip sehingga belajar sekaligus saja agar tidak sia-sia. Tak hanya belajar untuk satu test melainkan beragam test.

Contoh Kasus 2

Sebut saja siswa bernama Diki, berhubung berasal dari kalangan tidak mampu, maka Diki mendaftar KIP Kuliah. Kemudian mencoba peruntungan SBMPTN (berhubung prestasinya kurang sehingga tak dapat SNMPTN). Diki pun mencoba jalur lain seperti SNMPN yang bisa menggunakan KIP Kuliah dan juga mencari jurusan yang biayanya di cover oleh KIP Kuliah pada ujian mandiri PTN maupun PTS. Meskipun tergolong siswa miskin namun Diki punya banyak rencana untuk mewujudkan mimpinya. Dan pastinya diiringi dengan belajar giat.

Contoh Kasus 3

Sebut saja siswi bernama Dita. Dita dalam prestasi kurang pandai. Namun dia membulatkan tekad untuk kuliah. Maka Dita mencoba SBMPTN, namun ia cukup pesimis karena soal di SBMPTN terlampau sulit menurut penalaran Dita. Dita pun mencari jalan lain mengikuti seleksi semisal Poltekkes dan sekolah kedinasan. Sekolah Kedinasannya ia pilih yang tidak terlalu banyak pesaing seperti milik Kemensos bukan seperti STAN dan STIS. Dita pun mendaftar di PTS yang test masuknya dipermudah sebagai cadangan. Ia mengikuti test tahap pertama yang biayanya lebih miring sebagai target untuk bisa kuliah tahun ini.

Contoh Kasus 3

Galih bercita-cita jadi polisi. Ia pun mengikuti test kepolisian. Latihan fisik setiap hari dan juga menjaga kebugaran. Namun tak hanya sampai disana alangkah ruginya jika hanya mendaftar kepolisian padahal sudah latihan fisik habis-habisan. Galih pun ikut pula test sekolah kedinasan yang lain seperti STPDN dan STIN yang mana dalam test nya juga membutuhkan test fisik. Tak lupa iapun mengikuti SBMPTN jurusan ilmu keolahragaan toh larinya fisik-fisik juga sebagai cadangan. Yang penting semuanya bisa ditempuh dan jangan sampai saat satu kandas ia hanya bengong-bengong saja. Karena dunia harus tetap berputar.

Chapter 3: Buat Agenda Harian

Untuk mencapai sukses tak hanya dengan mendaftar kesana-kemari namun membutuhkan beberapa rumus yang harus diagendakan setiap hari agar langkah menggapai cita-cita diberikan kemudahan dan kelancaran. Rumusannya adalah sebagai berikut

A. Disiplin Belajar dan Berlatih Secara Istiqomah

Belajar itu membutuhkan jadwal dan target. Kalau tidak terjadwal ya akan senantiasa tertunda, tau-tau sudah tinggal ujian besok dan tumpukan buku tebal itu belum pernah kalian baca. Atau bahkan belum punya sumber belajar sama sekali. Belajar dan berlatih membutuhkan jadwal dan harus disiplin. Jadwal harus tertarget dan ada evaluasinya dalam bentuk try out. Karena belajar saja tidak cukup jika tanpa uji kemampuan. Berlatih lari saja tidak cukup jika kita tidak mengukur pertambahan stamina dan kecepatan kita dari pekan ke pekan. Dan jangan lupa istiqomah, kontinuitas, terus menerus. Karena takdir terbaik akan berpihak pada orang dengan skala usaha tertinggi. Maka dari itu jangan lelah berusaha.

B. Doa orang terdekat

Doa orang tua adalah yang paling berimbas pada keberhasilan anaknya. Sering-seringlah minta do’a kepada orang tua, disetiap pagi engkau memulai hari hingga dimalam sebelum engkau memejamkan mata. Perkataan dan do’a orang tua kadang paling mujarab apalagi untuk anak yang dicintainya. Jangan membuat orang tua marah, apalagi sampai berkata yang salah seperti “Dasar anak bodoh!” nanti kita bisa beneran bodoh, lupa itu semua rumus UTBK saat ujian, kan gawat. Banyak bantu orang tua di rumah, agar ridho mereka besar kepada kita. Juga do’a guru-gurumu di sekolah. Do’a wakasek kesiswaan misal yang peduli banget sama masa depan kamu, do’a guru BK misal yang lelah tiga tahun meneriakkan kedisiplinan di telingamu, do’a guru piket yang sering sebel sama kamu yang suka telat, do’a wali kelas yang kadang kesel karena kamu lupa ngambil rapor. Minta maaf sama semua gurumu kalau ada kesalahan. Karena dari benang-benang maaf itu bisa jadi jembatan kesuksesanmu di masa depan sendang dirajut. Juga do’a-do’a teman karib, sahabat dekat, kalau pacar tidak usah karena belum tentu dia jadi milikmu.

C. Rajin Literasi Informasi

Informasi digital tentang berbagai jalur perkuliahan sangat luas dan mudah diakses. Jangan sampai anaknya aktris korea yang udelnya bodong dan baru lahir itu saja kita tau namanya tapi jadwal pendaftaran SIMAK UI kita tidak tau padahal kita niat ingin masuk UI. Jumlah musuh berikut level kesaktiannya dalam game online kita hafal tapi mekanisme login akun LTMPT kita gaptek. Pokoknya banyak literasi, bertanya, konsultasi akan menghantarkan kamu pada pengetahuan yang terang benderang. Jangan sampai sakit kutil (kurang literasi) ini dipelihara sehingga begitu pendaftaran sudah rampung semua kita baru punya tekad saya akan kuliah. Haduh telat mas! Kemarin kemana aja?!

D. Energi Spiritual

Energi spiritual manusia bersumber dari keimanan diaman dia yakin Allah itu Maha Adil, Sang Pencipta itu pastinya sayang sama hamba-hambaNya. Jadi orang yang berusaha dan berdo’a paling rajin pastinya akan dapat prioritas kesuksesan paling cepat. Oleh karena itu kita akan berlomba-lomba untuk rajin berdo’a, rajin ibadah, rajin berdzikir. Karena bisa jadi manakala nilai kita sama dengan orang lain dalam test akademik, dan orang itu rajin sholat tahajud maka dia yang akan terpilih dan kita bisa saja tergelincir. Bisa juga nilai kita sama dari segi kemampuan fisik, tapi begitu test lari orang yang rajin berdo’a pagi siang sore malam tali sepatunya tidak lepas seperti tali sepatu kita yang malas berdo’a. Dan tidak akan kita sangka teman yang semula kelihatan tidak punya tujuan hidup setelah membaca tulisan ini langsung membuat skala prioritas, jadwal belajar, agenda harian yang lebih ketat dari pada kita. Pastikan terus berlomba menjadi orang baik jikalau kita punya cita-cita. Karena kebaikan, do’a, dan ibadah kita kelak akan jadi kemudahan kita meraih cita-cita.

E. Jaga Kondisi Tubuh

Kalau lelah belajar jangan main game, melainkan istirahat. Upayakan hindarkan makanan-makanan penyebab penyakit dan jangan sampai lupa banyak minum air putih. Pastinya sedih kalau sudah test sampai ke tahap ke-6 tiba-tiba kena usus buntu dan ujiannya gagal. Atau sudah belajar mati-matian saat jadwalnya UTBK mendadak positif Covid. Jaga diri, jaga kebersihan, jaga kesehatan, jaga kebugaran. Terapkan hidup sehat untuk bisa lancar sampai ujian tiba dan maksimal dalam memperoleh penilaian.

Chapter 4: Lakukan Sekarang Juga

Hal-hal besar dimulai dari niat yang kokoh bergemuruh dalam jiwa, aksi yang istiqomah mulai dari hal-hal kecil yang terus membesar, dan memulai meniti jalan kesuksesan sekarang juga.

Selamat menempuh persimpangan hidup. Jangan salah pilih. Orang tuamu, guru-gurumu, selalu punya harapan besar atas kesuksesanmu. Pantang menyerah dan tetap semangat berprestasi!


Share:
belajar asyik

Bima Ariyo

Seorang Guru, Desainer, Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *