Yuk kita belajar sama-sama soal OSN Biologi tingkat Kabupaten dan Provinsi.
PART 1: SOAL BIOLOGI MOLEKULER

SOAL 1

JAWAB:

Mari kita bedah soal ini dengan standar olimpiade biologi. Kunci utama dalam menjawab soal tipe ini adalah melakukan identifikasi skema terlebih dahulu sebelum membaca pernyataan.

Analisis Skema

Berdasarkan gambar, kita dapat mengidentifikasi beberapa fitur kunci:

  1. Struktur Gen: Memiliki Enhancer/Silencer, Intron, dan Exon.
  2. Modifikasi Pasca-Transkripsi: Terjadi proses Splicing (pembuangan intron), penambahan 5′ cap, dan penambahan Poly-A tail.
  3. Kesimpulan: Skema ini menunjukkan ekspresi gen pada organisme Eukariotik.

Analisis Pernyataan (Benar/Salah)

A. Salah satu contoh organisme yang memiliki regulasi ekspresi gen seperti ditunjukkan pada gambar di atas adalah Archaea.

  • Analisis: Meskipun Archaea memiliki beberapa kemiripan dengan eukariot dalam hal mesin transkripsi (seperti adanya histon dan RNA Polimerase yang kompleks), Archaea tidak memiliki intron yang harus diproses melalui spliceosome sesering eukariot, dan mereka tidak melakukan modifikasi 5′ capping atau poly-adenylation ekor panjang seperti pada eukariot (pada prokariot, ekor poli-A justru sering memicu degradasi). Gambar ini secara spesifik merepresentasikan Eukariota.
  • Jawaban: Salah (S)

B. Operon umumnya dapat ditemui pada organisme yang memiliki skema ekspresi gen seperti ditunjukkan pada gambar di atas.

  • Analisis: Operon (satu promoter mengendalikan banyak gen struktural secara polisistronik) adalah ciri khas organisme Prokariotik (Bakteri dan Archaea). Organisme eukariotik (seperti di gambar) umumnya bersifat monosistronik, di mana satu promoter hanya mengendalikan satu gen.
  • Jawaban: Salah (S)

C. Penambahan ekor poli-A berfungsi untuk menghambat degradasi mRNA.

  • Analisis: Ekor poli-A pada ujung 3′ mRNA eukariotik memiliki beberapa fungsi vital: melindungi mRNA dari degradasi oleh enzim eksonuklease di sitoplasma, membantu ekspor mRNA dari nukleus ke sitoplasma, dan membantu pengikatan ribosom untuk inisiasi translasi.
  • Jawaban: Benar (B)

D. Sekuensing mRNA manusia dapat dilakukan menggunakan primer poli-G.

  • Analisis: Karena mRNA manusia (eukariot) memiliki ekor poli-A (deretan basa Adenin) di ujung 3′, maka untuk memulai sintesis cDNA atau sekuensing, kita membutuhkan primer yang komplementer dengan poli-A tersebut. Pasangan dari Adenin (A) adalah Timin (T). Oleh karena itu, digunakan primer oligo-dT, bukan poli-G.
  • Jawaban: Salah (S)

Ringkasan Jawaban

PernyataanJawabanAlasan Singkat
ASSkema tersebut adalah Eukariotik, bukan Archaea/Prokariotik.
BSOperon adalah ciri Prokariotik, sedangkan gambar adalah Eukariotik.
CBEkor poli-A menjaga stabilitas mRNA dari nuklease.
DSPrimer yang digunakan seharusnya oligo-dT (pasangan poli-A).

Simak VIDEO PEMBAHASAN soal berikut ini ya agar kamu lebih memahami dengan jelas. Juga infografis berikut ini untuk materi kunci yang dibahas pada nomor 1.


SOAL 2

JAWABAN
Ini adalah soal klasik tentang jalur transduksi sinyal (MAPK Cascade) dalam konteks biologi perkembangan. Mari kita bedah berdasarkan logika molekuler:

Analisis Jalur Sinyal

Dalam hierarki Mitogen-Activated Protein Kinase (MAPK), kaskade fosforilasi selalu mengikuti pola:

  1. MAPKKK (paling atas) memfosforilasi MAPKK.
  2. MAPKK memfosforilasi MAPK.
  3. MAPK (paling bawah) mengeksekusi respon seluler (dalam hal ini aktivasi oosit).

Analisis Pernyataan (Benar/Salah)

A. Mos merupakan MAP kinase kinase kinase (MAPKKK) dan MEK1 merupakan MAP kinase kinase (MAPKK) pada oosit katak.

  • Analisis: Perhatikan skema. Progesteron memicu translasi Mos. Protein Mos kemudian memfosforilasi MEK1, dan MEK1 memfosforilasi MAP kinase. Berdasarkan urutan ini, Mos berada di tingkat ketiga di atas (MAPKKK), MEK1 di tingkat kedua (MAPKK), dan MAP kinase di tingkat akhir.
  • Jawaban: Benar (B)

B. Reseptor hormon progesteron pada oosit katak merupakan reseptor intraseluler.

  • Analisis: Ini adalah poin jebakan yang sering muncul di OSN. Secara umum, progesteron adalah hormon steroid yang biasanya memiliki reseptor intraseluler (faktor transkripsi). Namun, khusus pada pematangan oosit katak (Xenopus), progesteron berikatan dengan reseptor di permukaan membran sel untuk memicu jalur non-genomik (jalur MAPK) secara cepat. Jika ia bekerja lewat jalur intraseluler klasik, responnya akan terlalu lambat untuk proses pematangan ini.
  • Jawaban: Salah (S)

C. Penambahan miRNA yang menarget mRNA Mos dapat menghambat pematangan oosit katak.

  • Analisis: MicroRNA (miRNA) bekerja dengan cara berikatan secara komplementer pada mRNA target, yang menyebabkan degradasi mRNA atau hambatan translasi. Jika mRNA Mos dihambat, protein Mos tidak akan terbentuk. Tanpa protein Mos, kaskade MAPK tidak akan dimulai, sehingga pematangan oosit gagal.
  • Jawaban: Benar (B)

D. MAP kinase yang terfosforilasi dapat menjadi marka molekuler untuk aktivasi oosit katak.

  • Analisis: Marka molekuler adalah indikator yang menunjukkan suatu proses sedang berlangsung. Karena pematangan oosit (ditandai bintik putih secara visual) merupakan hasil akhir dari jalur ini, maka keberadaan MAP kinase dalam bentuk terfosforilasi (p-MAPK) membuktikan bahwa jalur pensinyalan tersebut aktif.
  • Jawaban: Benar (B)

Ringkasan Jawaban

PernyataanJawabanKunci Pemikiran
ABUrutan kaskade: Mos (KKK) → MEK1 (KK) → MAPK (K).
BSPematangan oosit katak oleh progesteron dipicu via reseptor membran.
CBmiRNA membungkam mRNA Mos, memutus rantai sinyal sejak awal.
DBFosforilasi adalah “tombol ON” molekuler yang bisa dideteksi.

Simak VIDEO PEMBAHASAN soal berikut ini ya agar kamu lebih memahami dengan jelas


Lanjut halaman berikutnya ya!

Share:
belajar asyik

Bima Ariyo

Seorang Guru, Desainer, Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *