SOAL BENAR/SALAH: SISTEM REPRODUKSI (KELAS XI SMA)
Materi: Spermatogenesis
1. Peningkatan kadar testosteron buatan (anabolik steroid) di dalam darah akan menghambat produksi sperma alami karena memberikan umpan balik negatif terhadap hipotalamus dan hipofisis anterior, sehingga sekresi FSH dan LH menurun.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Kelebihan testosteron buatan menipu hipotalamus untuk berhenti merilis GnRH, yang menyebabkan penurunan FSH (penstimulasi spermatogenesis) dan LH.
2. Spermatid yang baru terbentuk dari pembelahan meiosis II sudah memiliki struktur flagela yang sempurna dan bersifat motil (aktif bergerak) saat masih berada di dalam tubulus seminiferus.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: Spermatid belum motil. Flagela terbentuk saat spermiogenesis, dan pergerakan motil baru diperoleh setelah sel sperma matang di dalam saluran epididimis.
3. Jika terjadi kelainan genetik yang menyebabkan sel Leydig tidak memiliki reseptor terhadap hormon LH, maka produksi testosteron akan menurun drastis dan pada akhirnya menggagalkan proses spermatogenesis.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Hormon LH secara spesifik merangsang sel Leydig untuk memproduksi testosteron, yang sangat esensial bagi kelangsungan spermatogenesis.
4. Pada spermatogenesis, spermatosit primer membelah secara meiosis I menghasilkan dua spermatosit sekunder yang masing-masing sudah memiliki kromosom haploid (n) dengan kromatid tunggal.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: Hasil meiosis I adalah spermatosit sekunder yang haploid, tetapi kromosomnya masih berbentuk kromatid ganda. Kromatid tunggal baru terbentuk setelah meiosis II.
5. Proses pembentukan akrosom pada bagian kepala sperma terjadi pada tahap diferensiasi (spermiogenesis), dan akrosom ini berisi enzim-enzim hidrolitik yang krusial untuk menembus zona pelusida ovum saat fertilisasi.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Akrosom terbentuk dari badan Golgi selama spermiogenesis dan mengandung enzim seperti hialuronidase untuk menembus pelindung sel telur.
6. Nutrisi yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup dan perkembangan sel-sel spermatogenik di dalam tubulus seminiferus disuplai secara langsung oleh sekresi dari kelenjar vesikula seminalis.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: Nutrisi perkembangan sperma di tubulus seminiferus disediakan oleh sel Sertoli. Vesikula seminalis hanya menyumbang cairan nutrisi untuk membentuk semen di luar testis.
Materi: Oogenesis
7. Berbeda dengan pria yang terus memproduksi spermatogonium baru, wanita dilahirkan dengan cadangan folikel primordial yang sudah tetap, di mana oosit di dalamnya tertahan (arrest) pada fase profase I meiosis hingga wanita tersebut memasuki masa pubertas.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Oogenesis pada wanita terhenti di tahap profase I (sebagai oosit primer) sebelum kelahiran, dan baru akan dilanjutkan kembali satu persatu saat pubertas.
8. Jika sel telur yang diovulasikan masuk ke tuba fallopi namun tidak pernah dibuahi oleh sperma, maka oosit sekunder tersebut akan tetap menyelesaikan pembelahan meiosis II sesaat sebelum meluruh bersama endometrium saat menstruasi.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: Oosit sekunder tertahan di metafase II. Jika tidak dibuahi sperma, ia akan berdegenerasi dan luruh tanpa pernah menyelesaikan meiosis II.
9. Pembagian sitoplasma yang tidak merata (asimetris) sehingga membentuk badan polar (polar body) berukuran kecil pada oogenesis bertujuan untuk memusatkan cadangan nutrisi dan sitoplasma ke dalam satu ovum guna menunjang kehidupan embrio awal.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Pembelahan asimetris ini adalah adaptasi evolusioner agar ovum tunggal yang dihasilkan memiliki volume dan nutrisi maksimal untuk menyokong zigot.
10. Oogonium secara terus menerus memperbanyak diri melalui pembelahan mitosis di dalam ovarium wanita dewasa setiap bulannya untuk menggantikan oosit yang telah hilang diovulasikan.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: Oogonium hanya membelah secara mitosis selama fase embrionik/janin. Wanita dewasa tidak membentuk oogonium baru.
11. Pada saat proses ovulasi, struktur sel reproduksi yang dilepaskan oleh folikel de Graaf yang pecah dan ditangkap oleh fimbriae tuba fallopi adalah oosit sekunder, bukan ovum matang (ootid).
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Yang diovulasikan adalah oosit sekunder (yang masih tertahan pada metafase II). Ovum sejati (ootid) baru terbentuk beberapa detik setelah fertilisasi terjadi.
12. Kegagalan pembentukan dan pelepasan badan polar pertama (polar body I) saat selesainya meiosis I pada oogenesis dapat menghasilkan sel anakan berupa oosit sekunder yang tidak normal (berkromosom diploid).
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Badan polar I membuang separuh kromosom homolog. Jika gagal dilepaskan, oosit sekunder akan memiliki sepasang homolog utuh (diploid).
Materi: Kehamilan
13. Hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang menjadi indikator positif pada alat tes kehamilan (test pack), diproduksi secara langsung oleh korpus luteum untuk mempertahankan ketebalan endometrium.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: hCG disekresikan oleh jaringan embrio/trofoblas korion, bukan korpus luteum. Peran hCG adalah menjaga korpus luteum agar tidak berdegenerasi.
14. Meskipun darah ibu dan darah janin mengalir sangat berdekatan di dalam sistem sirkulasi plasenta, keduanya tidak bercampur secara langsung; pertukaran gas dan nutrisi terjadi melalui mekanisme difusi melintasi pembatas vili korionik.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Darah ibu dan janin dipisahkan oleh membran plasenta. Pencampuran darah langsung akan menyebabkan reaksi imunologis yang fatal dari tubuh ibu.
Materi: Grafik Hormon Reproduksi pada Wanita
15. Pada interpretasi grafik fluktuasi hormon selama siklus 28 hari, jika kurva progesteron mulai naik pesat dan mencapai puncak tertingginya antara hari ke-21 hingga 23, ini mengindikasikan bahwa tubuh wanita tersebut sedang berada pada fase folikuler.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: Kadar progesteron tertinggi terjadi pada fase luteal (pasca-ovulasi), di mana korpus luteum sedang aktif mempertahankan ketebalan endometrium.
16. Jika sebuah grafik siklus reproduksi menunjukkan kadar hormon estrogen dan progesteron terus bertahan dalam jumlah tinggi tanpa mengalami penurunan pada hari ke-28 dan seterusnya, hal ini merupakan indikator kuat bahwa korpus luteum telah mengalami degenerasi menjadi korpus albikans.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: Kadar hormon yang terus tinggi tanpa penurunan menandakan korpus luteum dipertahankan (biasanya oleh hormon hCG embrio), yang merupakan indikator terjadinya kehamilan.
17. Berdasarkan pengamatan grafik berikut ini:

hormon yang disekresikan hipofisis anterior, lonjakan (peak) yang sangat tajam pada kurva LH (Luteinizing Hormone) pada pertengahan siklus (sekitar hari ke-14) merupakan pemicu utama terjadinya peristiwa ovulasi.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Lonjakan LH (LH surge) adalah sinyal endokrin absolut yang menyebabkan dinding folikel de Graaf pecah dan melontarkan oosit sekunder (ovulasi).
Materi: Kelahiran Kembar
18. Kembar dizigotik (fraternal) selalu berjenis kelamin sama dan memiliki materi genetik yang 100% identik karena mereka berasal dari satu sel telur yang sama, namun dibuahi oleh dua sel sperma yang berbeda.
- Kunci Jawaban: SALAH
- Pembahasan: Kembar dizigotik tidak identik dan bisa berbeda jenis kelamin karena mereka tercipta dari dua sel telur ovulasi yang berbeda, yang masing-masing dibuahi oleh sperma yang berbeda pula.
19. Bayi kembar monozigotik dapat berkembang berbagi satu plasenta yang sama di dalam rahim (monokorionik), apabila proses pembelahan sel embrio menjadi dua individu terjadi setelah tahap pembentukan awal selaput trofoblas.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Jika massa sel dalam (inner cell mass) membelah diri menjadi dua setelah lapisan luar (trofoblas) sudah terbentuk, kedua janin tersebut akan dipelihara oleh satu trofoblas (plasenta) yang sama.
Materi: Kehamilan Ektopik
20. Kasus kehamilan ektopik (di luar kandungan) paling sering terimplantasi di area tuba fallopi; kondisi ini sangat berbahaya dan merupakan kegawatdaruratan medis karena pertumbuhan massa embrio dapat memicu ruptur (pecahnya) saluran tuba tersebut.
- Kunci Jawaban: BENAR
- Pembahasan: Tuba fallopi tidak didesain untuk elastis menampung pertumbuhan janin seperti halnya endometrium rahim. Embrio yang terus membesar di tuba akan merobek jaringan saluran tersebut.





