(B)etapa kita lupa
(E)nergi besar yang kita miliki
(L)ihatlah sebuah keajaiban saat kita belajar berjalan
(A)mbruk jatuh terpeleset dan selalu kita selalu bangun berdiri lagi
(J)alan lagi coba melangkah lagi tanpa rasa takut
(A)ngan kita berpadu dengan hasrat
(R)agu dan yakin silih berganti namun sorot mata kita lebih kuat dari itu

(I)ntuisi
(T)ekad
(U)ntuk satu keyakinan kita pasti bisa berjalan, melangkah, berlari

(M)engukir senyum meskipun kita jatuh
(E)go
(M)enggenggam
(A)mbisi
(N)aik bangkit berdiri lagi
(G)enggam erat kepalan tangan

(A)khirnya
(S)iapa sangka
(Y)ang kita harapkan tercapai untuk bisa berjalan lancar menapak bumi
(I)ndah nian saat itu
(K)ita tak mengenal kata menyerah, pasrah, lelah hingga cita-cita kita untuk berjalan bisa terwujud dengan nyata

Catatan kaki:

Sebuah puisi Akrostik saya persembahkan untuk siswa-siswi saya kelas XII yang saat ini sedang penuh harap untuk melangkah ke perguruan tinggi. Ingat nak, dulu saat kalian bayi, kalian belum bisa berjalan. Dan kalian yakin bahwa Allah mentakdirkan kalian berjalan. Sehingga kalian belajar berjalan. Meskipun jatuh bangun ambruk kalian tetap berdiri lagi dengan senyuman. Kalian tak mengenal kata kegagalan.

Kalau kalian hari ini tak diterima di satu universitas, yakinlah ada banyak lagi universitas yang menjadi takdir kalian kelak menimba ilmu, menjadi tempat kalian mengukir senyuman di wajah renta orang tua kalian kelak, membuat guru almamater kalian tersenyum haru dan bangga, menjadi tempat kelian menatap masa depan dengan lebih luas menembus cakrawala berpikir yang kalian miliki saat ini. Jangan pernah menyerah. Kalian pasti bisa.

You can do it

Share:
belajar asyik

Bima Ariyo

Seorang Guru, Desainer, Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *