Halo para pejuang kompetisi! Lomba esai tingkat nasional seperti PERICARDIUM 2026 bukan sekadar adu keren kata-kata, tapi adu ketajaman analisis dan orisinalitas ide. Dengan tema besar “Diabetes Melitus dan Dampak terhadap Kesehatan Mental”, kamu ditantang untuk melihat pasien bukan hanya sebagai “angka gula darah”, melainkan sebagai manusia seutuhnya.
Waktu pengumpulan berakhir pada 8 Februari 2026, jadi mari kita gerak cepat!
Langkah-Langkah Menulis Esai Ilmiah yang Stand-Out
Menulis esai ilmiah membutuhkan keseimbangan antara data empiris dan opini kritis. Berikut adalah langkah praktisnya:
1. Riset Berbasis Bukti (Evidence-Based)
Jangan hanya berasumsi. Cari data terbaru dari Kemenkes RI, WHO, atau jurnal di Google Scholar. Cari kata kunci seperti: “Diabetes Distress”, “Glycemic Control and Depression”, atau “Holistic Diabetes Care”.
2. Susun Struktur yang Logis
Esai yang baik harus mengalir. Gunakan struktur standar namun kuat:
- Pendahuluan: Urgensi masalah.
- Isi: Analisis mendalam dan kaitan antar variabel (Diabetes $\leftrightarrow$ Mental).
- Solusi: Inovasi yang kamu tawarkan.
- Penutup: Kesimpulan dan ajakan bertindak (call to action).
3. Gunakan Teknik “PEEL” dalam Paragraf
Agar setiap paragrafmu berbobot, gunakan teknik ini:
- Point: Apa ide utama paragraf ini?
- Evidence: Apa bukti/data pendukungnya?
- Explanation: Bagaimana data tersebut membuktikan idemu?
- Link: Hubungkan kembali ke tema utama esai.
4. Perhatikan Sitasi dan Referensi
Pastikan kamu menggunakan gaya pengutipan yang konsisten (seperti APA atau Vancouver). Kejujuran akademik adalah nilai mutlak dalam esai ilmiah.
Contoh Esai Ilmiah (Draf Singkat)
Berikut adalah contoh bagaimana mengemas tema Diabetes dan Kesehatan Mental menjadi tulisan yang kompetitif:
Judul: Lingkaran Setan Diabetes Distress: Urgensi Pendekatan Psikologis dalam Manajemen Diabetes Melitus di Indonesia
I. Pendahuluan
Diabetes Melitus (DM) bukan lagi sekadar “penyakit gula”, melainkan beban kesehatan global yang masif. Di Indonesia, prevalensi DM terus meningkat, namun fokus penanganannya sering kali terjebak pada manajemen farmakologis semata. Padahal, seorang penderita DM harus melakukan manajemen mandiri seumur hidup yang sangat melelahkan. Hal ini memicu fenomena Diabetes Distress, sebuah kondisi psikologis negatif yang sering kali terabaikan namun berdampak fatal pada kepatuhan pengobatan.
II. Analisis: Dampak Psikologis pada Regulasi Glikemik
Hubungan antara DM dan kesehatan mental bersifat dua arah. Secara fisiologis, stres kronis meningkatkan hormon kortisol yang secara langsung memicu resistensi insulin dan kenaikan glukosa darah. Secara psikologis, penderita yang mengalami depresi atau kecemasan cenderung kehilangan motivasi untuk menjaga diet dan aktivitas fisik. Tanpa intervensi mental, pemberian insulin dosis tinggi sekalipun tidak akan mencapai target HbA1c yang optimal.
III. Solusi: Integrasi Layanan Psikososial
Salah satu solusi inovatif adalah penerapan Mental Health Screening rutin di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Tenaga keperawatan dapat memainkan peran kunci melalui edukasi yang tidak hanya berorientasi pada diet, tetapi juga manajemen stres. Pembentukan kelompok dukungan sebaya (Peer Support Group) juga terbukti secara ilmiah mampu menurunkan tingkat stres pasien DM secara signifikan.
IV. Kesimpulan
Menyembuhkan diabetes tidak cukup dengan mengatur angka di glukometer. Diperlukan pendekatan holistik yang menyentuh aspek kesehatan mental agar pasien tidak hanya “bertahan hidup”, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang baik. Integrasi antara dukungan psikologis dan perawatan medis adalah kunci utama dalam menekan angka komplikasi diabetes di Indonesia.
Draf di atas membutuhkan pengembangan lebih kompleks lagi. Ada baiknya kamu memperhatikan tips dan trik serta contoh outline berikut ini!
Mengingat batas waktu pengumpulan karya adalah 8 Februari 2026 (hanya tersisa beberapa hari lagi!), kamu harus bergerak cepat namun tetap strategis. Berikut adalah tips menulis esai ilmiah agar karyamu stand-out di mata juri:
1. Bedah Tema Secara Mendalam
Jangan hanya membahas apa itu Diabetes. Fokuslah pada kata kunci “Dampak terhadap Kesehatan Mental”. Juri akan mencari sejauh mana kamu memahami korelasi keduanya.
- Topik yang bisa diangkat: Diabetes Distress (stres akibat beban penyakit), kaitan antara depresi dengan kontrol gula darah, atau stigma sosial yang mempengaruhi psikologis penderita.
- Perspektif Solusi: Sajikan solusi inovatif, misalnya dukungan sebaya (peer support group) atau integrasi layanan psikologis dalam pengobatan diabetes.
2. Struktur Esai yang Solid
Pastikan alur esaimu logis dan mudah diikuti:
- Pendahuluan: Gunakan data terkini (misal: Data Riskesdas atau WHO) untuk menunjukkan urgensi masalah. Buatlah hook yang kuat.
- Isi/Analisis: Gunakan teori yang relevan. Hubungkan antara aspek fisiologis (kadar gula darah) dengan aspek psikologis.
- Kesimpulan & Rekomendasi: Rangkum poin utama dan berikan saran aplikatif bagi tenaga kesehatan, pasien, atau masyarakat umum.
3. Gunakan Referensi yang Kredibel
Karena ini esai ilmiah, hindari sumber dari blog pribadi atau Wikipedia. Gunakan:
- Jurnal ilmiah (Google Scholar, PubMed).
- Laporan resmi pemerintah (Kemenkes RI).
- Buku teks medis atau psikologi.
- Pastikan penulisan kutipan dan daftar pustaka rapi (sesuai format APA atau Vancouver).
4. Perhatikan Target Audiens & Juri
Dilihat dari daftar juri (Egi Anwari, S.Sn., M.Ds; Yupi Supartini, S.Kp., M.Sc; dan Ridhwan Ahmad Rizkiansyah, S.Hum.), komposisi juri terdiri dari ahli desain, keperawatan, dan humaniora.
- Tip: Kemas tulisanmu agar memiliki sisi empati (humanis) namun tetap akurat secara medis. Gunakan bahasa yang elegan namun tetap bisa dimengerti oleh audiens umum.
5. Orisinalitas dan Kreativitas Judul
Judul adalah pintu pertama. Hindari judul yang terlalu kaku seperti “Dampak Diabetes pada Mental”. Cobalah sesuatu yang lebih menggugah, contohnya:
“Melampaui Kadar Gula: Integrasi Dukungan Psikososial dalam Manajemen Diabetes Melitus di Indonesia.”
Ceklis Terakhir Sebelum Submit
[ ] Sudahkah melakukan cek typo (proofreading)?
[ ] Apakah format tulisan sudah sesuai pedoman (biasanya ada di Buku Panduan pada linktr.ee mereka)?
[ ] Apakah sudah membayar biaya pendaftaran (50k) ke rekening BNI yang tertera?
[ ] Apakah jumlah kata sudah sesuai batas?
Berikut adalah usulan kerangka esai ilmiah yang komprehensif untuk tema “Diabetes Melitus dan Dampak terhadap Kesehatan Mental”:
Judul Esai (Pilih salah satu atau modifikasi)
- Opsi 1: Dualitas Beban: Mengintegrasikan Kesejahteraan Mental dalam Manajemen Diabetes Melitus di Indonesia.
- Opsi 2: Beyond Glucose: Melawan Diabetes Distress melalui Pendekatan Holistik Bio-Psikososial.
I. Pendahuluan (Bobot: 15-20%)
- Latar Belakang: Sajikan data singkat prevalensi Diabetes Melitus (DM) yang terus meningkat di Indonesia.
- Masalah Utama: Jelaskan bahwa selama ini pengobatan DM terlalu fokus pada angka (kadar gula darah) dan sering melupakan aspek psikologis pasien.
- Thesis Statement: Jelaskan bahwa kesehatan mental yang buruk memperburuk kontrol glikemik, sehingga integrasi layanan kesehatan mental sangat krusial.
II. Analisis: Korelasi Diabetes dan Mental (Bobot: 30%)
- Diabetes Distress vs. Depresi: Jelaskan perbedaan antara stres akibat beban penyakit (merasa lelah dengan rutinitas obat/diet) dengan depresi klinis.
- Lingkaran Setan (The Vicious Cycle): * Stres fisik/mental $\rightarrow$ Hormon kortisol naik $\rightarrow$ Gula darah naik.
- Gula darah tidak terkontrol $\rightarrow$ Pasien merasa gagal/putus asa $\rightarrow$ Stres meningkat.
- Dampak Sosial: Bagaimana stigma “penyakit tidak bisa sembuh” mempengaruhi kepercayaan diri pasien.
III. Solusi dan Inovasi (Bobot: 35%)
Ini adalah bagian terpenting untuk menarik perhatian juri.
- Pendekatan Holistik: Usulkan perlunya skrinning kesehatan mental rutin (menggunakan kuesioner sederhana seperti PHQ-9) di Puskesmas bagi penderita DM.
- Inovasi Teknologi/Sosial: * Contoh: Pengembangan aplikasi pemantauan gula darah yang dilengkapi fitur jurnal emosi atau meditasi singkat.
- Atau: Pembentukan “Diabetes Peer Support” (kelompok sebaya) untuk berbagi beban emosional.
- Edukasi Keluarga: Peran keluarga sebagai support system utama untuk mencegah kejenuhan pengobatan (treatment fatigue).
IV. Penutup (Bobot: 15%)
- Sintesis: Rangkum kembali bahwa keberhasilan pengelolaan DM tidak hanya ditentukan oleh insulin, tetapi juga oleh ketangguhan mental pasien.
- Harapan/Closing Statement: Pernyataan kuat tentang perlunya kolaborasi antara dokter, psikolog, dan perawat (sesuai latar belakang penyelenggara dari Poltekkes/HIMA Keperawatan).
Tips Tambahan dari Saya:
- Gunakan Istilah yang Tepat: Sebutkan istilah seperti Diabetes Distress atau Self-Management Adherence. Ini menunjukkan kamu melakukan riset mendalam.
- Visualisasi Data (Jika diizinkan): Jika esainya boleh menyertakan grafik sederhana tentang kaitan stres dan gula darah, itu akan sangat membantu.
- Kesesuaian Penyelenggara: Karena ini diselenggarakan oleh HIMA Keperawatan, tonjolkan sedikit peran perawat dalam memberikan dukungan emosional kepada pasien
Untuk contoh ESAI pemenang lomba ESAI bidang kesehatan kamu bisa membaca esai yang keren karya kak Rossa Adelia, Pemenang Juara 1 Lomba Esai Kedokteran tingkat Nasional di UMY berikut ini!






Selamat berkarya




