Salin pertanyaan dan jawaban di BUKU TULIS KALIAN

ATAVISME

1. Jelaskan yang dimaksud dengan penyimpangan hukum mendel tipe ATAVISME!
2. Sebutkan 4 contoh perbedaan jengger pada ayam kaitannya dengan penyimpangan hukum mendel tipe ATAVISME dan jelaskan bagaimana perbedaan bentuknya!
3. Sebutkan fenotipe jengger ayam dari genotipe berikut ini: a) RrPP, b) rrPp, c) Rrpp, d) rrpp
4. Jabarkan 4 kode genotip pada gamet yang terbentuk dari genotip parental: RrPp!
5. Sebutkan perbandingan fenotip pada filial hasil persilangan antara parental bergenotip RrPp dan RrPp!

POLIMERI

6. Jelaskan mengapa kulit manusia berbeda-beda warna?
7. Jelaskan yang dimaksud dengan penyimpangan hukum mendel tipe POLIMERI!
8. Sebutkan dua contoh POLIMERI yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari!
9. Sebutkan perbandingan fenotip filial pada gandum hasil persilangan parental M1m1M2m2 dan M1m1m2m2!
10. Ada berapakah jenis genotip hasil persilangan POLIMERI tipe pigmentasi pada kulit manusia?

KRIPTOMERI

11. Tempel gambar bunga Linaria maroccana yang memiliki sifat KRIPTOMERI pada persilangannya!
12. Sebutkan fenotip bersifat KRIPTOMERI pada genotipe berikut: AaBb, Aabb, aaBB, aabb
13. Jelaskan yang dimaksud dengan KRIPTOMERI!
14. Sebutkan karakter dari gen A, a, B, dan b pada persilangan tipe KRIPTOMERI!
15. Mengapa bunga Linaria maroccana dapat berwarna ungu?
16. Mengapa bunga Linaria maroccana dapat berwarna merah?
17. Mengapa bunga Linaria maroccana dapat berwarna putih?

EPISTASIS & HIPOSTASIS

18. Apakah yang dimaksud dengan EPISTASIS?
19. Apakah yang dimaksud dengan HIPOSTASIS?
20. Apakah perbedaan antara Epistasis Dominan dan Epistasis Resesif?
21. Sebutkan contoh epistasis Dominan!
22. Sebutkan contoh epistasis Resesif!
23. Sebutkan contoh epistasis Dominan Rangkap!
24. Sebutkan contoh epistasis Resessif Rangkap!
25. Sebutkan contoh epistasis gen duplikat dengan efek kumulatif!
26. Sebutkan variasi warna biji kulit gandum pada Epistasis dominan!
27. Sebutkan variasi warna rambut tikus pada Epistasis resesif!
28. Sebutkan variasi Bunga Lathyrus odoratus pada Epistasis resesif rangkap!
29. Sebutkan variasi biji buah Capsella pada Epistasis dominan rangkap!
30. Mengapa warna bulu ayam bisa berbeda-beda?

KONKLUSI

31. Jelaskan 4 jenis penyimpangan semu hukum mendel akibat interaksi gen!
32. Apa manfaat dari mempelajari penyimpangan semu hukum mendel?
33. Warna kulit manusia berbeda-beda ditentukan oleh kombinasi tipe gen nya? Apakah gen ini bisa diubah dengan cara penggunaan kosmetik?


Share:
belajar asyik

Bima Ariyo

Seorang Guru, Desainer, Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Nama : Iqbal Ramadhan, XII IPA 3
    16. Mengapa Bunga Linaria maroccana bisa berwarna merah?
    Jawab : Bunga Linaria maroccana akan berwarna merah karena, adanya pigmen antosianin dan lingkungan basa, pigmen ini akan memberikan warna ungu. Tanaman bunga merah (Aabb) disilangkan dengan bunga putih (aaBb) menurunkan keturunan sebanyak 128 tanaman.

  • Nama : Deni Rahmawan
    Kelas : XII IPA 2
    Nomer 30
    Soal : Mengapa warna bulu ayam bisa berbeda-beda?
    Jawaban : Perbedaan tersebut dikarenakan adanya faktor gen aditif yaitu warna bulu. Pengaruh gen E menyebabkan warna bulu hitam, gen e+ menyebabkan warna bulu lurik, gen I/W+ menyebabkan warna bulu putih. Warna bulu yang berbeda pada berbagai macam ayam Kedu untuk umur yang sama menyebabkan adanya perbedaan skoring.m

  • Nama : Marcel fedi. T
    Kelas : XII. IPA2
    Nomor : 16
    Soal : Mengapa Bunga Linaria maroccana bisa berwarna merah?
    Jawab : Bunga Linaria maroccana akan berwarna merah karena, adanya pigmen antosianin dan lingkungan basa, pigmen ini akan memberikan warna ungu. Tanaman bunga merah (Aabb) disilangkan dengan bunga putih (aaBb) menurunkan keturunan sebanyak 128 tanaman.

  • Nama:M.fathurrizqy
    Kelas:XII IPA 3
    Nomber 31: jelaskan 4 jenis penyimpangan semu hukum mendel akibat interaksi gen.
    Jawab:1. Atavisme
    Penyimpangan semu Hukum Mendel yang pertama adalah atavisme. Atavisme adalah interaksi antar gen yang menghasilkan filia atau keturunan dengan fenotip yang berbeda dari induknya. Contoh atavisme dapat kamu temukan pada kasus jengger ayam.
    2. Kriptomeri
    Kriptomeri adalah peristiwa tersembunyinya gen dominan jika tidak berpasangan dengan gen dominan lainnya. Jadi, jika gen dominan tersebut berdiri sendiri, maka sifatnya akan tersembunyi (kriptos). Contoh kasus kriptomeri terdapat pada persilangan bunga Linaria maroccana. Bunga Linaria maroccana memiliki 4 gen, yaitu:

    A = terbentuk pigmen antosianin

    a = tidak terbentuk pigmen antosianin

    B = protoplasma basa

    b = protoplasma asam
    3. Polimeri
    Polimeri adalah interaksi antar gen yang bersifat kumulatif (saling menambah). Jadi, gen-gen tersebut saling berinteraksi untuk mempengaruhi dan menghasilkan keturunan yang sama. Contohnya adalah gandum berbiji merah yang memiliki dua gen yaitu M1 dan M2, sehingga apabila kedua gen tersebut bertemu maka ekspresi warna akan semakin kuat.
    4. Epistasis-Hipostasis
    Selanjutnya adalah epistasis-hipostasis. Epistasis-hipostasis merupakan peristiwa ketika gen yang bersifat dominan akan menutupi pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya. Gen yang menutupi disebut epistasis, sedangkan gen yang ditutupi disebut hipostasis. Contoh kasus epistasis dan hipostasis dapat ditemukan pada persilangan labu.

  • Nama : Avril Ratna Anjely
    Kelas : XII IPA 3
    No soal : 5

    Soal !
    Sebutkan perbandingan fenotip pada filial hasil persilangan antara parental bergenotip RrPp dan RrPp!

    JAWABAN :

    Pial/Jengger pada AYAM

    Kombinasi gen :
    P1 : RRPP X rrPP
    (rose) ( pea)
    G1 : Rp rp
    F1 : RtPp
    (Walnut)
    P2 : RrPp X RrPp
    RP, rP, Rp, rp RP, rP, Rp, rp
    (Walnut) (Walnut)

    Diperoleh F2 adalah walnut 9 (R-P-), rose 3 (R-pp), pea 3 (rrp-), dan single 1 (rrpp).

    PERBANDINGAN [ hasil RrPp x RrPp ]
    Rasio Fenotip= walnut : rose : pea : single
    = 9 Walnut : 3Rose : 3 Pea : 1 Single

  • nama : ira vip tambunanan
    14. Sebutkan karakter dari gen A, a, B, dan b pada persilangan tipe KRIPTOMERI!

    Gen yang terlibat adalah :

    A : Mengandung Pigmen Antosianin

    a : tidak mengandung antosianin

    B : Sifat sitoplasma basa

    b : Sifat sitoplasma asam

  • 1). Nama : Avly Arfiani Khoirunnisaa
    2). Kelas : XII IPA 3
    3). Nomor Soal : 6
    4). Pertanyaan : "POLIMERI". Mengapa kulit manusia berbeda-beda warna?
    5). Jawab : Pada dasarnya, warna kulit manusia memang berbeda-beda. Biasanya masyarakat yang berada di negara beriklim dingin cenderung memiliki warna kulit terang, sedangkan untuk masyarakat yang berada di negara beriklim tropis cenderung memiliki warna kulit lebih gelap. Hal ini terjadi karena adanya faktor warna pigmen kulit yang berhubungan dengan kondisi geografis dan radiasi sinar ultraviolet (UV). Warna kulit juga akan ditentukan oleh hormon estrogen dan progesteron yang ada dalam tubuh. Keduanya mempengaruhi produksi sel melanosit kulit, di mana estrogen akan memberikan warna gelap pada kulit dan untuk progesteron akan memberikan warna kulit yang terang.

    Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi perbedaan warna kulit yaitu dari faktor genetik. Gen tersebut termasuk gen yang memengaruhi respons terhadap sinar UV dan risiko melanoma. Perbedaan warna kulit manusia juga dipengaruhi oleh jumlah melanin yang ada pada kulit. Melanin yakni merupakan pigmen berwarna cokelat gelap yang diproduksi sel bernama "Melanosites". Melanin berguna dalam menjaga kulit dari bahaya sinar UV, yang bisa menyebabkan kanker kulit. Melanin merupakan tabir surya alami yang melindungi manusia dari berbagai efek berbahaya sinar UV.

    Dalam jumlah tertentu, sinar UV yang masuk ke dalam kulit bisa membantu tubuh menggunakan vitamin D dalam menyerap kalsium untuk memperkuat tulang.
    Itulah sebabnya, orang-orang dari negara dengan paparan sinar matahari yang lebih minim, akan memiliki warna kulit yang lebih terang. Kondisi ini memungkinan sinar UV masuk ke kulit dan memproduksi vitamin D. Sedangkan untuk kulit yang berwarna lebih gelap yang dimiliki para penduduk di daerah sekitar Khatulistiwa, akan berperan penting dalam mencegah kekurangan asam folat.

    Jadi, perbedaan pada warna kulit yang timbul pada manusia terjadi karena beberapa faktor yaitu faktor genetik, kondisi geografis, radiasi sinar ultraviolet, dan jumlah melanin yang terkandung dalam kulit tubuh manusia itu sendiri serta dapat juga dibentuk oleh faktor hormon esterogen dan progesteron.

  • Nama : Firziawan Adam Syafana
    Kelas : XII IPA 2
    Nomor Soal : 12
    Pertanyaan : Sebutkan Fenotipe bersifat kriptomeri pada genotipe berikut :
    1. AaBb : ungu
    2. Aabb : merah
    3. aaBB : putih
    4. aabb : putih

    Jawab : pada persilangan Linaria maroccana

    Parental 1: merah x putih

    Genotip: AAbb x aaBB

    Gamet: Ab x aB

    Filial 1: AaBb (ungu)

    Parental 2: ungu x merah

    Genotip: AaBb x AaBb

    Gamet: AB, Ab, aB, ab x AB, Ab, aB, ab

    Filial 2:

    1 AABB = ungu

    2 AaBB = ungu

    2 AABb = ungu

    4 AaBb = ungu

    1 AAbb = merah

    2 Aabb = merah

    1 aaBB = putih

    2 aaBb = putih

    1 aabb = putih

    Dari persilangan di atas maka dapat diketahui:

    Perbandingan genotip F2 adalah:

    AABB : AaBB : AABb : AaBb : AAbb : Aabb : aaBB : aaBb : aabb = 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1

    Perbandingan fenotip F2 adalah:

    Ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4

  • Raffi Naufal Ramadhan,Xll IPA 2
    27.sebutkan variasi warna rambut tikus pada epistasis dominan : jawabnya :Pada persilangan tersebut dikenal dengan persilangan semu Mendel. Jika gen berada bersama dengan dominan lain yang non alel akan menampakkan sifatnya dikenal dengan istilah kriptomeri. Hasil persilangan ungu heterozygot rangkap pada F2 menghasilkan perbandingan ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4.

    Warna rambut pada tikus ditentukan oleh gen yang menghasilkan melanin. Pada satu lokasi gen terdapat alel dominan (B) menentukan warna rambut cokelat gelap dan alel resesif (b) menentukan warna cokelat terang. Pada lokasi gen yang lain, alel dominan (C)  memungkinkan produksi melanin dan alel resesif (c) menyebabkan albino. Jika tikus albino bbcc kawin dengan tikus cokelat BBCC maka keturunan F1 dan F2 sebagai berikut:

    Pada peristiwa di atas dapat diketahui terdapat gen yang dipengaruhi gen lain, yang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

    Jika gen B bertemu C menjadi coklat gelap.Jika gen B bertemu c menjadi albino.Jika gen b bertemu C menjadi coklat terang.Jika gen b bertemu c menjadi albino.

    Parental 1: coklat gelap  x  albino

    Genotip: BBCC  x  bbcc

    Gamet: BC  x  bc

    Filial 1: BbCc ( coklat gelap)

    Parental 2: coklat gelap  x  coklat gelap

    Genotip: BbCc  x  BbCc

    Gamet: BC, Bc, bC, bc  x  BC, Bc, bC, bc

    Filial 2:

    1 BBCC = coklat gelap

    2 BBCc = coklat gelap

    2 BbCC = coklat gelap

    4 BbCc = coklat gelap

    1 BBcc = albino

    2 Bbcc = albino

    1 bbCC = coklat terang

    2 bbCc = coklat terang

    1 bbcc = albino

    Dari hasil persilangan di atas maka dapat diketahui:

    1. Pada keturunan F1 diperoleh:

    Rasio genotip F1 adalah BbCc 100%.Rasio fenotipnya adalah coklat gelap 100%.

    2. Pada keturunan F2 diperoleh:

    Perbandingan genotipnya adalah  BBCC : BBCc : BbCC : BbCc : BBcc : Bbcc : bbCC : bbCc : bbcc = 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1.Perbandingan fenotipnya adalah Coklat gelap : coklat terang : albino = 9 : 3 : 4.

  • Nama = Syahrani Isnaini
    Kelas = 12 IPA 3
    9. Sebutkan perbandingan fenotip filial pada gandum hasil persilangan parental MmMm dan MmMm!
    Jawab :
    Perbandingan [hasil M1m1M2m2 x M1m1M2m2]

    Merah : Putih = 15 : 1

  • XII-IPA 3,RAIHAN AHMAD F

    27. Sebutkan variasi warna rambut tikus pada Epistasis resesif!

    Jawab: Pada peristiwa epistasis resesif, gen dengan alel homozigot resesif mempengaruhi gen lain. Contohnya adalah epistasis resesif pada warna rambut tikus. Warna rambut tikus ditentukan oleh gen dengan alel A dan a. Alel A bersifat dominan terhadap a dan akan menghasilkan wama rambut abu-abu agouti. Alel a dalam keadaan homozigot (aa) akan menghasilkan wama rambut hitam. Kerja gen tersebut dipengaruhi oleh gen yang menentukan terjadinya pigmentasi wama pada rambut tikus dengan alel H dan h.

    Alel H menentukan terjadinya pigmentasi wama sehingga gen yang menghasilkan warna tetap bekerja. Gen penentu wama rambut akan tertutupi jika terdapat alel h dalam keadaan homozigot (hh) sehingga menghasilkan rambut tikus tidak berwarna (putih). Alel h menentukan tidak terjadinya pigmentasi wama pada rambut dan bersifat resesif.

    Jika dilakukan persilangan antara tikus wama hitam (HHaa) dengan tikus wama putih (hhAA), akan menghasilkan F1 100% tikus wama abu-abu agouti (HhAa). Hasil perkawinan sesama F1 menghasilkan keturunan F2 dengan komposisi wama abu-abu agouti : hitam : putih : 9 : 3 : 4.

  • Nama : Kamelia Aprilia
    Kelas : 12 IPA 3

    13.Kriptomeri adalah sebuah sifat gen dominan yang tersembunyi, jika gen dominan tersebut berdiri sendiri. Tetapi, jika gen dominan tersebut berhasil berinteraksi dengan gen dominan lainnya, akan muncul sifat gen dominan yang sebelumnya tersembunyi

  • Nama : Muhammad aji kurniawan
    Kelas : xii ipa 3

    Soal
    Jelaskan yang dimaksud dengan penyimpangan hukum mendel tipe ATAVISME!

    Jawaban :

    Atavisme adalah interaksi antar gen yang menghasilkan filia atau keturunan dengan fenotip yang berbeda dari induknya. Contoh atavisme dapat kamu temukan pada kasus jengger ayam

  • NAMA : Risa Adriani
    KELAS : XII IPA 1
    NO SOAL : 7
    SOAL : Jelaskan yang dimaksud dengan penyimpangan hukum mendel tipe POLIMERI!
    JAWABAN :Penyimpangan hukum Mendel tipe Polimeri adalah interaksi antar gen yang bersifat kumulatif (saling menambah) sebagai akibat dari interaksi dua gen atau lebih, atau bisa disebut sebagai GEN GANDA. Jadi, gen-gen tersebut saling berinteraksi untuk mempengaruhi dan menghasilkan keturunan yang sama.

  • Nama: Rafidain Amar
    Kelas: XII IPA 2
    NO SOAL: 4
    PERTANYAAN: jabarkan 4 kode genotip pada gamet yg terbentuk dari genotip parental!
    Jawab:
    RP,rP,Rp,rp

  • Nama : Maulidia
    Kelas : XII IPA 1
    10. Ada berapakah jenis genotip hasil persilangan POLIMERI tipe pigmentasi pada kulit manusia?

    Ada 64 :
    AABBCC, AABBCc, AABbCC, AaBBCC, AABbCc, AaBBCc, AaBbCC, AaBbCc, AAbBCC, AAbBCc, AAbbCC, AabBCC, AAbbCc, AabBCC, AabbCc, AabbCc, AABBCc, AABBcc, AABbCc, AaBbcc, AABbCc, AaBBcc, AaBbCc, AaBbCc,
    aABBCC, AaBBCc, aABbCC, aaBBCC, aABbCc, aaBbCc, aaBbCC, aaBbCc,
    AAbBcC, aABBcc, AAbbcC, AaBbCc, AAbbcc, AabBcc, AabbcC, Aabbcc,
    aAbBCC, aAbBCc, aAbbCC, aabBCC, aAbbCc, aabBCc, aabBCC, aabbCc,
    aABBcC, aABBcc, aABbcC, aaBBcC, aABbcc, aaBBcc, aaBbcC, aaBbcc,
    aAbBcC, aAbBcc, aABbcC, aabBcC, aAbbcc, aabBcc, aabbcC, aabbcc.

  • Nama : Artheysa jenia karindah
    kelas: XII IPA 2
    15. Mengapa bunga Linaria maroccana bisa berwarna ungu?

    Jawaban: Bunga linaria marocana merah (AAbb) disilangkan dengan bunga linaria maroccana putih (aaBB) menghasilkan bunga linaria marocana berwarna ungu (AaBb).

    Persilangan bunga linaria marocana merah (AAbb) disilangkan dengan bunga linaria maroccana putih (aaBB):
    P1: AAbb x aaBB

    G1: Ab x aB ( sesuai dengan hukum mendel 1, gamet adalah sumbangan 1 alel dari masing-masing gen)
    F1: AaBb (bunga berwarna ungu)

    -Mengapa bisa muncul warna ungu padahal yang disilangkan adalah bunga berwarna merah dan putih? (Jika menurut hukum Mendel, yang harus muncul adalah bunga warna merah dan putih dengan rasio perbandingan 3:1)

    – Hal ini dikarenakan adanya penyimpangan hukum Mendel yang disebut dengan kriptomeri. Warna ungu ternyata adalah gen dominan yang sifatnya akan muncul jika dua gen dominan muncul secara bersamaan.

  • Nama: Diana Indah Ramadhani
    Kelas: XII IPA 1
    Nomor soal: 8

    Pertanyaan:
    Sebutkan dua contoh POLIMERI yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari!
    Jawab:
    1). Persilangan antara bunga berwarna merah dengan bunga berwarna putih.
    2). Persilangan antara gandum berbiji merah gelap dengan putih, menghasilkan merah sedang 100%, lalu disilangkan lagi sesama merah sedang.

  • Nama : Senja Pra Ramadhan
    Kelas : XII IPA 3
    Nomor soal : 29

    Soal :
    29. Sebutkan variasi biji buah Capsella pada Epistasis dominan rangkap!

    Jawaban:
    Fenotip jengger yang baru ini disebabkan karena adanya interaksi (saling pengaruh) antara gen-gen.
    Adanya 16 kombinasi dalam F2 memberikan petunjuk bahwa ada 2 pasang alel yang berbeda ikut menentukan bentuk dari jengger ayam. Sepasang alel menentukan tipe jengger mawar dan sepasang alel lainnya untuk tipe jengger Kacang.
    Sebuah gen untuk mawar dan sebuh gen untuk kacang mengadakan interaksi menghasilkan jengger walnut, seperti terlihat pada ayam-ayam F1.
    Jengger mawar ditentukan oleh gen dominan R(berasal dari “rose”), jengger kacang oleh gen dominan P (berasal dari “pea”).
    Karena itu ayam berjengger mawar homozigot mempunyai genotip RRpp, sedangkan ayam berjengger kacang homozigot mempunyai genotip rrPP.
    Sedangkan ayam yang berjengger Tunggal adalah Ayam yang homozigot resesif.
    Perkawinan dua ekor ayam ini menghasilkan F1 yang berjengger walnut (bergenotip RrPp) dan F2 memperlihatkan perbandingan fenotip 9:3:3:1.
    Gen R dan gen P adalah bukan alel, tetapi masing-masing domina terhadap alelnya (R dominan terhadap r, P dominan terhadap p). sebuah atau sepasang gen yang menutupi (mengalahkan) ekspresi gen lain yang buka alelnya dinamakan gen yang epistasis. Gen yang dikalahkan ini tadi dinamakan gen yang hipostasis. Peristiwanya disebut epistasi dan hipostasi.

  • Nama : Milano Sheva Wibowo
    Kelas : XII IPA 2
    No soal : 29

    PERTANYAAN
    Sebutkan variasi biji buah Capsella pada Epistasis dominan rangkap!

    JAWABAN
    Contoh peristiwa epistasis dominan rangkap dapat dilihat pada pewarisan bentuk buah
    Capsella
    . Ada dua macam bentuk buah
    Capsella
    , yaitu segitiga dan oval. Bentuk segitiga disebabkan oleh gen dominan C dan D, sedang bentuk oval disebabkan oleh gen resesif c dand. Dalam hal ini C dominan terhadap D dan d, sedangkan D dominan terhadap C dan c.ma : Milano Sheva Wibowo
    Kelas : XII IPA 2
    No soal : 29

    PERTANYAAN
    Sebutkan variasi biji buah Capsella pada Epistasis dominan rangkap!

    JAWABAN
    Contoh peristiwa epistasis dominan rangkap dapat dilihat pada pewarisan bentuk buah
    Capsella
    . Ada dua macam bentuk buah
    Capsella
    , yaitu segitiga dan oval. Bentuk segitiga disebabkan oleh gen dominan C dan D, sedang bentuk oval disebabkan oleh gen resesif c dand. Dalam hal ini C dominan terhadap D dan d, sedangkan D dominan terhadap C dan c.

  • Nama : Milano Sheva Wibowo
    Kelas : XII IPA 2
    No soal : 29

    PERTANYAAN
    Sebutkan variasi biji buah Capsella pada Epistasis dominan rangkap!

    JAWABAN
    Contoh peristiwa epistasis dominan rangkap dapat dilihat pada pewarisan bentuk buah
    Capsella
    . Ada dua macam bentuk buah
    Capsella
    , yaitu segitiga dan oval. Bentuk segitiga disebabkan oleh gen dominan C dan D, sedang bentuk oval disebabkan oleh gen resesif c dand. Dalam hal ini C dominan terhadap D dan d, sedangkan D dominan terhadap C dan c.ma : Milano Sheva Wibowo
    Kelas : XII IPA 2
    No soal : 29

    PERTANYAAN
    Sebutkan variasi biji buah Capsella pada Epistasis dominan rangkap!

    JAWABAN
    Contoh peristiwa epistasis dominan rangkap dapat dilihat pada pewarisan bentuk buah
    Capsella
    . Ada dua macam bentuk buah
    Capsella
    , yaitu segitiga dan oval. Bentuk segitiga disebabkan oleh gen dominan C dan D, sedang bentuk oval disebabkan oleh gen resesif c dand. Dalam hal ini C dominan terhadap D dan d, sedangkan D dominan terhadap C dan c.

  • Nama : Milano Sheva Wibowo
    Kelas : XII IPA 2
    No soal : 29

    PERTANYAAN
    Sebutkan variasi biji buah Capsella pada Epistasis dominan rangkap!

    JAWABAN
    Contoh peristiwa epistasis dominan rangkap dapat dilihat pada pewarisan bentuk buah
    Capsella
    . Ada dua macam bentuk buah
    Capsella
    , yaitu segitiga dan oval. Bentuk segitiga disebabkan oleh gen dominan C dan D, sedang bentuk oval disebabkan oleh gen resesif c dand. Dalam hal ini C dominan terhadap D dan d, sedangkan D dominan terhadap C dan c.

  • Nama : Jelita
    Kelas : 12 IPA 3
    Nomor soal : 10
    Soal : Ada berapakah jenis genotip hasil persilangan POLIMERI tipe pigmentasi pada kulit manusia?
    Jawab : Ada 64
    Ada 64 :
    AABBCC, AABBCc, AABbCC, AaBBCC, AABbCc, AaBBCc, AaBbCC, AaBbCc, AAbBCC, AAbBCc, AAbbCC, AabBCC, AAbbCc, AabBCC, AabbCc, AabbCc, AABBCc, AABBcc, AABbCc, AaBbcc, AABbCc, AaBBcc, AaBbCc, AaBbCc,
    aABBCC, AaBBCc, aABbCC, aaBBCC, aABbCc, aaBbCc, aaBbCC, aaBbCc,
    AAbBcC, aABBcc, AAbbcC, AaBbCc, AAbbcc, AabBcc, AabbcC, Aabbcc,
    aAbBCC, aAbBCc, aAbbCC, aabBCC, aAbbCc, aabBCc, aabBCC, aabbCc,
    aABBcC, aABBcc, aABbcC, aaBBcC, aABbcc, aaBBcc, aaBbcC, aaBbcc,
    aAbBcC, aAbBcc, aABbcC, aabBcC, aAbbcc, aabBcc, aabbcC, aabbcc.

  • Nama : Jelita
    Kelas : 12 IPA 3
    Nomor soal : 10
    Soal : Ada berapakah jenis genotip hasil persilangan POLIMERI tipe pigmentasi pada kulit manusia?
    Jawab : Ada 64
    Ada 64 :
    AABBCC, AABBCc, AABbCC, AaBBCC, AABbCc, AaBBCc, AaBbCC, AaBbCc, AAbBCC, AAbBCc, AAbbCC, AabBCC, AAbbCc, AabBCC, AabbCc, AabbCc, AABBCc, AABBcc, AABbCc, AaBbcc, AABbCc, AaBBcc, AaBbCc, AaBbCc,
    aABBCC, AaBBCc, aABbCC, aaBBCC, aABbCc, aaBbCc, aaBbCC, aaBbCc,
    AAbBcC, aABBcc, AAbbcC, AaBbCc, AAbbcc, AabBcc, AabbcC, Aabbcc,
    aAbBCC, aAbBCc, aAbbCC, aabBCC, aAbbCc, aabBCc, aabBCC, aabbCc,
    aABBcC, aABBcc, aABbcC, aaBBcC, aABbcc, aaBBcc, aaBbcC, aaBbcc,
    aAbBcC, aAbBcc, aABbcC, aabBcC, aAbbcc, aabBcc, aabbcC, aabbcc.

  • Haikal Fikry D
    XII MIPA 2
    SOAL :
    14. Sebutkan karakter dari gen A, a, B, dan b pada persilangan tipe KRIPTOMERI!

    JAWAB :

    A = terbentuk pigmen antosianin

    a = tidak terbentuk pigmen antosianin

    B = protoplasma basa

    b = protoplasma asam

  • NAMA: RAHMAT ALVIANDRA ZUFRIAN
    KELAS: XII IPA 1

    Nomor Soal 21

    21. Sebutkan contoh epistasis Dominan!
    Jawaban:
    Contoh peristiwa epistasis dominan-resesif dapat dilihat pada pewarisan warna Bulu Ayam Ras. Dalam hal ini terdapat pasangan : Gen I yang menghalangi pigmentasi, Gen i, yang tidak menghalangi pigmentasi. Gen C, yang menimbulkan pigmentasi, dan Gen c, yang tidak menimbulkan pigmentasi.

  • jeanytha thifal 12 ipa 2
    Sebutkan contoh epistasis Dominan!
    P1= fenotip -bawang berumbi lapis merah X bawang berumbi lapis kuning-
    Genotip MMkk X mmKK
    G1= Mk X mK
    F1= MmKk (100% umbi merah)
    P2= F1 X F1
    MmKk MmKk
    G2=
    MK MK
    Mk Mk
    mK mK
    mk mk
    perbandingan fenotip=
    umbi merah : umbi kuning : umbi putih
    12 : 3 : 1

  • nama : Muhammad Farhan
    kelas : XII IPA 3

    apa yang dimaksud epistasis?
    jawab : sepasang gen yang menutupi atau mengalahkan ekspresi gen lain yang terletak pada lokus berbeda

  • NAMA : INDIRA MAY LISTI PUTRI
    KELAS : XII IPA 1

    SOAL
    1. Jelaskan yang dimaksud dengan penyimpangan hukum mendel tipe ATAVISME!

    JAWABAN
    1. Atavisme adalah interaksi antar gen yang menghasilkan filia (keturunan) dengan fenotip yang berbeda dari induknya atau juga munculnya suatu sifat baru karena adanya interaksi dari beberapa gen. Contoh atavisme dapat ditemukan pada pial/jengger ayam.

  • Nama :Maulana Firmawan
    Kelas : XII IPA 3
    Pertanyaan : Mengapa bunga Linaria maroccana bisa berwarna putih?
    Jawaban : karena pada linaria maroccana warna putih terdapat gen yang bersifat resesif seperti aaBB yang tidak mempunyai pigmen dan sitoplasma asam. pada aabb itu tidak mempunyai pigmen dan bersifat basa

  • Nama : Azka Azkia Rahmahdhani
    Kelas :XII IPA 2
    Pertanyaan :
    9. Sebutkan perbandingan fenotip filial pada gandum hasil persilangan parental MmMm dan MmMm!
    Jawaban :
    Perbandingan [hasil M1m1M2m2 x M1m1M2m2]

    Merah : Putih = 15 : 1

    MmMm × MmMm
    (Merah muda) × (Merah muda)

  • HANUM ARUMNINGTYAS
    XII IPA 2
    8. Sebutkan dua contoh POLIMERI yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari!
    Jawab:
    (1) gandum berbiji merah yang memiliki dua gen yaitu M1 dan M2, sehingga apabila kedua gen tersebut bertemu maka ekspresi warna akan semakin kuat.
    (2) persilangan antara bunga berwarna merah dengan bunga berwarna putih. Dihasilkan perbandingan F2 nya jika keturunan pertama disilangkan sesamanya adalah merah : putih = 15 : 1

  • Nama: Nadiya Zahra
    Kelas: XII IPA 3
    Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan hipostasis?
    Jawaban: hipostasis adalah gen yang tertutupi oleh sebuah atau sepasang gen lain yang terletak pada lokus berbeda. Secara singkat, epistasi merupakan gen yang menutupi dan yang ditutupi disebut hipostasis.

  • ( Nama )
    ~Dias Cahya Saputra~
    ( Kelas )
    XII IPA 1
    ( Nomor Soal )
    ~12~
    Soal Biologi !
    ~Sebutkan Fenotipe bersifat kriptomeri pada genotipe berikut~ :
    Jawab:
    1. AaBb : ( Ungu ) 2. Aabb : ( Merah ) 3. aaBB : ( Putih ) 4. aabb : ( Putih )

    Persilangan tersebut terjadi pada persilangan Linaria maroccana

    Parental 1: Merah x Putih
    Genotip: AAbb x aaBB
    Gamet: Ab x aB
    Filial 1: AaBb (ungu)
    Parental 2: ungu x merah
    Genotip: AaBb x AaBb
    Gamet: AB, Ab, aB, ab x AB, Ab, aB, ab

    Filial 2 :

    1 AABB = ( Ungu ) 2 AaBB = ( Ungu ) 2 AABb = ( Ungu ) 4 AaBb = ( Ungu ) 1 AAbb = ( Merah ) 2 Aabb = ( Merah ) 1 aaBB = ( Putih ) 2 aaBb = ( Putih ) 1 aabb = ( Putih )

    Dari persilangan tersebut maka :

    Perbandingan Genotip F2 adalah:
    1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1

    Perbandingan dari fenotip F2 adalah:
    Ungu : Merah : Putih = 9 : 3 : 4

  • Nama: Alif Ridho Mubarok
    Kelas: XII IPA 2
    Pertanyaan:
    3. Sebutkan fenotipe jengger ayam dari genotipe berikut ini: a) RrPP, b) rrPp, c) Rrpp, d) rrpp
    Jwb:
    A) RrPP = walnut
    B) rrPp = pea
    C) Rrpp = walnut
    D) rrpp = pea

  • Nama : Rahayu Febriyanti
    Kelas : XII IPA 1
    Nomor Soal : 19
    Pertanyaan : Apa yang dimaksud Hipostasis?
    Jawaban : Hipostasis adalah interaksi suatu gen yang bersifat ditutupi gen lainnya, baik terhadap alelnya dan alel lainnya.

  • Nama : Raiqa Mufida Ramaheram
    Kelas : XII IPA 1
    No. Soal : 24
    Soal : Sebutkan contoh epistasis Ressesif Rangkap
    Jawab : Pembentukan HCN pada tanaman clover
    Sianida dibentuk dari diagenik glukosa dengan bantuan enzim linamerase. Diperlukan alel-alel
    dominan pada lokus A dan B.
    Jika tidak ada lokus A, maka sianogenik glukosida tidak terbentuk.
    Jika tidak ada lokus B, maka
    enzim linamerase tidak terbentuk, dan sianida juga tidak dihasilkan.
    P : AABB ( hijau ) X aabb ( kuning )
    F1 : AaBb
    F2 : AABB ( hijau ) AABb ( hijau ) AaBB ( hijau ) AaBb ( hijau )
    AabB ( hijau ) AAbb ( kuning ) AaBb ( hijau ) Aabb ( kuning )
    AaBB ( hijau ) AaBb ( hijau ) aaBB ( kuning ) aaBb ( kuning )
    AabB ( hijau ) Aabb ( kuning ) aaBb ( kuning ) aabb ( kuning )
    Hijau : kuning
    9 : 7

  • Nama : Anabel Marcia
    Kelas : XII IPA 2
    Soal nomor : 7

    ☆ Pertanyaan : Jelaskan yang dimaksud dengan penyimpangan hukum mendel tipe polimeri!

    ☆ Jawabannya : Penyimpangan hukum mendel tipe polimeri adalah interaksi antar gen yang bersifat kumulatif (saling menambah). Jadi, gen-gen tersebut saling berinteraksi untuk mempengaruhi dan menghasilkan keturunan yang sama.

  • Nama : Azzahrah Fahira
    Kelas : XII IPA 1
    Nomor Soal : 6

    Pertanyaan :
    Mengapa kulit manusia berbeda-beda warna?
    Jawab :
    Warna kulit seseorang ditentukan oleh jumlah melanin di kulitnya. Melanin adalah pigmen coklat gelap hingga hitam yang diproduksi oleh sel-sel khusus yang disebut melanosit. Tujuan melanin adalah melindungi kulit manusia dari sinar UV matahari yang berbahaya. Radiasi ultraviolet dapat menyebabkan kulit kanker. Melanin bertugas sebagai tabir surya alami dengan menyerap sinar UV ini. Semakin banyak melanin yang dimiliki kulit kita, semakin gelap pula kulit dan semakin banyak perlindungan terhadap sinar UV pada kulit kita. Orang dengan kulit terang biasanya hanya memiliki sedikit melanin. Orang dengan kulit lebih gelap memiliki lebih banyak melanin. Orang dengan warna kulit kuning memiliki lebih banyak jenis pigmen lain yang disebut karoten. Orang-orang yang tinggal di daerah tropis lebih banyak terpapar radiasi UV Matahari yang berbahaya. Akibatnya, kulitnya cenderung menjadi lebih gelap karena tubuh memproduksi lebih banyak melanin untuk menangkal efek dari sinar Matahari. Selama beberapa generasi berturut-turut, gen diturunkan dari orang tua kepada anak-anak, termasuk kecenderungan untuk menghasilkan sejumlah melanin. Tubuh kita beradaptasi dengan kondisi tempat hidup seiring waktu dan mereka mewariskan sifat-sifat ini kepada keturunannya. Karena itulah warna kulit kita biasanya cenderung mirip dengan warna kulit kedua orang tua kita.
    (source : bobo.id)

  • Nama : Salsabila Al-Baihaqi Hidayat
    Kelas : XII IPA 1
    14. Sebutkan karakter dari gen A, a, B, dan b pada persilangan tipe KRIPTOMERI!
    A : Mengandung Pigmen Antosianin
    a : tidak mengandung antosianin
    B : Sifat sitoplasma basa
    b : Sifat sitoplasma asam

  • Nama : Anisa Dliya Azzahra
    Kelas : XII IPA 1
    Pertanyaan : Apakah yang dimaksud dengan EPISTASIS?
    Jawaban :
    Epistasis adalah pengaruh yang disebabkan oleh suatu gen terhadap gen lainnya (bukan alel)sehingga sifat yang berasal dari gen tersebut tidak muncul

  • Nama : Raihan saputra
    Kelas : XII IPA 1
    Nomor soal : 26

    Pertanyaan:
    •Sebutkan variasi warna biji kulit gandum pada Epistasis dominan!

    Jawaban
    •Gandum berbiji hitam dan gandum berbiji kuning

  • Nama : Zahra Nur Aprilia
    Kelas : XII IPA 1
    Nomer soal : 23

    SOAL?
    23.) Sebutkan Contoh Epistasis Gen Dominan Rangkap!

    JAWABAN?
    Contoh epistasis gen dominan rangkap adalah pada tanaman kantong gembala. Dua gen dengan alel dominan A dan B menyebabkan kapsul biji berbentuk segi tiga, sedangkan resesifnya berbentuk membulat. Persilangan antara tanam berbiji segitiga dengan tanaman berbiji membulat menghasilkan semua tanaman berbiji segitiga. Hasil perkawinan tersebut menghasilkan keturunan F2 dengan perbandingan fenotip biji segitiga : biji membulat = 15 : 1

    P1 : AABB x aabb
    Segitiga x Membulat

    Gamet : AB x ab

    F1 : AaBb
    Segitiga

    P2 : AaBb x AaBb

    F2 : • A_B_ : segitiga
    • A_bb : segitiga
    • aaB_ : segitiga
    • aabb : membulat

    9 : 3 : 3 : 1

  • Nama: Muhammad Rifqi Fadhali
    Kelas : XII IPA 3
    No soal: 25
    Pertanyaan:Sebutkan contoh epistasis gen duplikat dengan efek kumulatif!
    Jawab: Contoh Kejadian Epistasis gen duplikat dengan efek kumulatif
    Pada Babi Ras Duroc
    Perkawinan antara Babi Ras Duroc yang berwama Sandy dengan Genotipe yang
    berlainan, maka akan didapatkan Fenotipe Ratio F2 yang menyimpang dan Nisbah
    Normal Mendel 9:3:3:1
    Jadi, Misalkan Babi yang pertama Genotipenya adalah AAbb dan Babi
    Kedua adalah aaBB, maka Hasil F1 akan didapatkan Babi yang
    berwama Merah. Sedangkan pada hasi F2 akan didapatkan Babi yang
    berwama Merah: Sandy (Merah keputihan): Putin = 9:6:1
    Skema persilangannya adalah sebagai berikut
    Р AAbb (Sandy) X aaBB (Sandy)
    AaBb (Merah Heterozigot)
    Gamet AB, Ab aB dan ab
    F2 Dengan mempergunakan Checker Board maka
    A-8-9 (Merah)
    aab-
    3 (Sandy)
    A-bb 3 (Sandy)
    aabb : 1 (Putih)
    Jadi disini didapatkan perbandingan pada F2 adalah Merah Sandy Puth = 9:6 1
    Catatan :
    . Gen A menyebabkan warna Merah
    Gen a menekan Gen B
    Gen B menyebabkan Wama Merah
    Gen bb menekan Gen A

  • Nama : Widyas Fikriah Nur Rahmadhani
    Kelas : XII IPA 1
    3. Sebutkan fenotipe jengger ayam dari genotipe berikut ini: a.) RrPP, b.) rrPp, c.) Rrpp, d.) rrpp.
    Jawaban :
    a.) RrPP = walnut
    b.) rrPp = pea
    c.) Rrpp = ros
    d.) rrpp = single

  • Nama: Rafi Alif Aulya
    12 IPA 1
    Soal: 29. Sebutkan variasi biji buah Capsella pada Epistasis dominan rangkap!
    Jawaban:
    Epistasis dominan rangkap : peristiwa dua gen dominan atau lebih yang bekerja untuk munculnya satu fenotip tunggal. Apabila gen dominan dari pasangan gen I epistatis terhadap pasangan gen II yang bukan alelnya, sementara gen dominan dari pasangan gen II ini juga epistatis terhadap pasangan gen I, maka epistasis yang terjadi dinamakan epistasis dominan ganda. Epistasis ini menghasilkan nisbah fenotipe 15 : 1 pada generasi F2.
    Contoh variasi bentuk buah Capsella. Ada dua macam bentuk buah Capsella, yaitu segitiga dan oval. Bentuk segitiga disebabkan oleh gen dominan C dan D, sedang bentuk oval disebabkan oleh gen resesif c dan d. Dalam hal ini C dominan terhadap D dan d, sedangkan D dominan terhadap C dan c.

  • NAMA : RAKHA BAGAS
    KELAS : XII IPA 1
    SOAL : NOMER 6

    PERTANYAAN : mengapa kulit manusia berbeda beda warna
    ?

    Jawab : Secara biologis, manusia memiliki struktur kulit yang sama, warna kulit manusia dipengaruhi oleh banyaknya melanin (zat pigmen kulit) pada kulit. Melanin diproduksi oleh melanosit, sel khusus di lapisan dermis kulit.

    Semakin banyak melanin, semakin gelap warna kulit seseorang. Sebaliknya, semakin sedikit kandungan pigmen melanin dalam tubuh seseorang, maka warna kulitnya akan semakin putih, kecuali pada kasus kelainan warna kulit (misalnya albino: orang yang tidak memiliki melanin).

  • Nama: Gilang Fajar
    Kelas: XII IPA 3
    Pertanyaan: Apakah perbedaan antara Epistasis Dominan dan Epistasis Resesif?
    Jawaban: Epistasis dominan terjadi jika satu gen dominan bersifat epistasis, misalnya bila A epistasis terhadap B dan b. Rasio fenotipe pada F2 adalah 12 : 3 : 1. Sedangkan Epistasis resesif terjadi jika gen epistasis resesif dalam keadaan homozigot mampu menutupi ekspresi pasangan gen lain (epistasis) yang bukan alelnya. Rasio fenotipe pada F2 adalah 9 : 3 : 4.

  • Nama : Galih yama
    Kelas : XII IPA 3
    12. Sebutkan fenotip bersifat KRIPTOMERI pada genotipe berikut: AaBb, Aabb, aaBB, aabb

    Jawab :Parental 1: merah x putih

    Genotip: AAbb x aaBB

    Gamet: Ab x aB

    Filial 1: AaBb (ungu)

    Parental 2: ungu x merah

    Genotip: AaBb x AaBb

    Gamet: AB, Ab, aB, ab x AB, Ab, aB, ab

    Filial 2:

    1 AABB = ungu

    2 AaBB = ungu

    2 AABb = ungu

    4 AaBb = ungu

    1 AAbb = merah

    2 Aabb = merah

    1 aaBB = putih

    2 aaBb = putih

    1 aabb = putih

    Dari persilangan di atas maka dapat diketahui:

    Perbandingan genotip F2 adalah:

    AABB : AaBB : AABb : AaBb : AAbb : Aabb : aaBB : aaBb : aabb = 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1

    Maka: AaBb = 4(ungu) : Aabb = 2(merah) : aaBb = 1(putih) : AAbb = 1(putih)

    Perbandingan fenotip F2 adalah:

    Ungu : merah : putih = 4 : 2 : 2

    Penyimpangan semu hukum Mendel merupakan persilangan yang menghasilkan rasio fenotif berbeda dengan dasar dihibrid menurut hukum Mendel.

  • Nama: Tito Setyo
    Kelas: XII IPA 1
    Pertanyaan: Jelaskan yang dimaksud dengan KRIPTOMERI!
    Jawab: Kriptomeri adalah sifat gen dominan yang tersembunyi jika gen tersebut berdiri sendiri, namun setelah berinteraksi dengan gen dominan lainnya akan muncul sifat yang tersembunyi itu.

  • Nama. : Lukas Devito Chandra
    Kelas : XII IPA 3
    Pertanyaan: Sebutkan 4 contoh perbedaan jengger pada ayam kaitannya dengan penyimpangan hukum mendel tipe ATAVISME dan jelaskan bagaimana perbedaan bentuknya!
    Jawaban : Ada empat macam bentuk jengger ayam yaitu walnut (R.P.), rose (R.pp), pea (rrP.), dan single (rrpp). Jika ayam dengan tipe jengger walnut (RRPp) disilangkan dengan jengger pea (rrPP) maka rasio fenotip keturunannya adalah:

    Parental: walnut x pea

    Genotip: RRPp x rrPP

    Gamet: RP, Rp x rP

    Filial:

    1 RrPP = walnut

    2 RrPp = walnut

    Dari hasil persilangan di atas dapat diketahui bahwa keturunan yang dihasilkan 100% walnut.

    Berikut ini contoh persilangan lain dari interaksi gen:

    Parental: walnut x rose

    Genotip: RrPp x Rrpp

    Gamet: RP, Rp, rP, rp x Rp, rp

    Filial:

    1 RRPp = walnut

    2 RrPp = walnut

    1 RRpp =rose

    2 Rrpp = rose

    1 rrPp = pea

    1 rrpp = single (bilah)

    Dari persilangan di atas diketahui perbandingan fenotipnya adalah:

    Walnut : rose : pea : bilah = 3 : 3 : 1 : 1

    Penyimpangan semu hukum Mendl merupakan bentuk persilangan yang menghasilkan rasio fenotif yang berbeda dengan dasar dihibrid menurut hukum Mendell. Meskipun tampak berbeda sebenarnya rasio fenotif yang diperoleh merupakan modifikasi dari penjumlahan rasio fenotip hukum mendel semula. Adapun macam penyimpangan hukum Mendel adalah sebagai berikut:

    1. Polimeri adalah suatu gejala dimana terdapat banyak gen bukan alel tetapi mempengaruhi karakter/sifat yang sama. Polimeri memiliki ciri-ciri makin banyak gen dominan, maka sifat karakternya makin kuat. Contoh: persilangan antara gandum berkulit merah dengan gandum berkulit putih. Dihasilkan perbandingan F2 nya adalah merah : putih = 15 : 1

    2. Kriptomeri merupakan suatu peristiwa dimana suatu faktor tidak tampak pengaruhnya bila berdiri sendiri, tetapi baru tampak pengaruhnya bila ada faktor lain yang menyertainya. Kriptomeri memiliki ciri khas: ada karakter baru muncul bila ada 2 gen dominan bukan alel berada bersama. Contoh: persilangan Linaria maroccana bunga merah dengan bunga putih dihasilkan rasio fenotif F2 ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4

    3. Epistasis-hipostasis merupakan suatu peristiwa dimana suatu gen dominan menutupi pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya. Gen yang menutupi disebut epistasis, dan yang ditutupi disebut hipostasis. Jika H dan K berada bersama-sama dan keduanya dominan, maka karakter yang muncul adalah hitam. Ini berarti hitam epistasis (menutupi) terhadap kuning/kuning hipostasis (ditutupi) terhadap hitam. Contoh: persilangan antara jagung berkulit hitam dengan jagung berkulit kuning. Dihasilkan rasio fenotif F2 hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1

    4. Komplementer merupakan bentuk kerjasama dua gen dominan yang saling melengkapi untuk memunculkan suatu karakter. Gen D dan E berada bersama bekerjasama memunculkan karakter normal. Komplementer memiliki ciri-ciri bila hanya memiliki salah satu gen dominan D atau E saja, karakter yang muncul adalah bisu tuli. Contoh: perkawinan antara dua orang yang sama-sama bisu tuli. Dihasilkan perbandingan fenotif F2 normal : bisu tuli = 9 : 7

    5. Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen dominan maupun antar gen resesif. Pada interaksi gen memiliki ciri-ciri bahwa ada 2 karakter baru muncul yaitu Walnut (muncul karena interaksi 2 gen dominan) dan Singel (muncul karena interaksi 2 gen resesif). Contoh: mengenai pial/jengger pada ayam. Dihasilkan rasio fenotif F2 Walnut : Ros : Pea : Single = 9 : 3 : 3 : 1

  • Lanjutan : Penyimpangan semu hukum Mendl merupakan bentuk persilangan yang menghasilkan rasio fenotif yang berbeda dengan dasar dihibrid menurut hukum Mendell. Meskipun tampak berbeda sebenarnya rasio fenotif yang diperoleh merupakan modifikasi dari penjumlahan rasio fenotip hukum mendel semula. Adapun macam penyimpangan hukum Mendel adalah sebagai berikut:

    1. Polimeri adalah suatu gejala dimana terdapat banyak gen bukan alel tetapi mempengaruhi karakter/sifat yang sama. Polimeri memiliki ciri-ciri makin banyak gen dominan, maka sifat karakternya makin kuat. Contoh: persilangan antara gandum berkulit merah dengan gandum berkulit putih. Dihasilkan perbandingan F2 nya adalah merah : putih = 15 : 1

    2. Kriptomeri merupakan suatu peristiwa dimana suatu faktor tidak tampak pengaruhnya bila berdiri sendiri, tetapi baru tampak pengaruhnya bila ada faktor lain yang menyertainya. Kriptomeri memiliki ciri khas: ada karakter baru muncul bila ada 2 gen dominan bukan alel berada bersama. Contoh: persilangan Linaria maroccana bunga merah dengan bunga putih dihasilkan rasio fenotif F2 ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4

    3. Epistasis-hipostasis merupakan suatu peristiwa dimana suatu gen dominan menutupi pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya. Gen yang menutupi disebut epistasis, dan yang ditutupi disebut hipostasis. Jika H dan K berada bersama-sama dan keduanya dominan, maka karakter yang muncul adalah hitam. Ini berarti hitam epistasis (menutupi) terhadap kuning/kuning hipostasis (ditutupi) terhadap hitam. Contoh: persilangan antara jagung berkulit hitam dengan jagung berkulit kuning. Dihasilkan rasio fenotif F2 hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1

    4. Komplementer merupakan bentuk kerjasama dua gen dominan yang saling melengkapi untuk memunculkan suatu karakter. Gen D dan E berada bersama bekerjasama memunculkan karakter normal. Komplementer memiliki ciri-ciri bila hanya memiliki salah satu gen dominan D atau E saja, karakter yang muncul adalah bisu tuli. Contoh: perkawinan antara dua orang yang sama-sama bisu tuli. Dihasilkan perbandingan fenotif F2 normal : bisu tuli = 9 : 7

    5. Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen dominan maupun antar gen resesif. Pada interaksi gen memiliki ciri-ciri bahwa ada 2 karakter baru muncul yaitu Walnut (muncul karena interaksi 2 gen dominan) dan Singel (muncul karena interaksi 2 gen resesif). Contoh: mengenai pial/jengger pada ayam. Dihasilkan rasio fenotif F2 Walnut : Ros : Pea : Single = 9 : 3 : 3 : 1

  • Lanjutan : Contoh: persilangan Linaria maroccana bunga merah dengan bunga putih dihasilkan rasio fenotif F2 ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4

    3. Epistasis-hipostasis merupakan suatu peristiwa dimana suatu gen dominan menutupi pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya. Gen yang menutupi disebut epistasis, dan yang ditutupi disebut hipostasis. Jika H dan K berada bersama-sama dan keduanya dominan, maka karakter yang muncul adalah hitam. Ini berarti hitam epistasis (menutupi) terhadap kuning/kuning hipostasis (ditutupi) terhadap hitam. Contoh: persilangan antara jagung berkulit hitam dengan jagung berkulit kuning. Dihasilkan rasio fenotif F2 hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1

    4. Komplementer merupakan bentuk kerjasama dua gen dominan yang saling melengkapi untuk memunculkan suatu karakter. Gen D dan E berada bersama bekerjasama memunculkan karakter normal. Komplementer memiliki ciri-ciri bila hanya memiliki salah satu gen dominan D atau E saja, karakter yang muncul adalah bisu tuli. Contoh: perkawinan antara dua orang yang sama-sama bisu tuli. Dihasilkan perbandingan fenotif F2 normal : bisu tuli = 9 : 7

    5. Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen dominan maupun antar gen resesif. Pada interaksi gen memiliki ciri-ciri bahwa ada 2 karakter baru muncul yaitu Walnut (muncul karena interaksi 2 gen dominan) dan Singel (muncul karena interaksi 2 gen resesif). Contoh: mengenai pial/jengger pada ayam. Dihasilkan rasio fenotif F2 Walnut : Ros : Pea : Single = 9 : 3 : 3 : 1

  • Lanjutan : karakter yang muncul adalah bisu tuli. Contoh: perkawinan antara dua orang yang sama-sama bisu tuli. Dihasilkan perbandingan fenotif F2 normal : bisu tuli = 9 : 7

    5. Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen dominan maupun antar gen resesif. Pada interaksi gen memiliki ciri-ciri bahwa ada 2 karakter baru muncul yaitu Walnut (muncul karena interaksi 2 gen dominan) dan Singel (muncul karena interaksi 2 gen resesif). Contoh: mengenai pial/jengger pada ayam. Dihasilkan rasio fenotif F2 Walnut : Ros : Pea : Single = 9 : 3 : 3 : 1

  • Pial/Jengger pada AYAM
    Kombinasi gen :
    • R _ P _ : WALNUT (sumpel)
    • R _ pp : ROSE (mawar)
    • rr P_ : PEA (ercis)
    • rrpp : SINGLE (tunggal)
    PERBANDINGAN [ hasil RrPp x RrPp ]
    Jenis jengger = walnut : rose : pea : single = 9 : 3 : 3 : 1

  • NAMA: Fauzi Fahrudin
    KELAS: XIIPA1
    SOAL: MENGAPA WARNA BULU AYAM BISA BERBEDA-BEDA?

    Jawab: bahwa ayam dengan bulu-bulu berwarna putih dengan earlobes atau daun telinga yang berwarna putih akan menghasilkan telur berwarna putih. Sedangkan bahwa ayam dengan bulu berwarna kemerahan dan kecoklatan dengan daun telinga warna merah, akan menghasilkan telur dengan cangkang warna coklat.

  • Nama : Muhammad Faisal
    Kelas : 12 IPA 2
    23. Sebutkan contoh epistasis Dominan Rangkap!

    Jawab: pada pewarisan warna buah waluh besar (Cucurbita pepo).Dalam hal ini terdapat :Gen Y yang menyebabkan buah berwarna kuningGen y yang menyebabkan buah berwarna hijauGen W yang menghalangi pigmentasi danGen w yang tidak menghalangi pigmentasi.Bagaimanakah keturunan F1 dan F2 dari persilangan antara waluh putih (WWYY) dan waluh hijau (wwyy)?

    Jawaban: Fenotipe pada generasi F2 dengan adanya epistasis dominan adalah 12 : 3 : 1.

  • Rosikhul ulum
    XII IPA 1
    perbedaan 4 contoh perbedaan jengger ayam kaitan penyimpangan hukum mendel atavisme

    lanjutan: Bentuk dari jengger ayam tidak hanya diatur oleh satu gen, melainkan interaksi dari dua gen. Persilangan ayam yang memliki jengger rose (RRpp) dengan ayam berjengger pea (rrPP) akan menghasilkan keturunan F1 100% berjengger walnut (RrPp). Hasil perkawinan sesama F2 akan menghasilkan keturunan F dengan perbandingan fenotip walnut: rose : pea : single = 9 : 3 : 3 : 1.

    Penyimpangan yang terjadi dalam atavisme bukan mengenai perbandingan fenotip F2, melainkan munculnya sebuah sifat baru pada jengger ayam, yaitu walnut dan single. Tipe jengger walnut merupakan hasil interaksi dari dua gen yang berdiri sendiri, sedangkan tipe jengger single merupakan hasil interaksi dua gen resesif
    bentuknya :
    walnut : lancip, berdiri (jabrik)
    pea : berdiri, mengkerut
    single : mengekrut (seperti kacang mede)
    rose : bergerigi

  • Nama:Afriliano Saptila Rozaan Putra
    Kelas:Xll IPA 1
    15. Mengapa bunga Linaria maroccana bisa berwarna ungu?
    Jawab:dikarenakan adanya penyimpangan hukum Mendel yang disebut dengan kriptomeri (Dilansir dari Essensial Biology Campbell. Warna ungu ternyata adalah gen dominan yang sifatnya akan muncul jika dua gen dominan muncul secara bersamaan.Yang dicari adalah rasio fenotipe dari F2 atau rasio fenotipe hasil persilangan sesama F1. Maka bunga linaria marocana berwarna ungu (AaBb) harus disilangkan dengan sesamanya. Genotipe marocana ungu adalah AaBb, sehingga akan menghasilkan gamet Ab, Ab, aB, dan ab.

  • Nama: Ego Akhrum
    Kelas: XII IPA1
    Pertanyaan: Sebutkan contoh epistasis gen duplikat dengan efek kumulatif?

    Jawab: Kejadian incomplet
    ucate Epista
    Pada Babi Ras Duroc
    Perkawinan antara Babi Ras Duroc yang berwama Sandy dengan Genotipe yang
    berlainan, maka akan didapatkan Fenotipe Ratio F, yang menyimpang dan Nisbah
    Nomal Mendel 9:3:3:1.
    Jadi, Misalkan Babi yang pertama Genotipenya adalah AAbb dan Babi
    Kedua adalah aaBB, maka Hasil F1 akan didapatkan Babi yang
    berwama Merah. Sedangkan pada hasi F2 akan didapatkan Babi yang
    berwama Merah Sandy (Merah keputihan) : Putih = 9:6:1
    Duroc
    Skema persilangannya adalah sebagai berikut :
    : AAbb (Sandy) x aaBB (Sandy)
    AaBb (Merah Heterozigot)
    P
    F1
    Gamet : AB, Ab, aB dan ab
    : Dengan mempergunakan Checker Board, maka :
    A-B- :9 (Merah)
    aаB- : 3 (Sandy)
    A-bb : 3 (Sandy)
    aabb : 1 (Putih)
    F2
    Jadi disini didapatkan perbandingan pada F2 adalah Merah : Sandy : Putih = 9 :6: 1.
    Catatan :
    • Gen A menyebabkan warna Merah
    • Gen aa menekan Gen B
    • Gen B menyebabkan Wama Merah
    Gen bb menekan Gen A

  • Nama: Farhan khairulloh
    Kelas: XII IPA 1
    Pertanyaan: no 32.
    Apa manfaat dari mempelajari penyimpangan semu hukum mendel?

    Jawaban: Agar kita mengetahui secara detail lagi tentang materi genetika dan mempajari macam macam semu hukum mendel yang tidak hanya 1 saja

  • Nama : Rizki Cahyadi
    Kelas : XII IPA 1
    No Soal 20
    Apakah perbedaan antara Epistasis Dominan dan Epistasis Resesif?
    Jawaban :
    Epistasis dominan terjadi jika satu gen dominan bersifat epistasis, misalnya bila A epistasis terhadap B dan b. Rasio fenotipe pada F2 adalah 12 : 3 : 1.

    Epistasis resesif terjadi jika gen epistasis resesif dalam keadaan homozigot mampu menutupi ekspresi pasangan gen lain (epistasis) yang bukan alelnya. Rasio fenotipe pada F2 adalah 9 : 3 : 4.

  • Nama : Rizki Cahyadi
    Kelas : XII IPA 1
    No Soal 20
    Apakah perbedaan antara Epistasis Dominan dan Epistasis Resesif?
    Jawaban :
    Epistasis dominan terjadi jika satu gen dominan bersifat epistasis, misalnya bila A epistasis terhadap B dan b. Rasio fenotipe pada F2 adalah 12 : 3 : 1.

    Epistasis resesif terjadi jika gen epistasis resesif dalam keadaan homozigot mampu menutupi ekspresi pasangan gen lain (epistasis) yang bukan alelnya. Rasio fenotipe pada F2 adalah 9 : 3 : 4.

  • Nama : Umi Khulsum
    Kelas : XII IPA 3
    Nomor soal : 7
    Soal : jelaskan yang dimaksud dengan penyimpangan hukum mandel tipe polimeri
    Jawaban soal : Polimeri adalah bentuk interaksi gen yang bersifat kumulatif (saling menambah). Polimeri terjadi akibat adanya interaksi antara dua gen atau lebih, sehingga disebut juga sifat gen ganda.

  • Nama : Ivana Theresia P
    Kelas : XII IPA 2
    No Soal : 22
    Pertanyaan: Sebutkan contoh epistasif resesif?
    Jawaban: Contoh epistasis resesif dapat dilihat pada pewarisan warna rambut mencit (Mus musculus).Ada dua pasang gen nonalelik yang mengatur warna bulu pada mencit, yaitu :gen A menyebabkan bulu berwarna kelabu,gen a menyebabkan bulu berwarna hitam,gen C menyebabkan pigmentasi normal, dangen c menyebabkan tidak ada pigmentasi (putih).Bagaimanakah keturunan F1 dan F2 dari persilangan antara mencit berbulu hitam (CCaa) dan albino (ccAA) ?
    Akibat peristiwa ini, pada generasi F2 akan diperoleh nisbah fenotipe 9 : 3 : 4.

  • Nama : Tiara Anandia
    Kelas : XII IPA 2
    No soal : 25
    Sebutkan contoh epistasis gen duplikat dengan efek kumulatif!

    Jawab :
    Epistasis geb duplikat dengan efek kumulatif pada Babi Ras Duroc

    Perkawinan antara Babi Ras Duroc yang berwarna sandy dengan genotipe yang berlainan, maka akan mendapatkan Fenotipe ratio F2 yang menyimpang dari nisbah normal mendel 9:3:3:1. Jadi, misalkan babi yang pertama Genotipe nya adalah AAbb dan babi kedua adala aaBB maka hasil F1 akan di dapatkan babi berwarna merah. Sedangkan pada hasil F2 akan di dapatkan babi yang berwarnah Merah sandy (merah keputihan) : Putih = 9:6:1
    Skema persilangan nya adalah :
    P : AAbb (Sandy) × aaBB (Sandy)
    F1 : AaBb (merah heterozigot)
    Gamet : AB, Ab,aB, dan ab
    F2 : A-B- : 9 (Merah)
    aaB- : 3 (Sandy)
    A-bb : 3 (Sandy)
    aabb : 1 (Putih)
    Perbandingan pada F2 Merah : Sandy : Putih = 9:6:1

    • Gen A menyebabkan warna merah
    • Gen aa menekan gen B
    • Geb B menyebabkan warna merah
    • Gen bb menekan gen A

  • Nama : Farhan Hardika Pratama
    Kelas : XII IPA 1
    Nomor soal : 22

    Soal!
    22.) Sebutkan contoh epistasis Resesif!

    Jawaban?
    Tikus berambut hitam disilangkan dengan tikus berambut putih. Rambut hitam ditentukan oleh gen B, sedangkan rambut putih ditentukan oleh gen resesif bb. Gen bb bersifat epistasis terhadap gen G yang mengendalikan warna abu-abu dan alel g. Ternyata, F1 seluruhnya berambut abu-abu. Jika F1 disilangkan dengan sesamanya, bagaimanakah perbandingan fenotipenya? F1 BbGg P2 BbGg x BbGg perbandingan F2 nya abu-abu:hitam:putih = 9:3:(3+1) = 9:3:4

  • Nama : Reygel Septian Putra
    Kelas : XII IPA 2
    Nomer soal : 33

    Pertanyaan :
    Warna kulit manusia berbeda-beda ditentukan oleh kombinasi tipe gen nya? Apakah gen ini bisa diubah dengan cara penggunaan kosmetik?

    Jawaban:
    Mengapa warna kulit manusia bisa berbeda-beda?
    Biasanya, orang yang berasal dari negara tropis cenderung memiliki kulit yang berwarna lebih gelap daripada mereka yang berasal dari negara dengan iklim lebih dingin. Jadi, warna kulit berhubungan erat dengan kondisi geografis dan radiasi sinar ultraviolet (UV).

    Para ilmuwan mengatakan faktor genetik berperan penting dalam fisiologi manusia. Faktor genetik berhubungan dengan pigmen kulit. Gen tersebut termasuk gen yang memengaruhi respons terhadap sinar UV. Jadi, gen tidak dapat diubah dengan cara penggunaan kosmetik

  • Nama: Reynata Malik Azhari Hidayat
    Kelas : 12 IPA 3
    Soal : 21. Sebutkan contoh epistasis dominan.
    Jawab: Contoh peristiwa epistasis dominan dapat dilihat pada pewarisan warna bulu ayam ras. Dalam hal ini terdapat pasangan :
    Gen I yang menghalangi pigmentasi,
    Gen i, yang tidak menghalangi pigmentasi. Gen C, yang menimbulkan pigmentasi,
    dan Gen c, yang tidak menimbulkan pigmentasi.

  • Nama : Agustina Veronica S
    Kelas : XII IPA 2
    Nomer Soal : 19

    SOAL
    Apakah Yang dimaksud dengan HIPOSTASIS?

    JAWABAN
    Hipostasis adalah gen yang tertutupi oleh sebuah atau sepasang gen lain yang terletak pada lokus berbeda.

  • Nama : Efraim Tallutondok
    Kelas : XII IPA 3
    No. Soal : 28
    Pernyataan :
    Sebutkan variasi Bunga Lathyrus odoratus pada Epistasis resesif rangkap
    Jawaban :
    Bunga Lathyrus odoratus berbunga ungu (CcPp) disilangkan dengan bunga berwarna putih ccPp akan menghasilkan keturunan berbunga ungu dan putih dengan perbandingan sebagai berikut:

    Perlu diketahui pada penyimpangan semu dengan sifat kriptomeri dihasilkan sifat sebagai berikut:
    C – P – = ungu
    C – pp = merah
    ccP – = putih
    ccpp = putih

    Hasil persilangan sebagai berikut:
    Parental: ungu  x  putih
    Genotip: CcPp  x  ccPp
    Gamet: CP, Cp, cP, cp  x cP, cp

    Filial :  
    1 CcPp = ungu
    2 CcPp = ungu
    1 Ccpp = merah
    1 ccPP = putih
    2 ccPp = putih
    1 ccpp = putih

    Dari hasil persilangan di atas maka dapat diketahui perbandingan keturunannya ungu : putih adalah:

    Ungu : putih = 3 : 4.

  • Nama : Reinanda faris
    Kelas : XII IPA 3
    No soal : 24 

    Soal ! 
    Sebutkan contoh epistasis Resessif Rangkap!

    JAWABAN : 

    Epistasis resesif rangkap, apabila gen resesif dari suatu pasangan gen,misalnya gen I, epistatis terhadap pasangan gen lain. Epistasis resesif rangkap ini menghasilkan perbandingan fenotipe 9:7 pada generasi F2. Contohnya pada peristiwa epistasis resesif rangkap dapat dikemukakan pewarisan kandungan HCN pada tanaman Trifolium repens (Corebima, 1997).

    P : LLhh X llHH
    HCN rendah HCN rendah

    F1: LlHh
    HCN tinggi

    F2: 9 L_H_ HCN tinggi
    3 L_hh HCN rendah
    3 llH_ HCN rendah
    1 llhh HCN rendah

    Perbandingan HCN tinggi : HCN rendah :
    9 : 7

  • Nama : Reinanda faris
    Kelas : XII IPA 3
    No soal : 24

    Soal !
    Sebutkan contoh epistasis Resessif Rangkap!

    JAWABAN :

    Epistasis resesif rangkap, apabila gen resesif dari suatu pasangan gen,misalnya gen I, epistatis terhadap pasangan gen lain. Epistasis resesif rangkap ini menghasilkan perbandingan fenotipe 9:7 pada generasi F2. Contohnya pada peristiwa epistasis resesif rangkap dapat dikemukakan pewarisan kandungan HCN pada tanaman Trifolium repens (Corebima, 1997).

    P : LLhh X llHH
    HCN rendah HCN rendah

    F1: LlHh
    HCN tinggi

    F2: 9 L_H_ HCN tinggi
    3 L_hh HCN rendah
    3 llH_ HCN rendah
    1 llhh HCN rendah

    Perbandingan HCN tinggi : HCN rendah :
    9 : 7

  • ERICSON JULIESTO NDRURU XII IPA 3,(32)
    Apa manfaat dari mempelajari penyimpangan semu hukum mendel?

    Jawaban: Agar kita mengetahui secara detail lagi tentang materi genetika dan mempajari macam macam semu hukum mendel yang tidak hanya 1 saja

  • Nama: Lohri elisa silalahi
    Kelas :XII IPA 1
    Soal : 5

    P1 = Rrpp ❌ rrPP
    (rose) (pea)
    G1 =RP – – – – – >. rp
    F1 =RrPp (walnut)

    – Interaksi antara gen R dengan P menimbulkan karakter baru yang berbeda dengan karakter induknya.
    – jika keturunan F1 di silangkan

    P2 = Rrpp ❌ RrPp
    (walnut) (walnut)
    G2= RP RP
    Rp Rp
    rP rP
    rp rp

    – diperoleh F2 adalah walnut (R-P-), rose (R-pp), pea (rrP-), single (rrpp).
    – Ratio fenotip = walnut:rose:pea:single
    9 : 3 : 3 :1

  • Nama : Ribka Juliana Nababan
    Kelas : XII IPA 1
    Jawaban : ( 31 ).
    5 jenis penyimpangan semu hukum mendel beserta rasio fenotipnya masing masing !

    Penyimpangan semu hukum mendel merupakan bentuk persilangan yang menghasilkan rasio fenotif yang berbeda dengan dasar dihibrid menurut hukum Mendel. Penyimpangan semu mendel antara lain polimeri, kriptomeri, epistasis-hipostasis, komplementer, dan interaksi gen.

    Penyimpangan semu hukum Mendel merupakan bentuk persilangan yang menghasilkan rasio fenotif yang berbeda dengan dasar dihibrid menurut hukum Mendel. Meskipun tampak berbeda sebenarnya rasio fenotif yang diperoleh merupakan modifikasi dari penjumlahan rasio fenotip hukum mendel semula. Adapun macam penyimpangan hukum Mendell adalah sebagai berikut:

    1. Polimeri adalah suatu gejala dimana terdapat banyak gen bukan alel tetapi mempengaruhi karakter/sifat yang sama. Polimeri memiliki ciri-ciri makin banyak gen dominan, maka sifat karakternya makin kuat. Contoh: persilangan antara gandum berkulit merah dengan gandum berkulit putih. Dihasilkan perbandingan F2 nya adalah merah : putih = 15 : 1.

    2. Kriptomeri merupakan suatu peristiwa dimana suatu faktor tidak tampak pengaruhnya bila berdiri sendiri, tetapi baru tampak pengaruhnya bila ada faktor lain yang menyertainya. Kriptomeri memiliki ciri khas: ada karakter baru muncul bila ada 2 gen dominan bukan alel berada bersama. Contoh: persilangan Linaria maroccana bunga merah dengan bunga putih dihasilkan rasio fenotif F2 ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4.

    3. Epistasis-hipostasis merupakan suatu peristiwa dimana suatu gen dominan menutupi pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya. Gen yang menutupi disebut epistasis, dan yang ditutupi disebut hipostasis. Jika H dan K berada bersama-sama dan keduanya dominan, maka karakter yang muncul adalah hitam. Ini berarti hitam epistasis (menutupi) terhadap kuning/kuning hipostasis (ditutupi) terhadap hitam. Contoh: persilangan antara jagung berkulit hitam dengan jagung berkulit kuning. Dihasilkan rasio fenotif F2 hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1.

    4. Komplementer merupakan bentuk kerjasama dua gen dominan yang saling melengkapi untuk memunculkan suatu karakter. Gen D dan E berada bersama bekerjasama memunculkan karakter normal. Komplementer memiliki ciri-ciri bila hanya memiliki salah satu gen dominan D atau E saja, karakter yang muncul adalah bisu tuli. Contoh: perkawinan antara dua orang yang sama-sama bisu tuli. Dihasilkan perbandingan fenotif F2 normal : bisu tuli = 9 : 7.

    5. Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen dominan maupun antar gen resesif. Pada interaksi gen memiliki ciri-ciri bahwa ada 2 karakter baru muncul yaitu Walnut (muncul karena interaksi 2 gen dominan) dan Singel (muncul karena interaksi 2 gen resesif). Contoh: mengenai pial/jengger pada ayam. Dihasilkan rasio fenotif F2 Walnut : Ros : Pea : Single = 9 : 3 : 3 : 1.

  • Dimas Ardiansyah
    XII Ipa 3
    No soal 22

    22. Sebutkan contoh epistasis resesif

    jawab: persilangan antara mencit berbulu kelabu (AACC) dan albino (aacc) dapat di gambarkan seperti berikut.
    P: AACC x aacc kelabu albino
    F1: AaCc kelabu
    F2: 9 A-C kelab
    3 A-cc albino kelabu : hitam : albino
    3 aaC-hitam 9:3:4
    1 aacc albino

  • Ravita natasyah
    XII IPA 1
    Soal no 17

    Jawaban:
    Perkawinan diatas merupakan jenis perkawinan intermediet, yakni perkawinan yang dapat menghasilkan keturunan percampuran dari kedua induknya. Misal: jika ungu disilangkan dengan putih maka akan menghasilkan keturunan berwarna ungu muda, jika merah disilangkan dengan putih, maka menghasilkan keturunan merah muda.

  • Mihammad Arief Fadilah
    XII IPA 3
    Soal no 26
    Jawaban:Epistasis merupakan gen dominan yang menutupi gen dominan lain. Adapun hipostasis merupakan gen dominan yang tertutupi gen dominan lain. Hasil persilangan genotip heterozygot akan menghasilkan keturunan dengan perbandingan fenotip 12 : 3 : 1. Galur murni adalah individu jika disilangkan akan memghasilkan keturunan yang selalu sama.

    Pembahasan
    Pada peristiwa epistasi-hipostasis diketahui sifat fenotio yang muncul karena genotip sebagai berikut:

    H-K- = hitam

    H-kk = hitam

    hhK- = kuning

    hhkk = putih

    Pada peristiwa epistasis dan hipostasis, apabila gandum berkulit hitam (HHkk) disilangkan dengan gandum berkulit kuning (hhKK), pada F2 akan didapatkan gandum berkulit kuning (galur murni) dengan presentase sebagai berikut:

    Parental 1: hitam x kuning

    Genotip: HHkk x hhKK

    Gamet: Hk x hK

    Filial 1: HhKk (hitam)

    Parental 2: hitam x hitam

    Genotip: HhKk x HhKk

    Gamet: HK, Hk, hK, hk x HK, Hk, hK, hk

    Filial 2:

    1 HHKK = hitam (galur murni)

    2 HhKK = hitam

    2 HHKk = hitam

    4 HhKk = hitam

    1 HHkk = hitam (galur murni)

    2 Hhkk = htam

    1 hhKK = kuning (galur murni)

    2 hhKk = kuning

    1 hhkk = putih (galur murni)

    Dari hasil persilangan di atas maka dapat diketahui perbandingan genotipnya adalah:

    HHKK : HhKK : HHKk : HhKk : HHkk : Hhkk : hhKK : hhKk : hhkk = 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1

    Adapun perbandingan fenotipnya adalah:

    Hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1.

    Dari hasil persilangan tersebut diketahui genotip kuning yang galur murni (hhKK) sebanyak 1/16 x 100% = 6,25%

  • Nabil Rafif Marwandi
    XII IPA 2
    Soal no. 5

    Perbandingannya antara fenotip dapa filial.
    Atavisme adalah interaksi antar gen yang menghasilkan filial atau keturunan sedangkan fenotip yang berbeda dari induknya.
    Contih kasus jengger ayam.

    Jengger ayam ada 4 jenis :
    1. Walnut ( R-P )
    2. Rose ( R-pp )
    3. Pea ( rrPP )
    4. Sibgle ( rrpp )

    Hasil persilangan :
    P1 = Rose x Pea
    RRpp x rrPP

    G1 = Rp x rP

    F1 = RrPp ( walnut )

  • Contoh: persilangan antara gandum berkulit merah dengan gandum berkulit putih. Dihasilkan perbandingan F2 nya adalah merah : putih = 15 : 1.

    2. Kriptomeri merupakan suatu peristiwa dimana suatu faktor tidak tampak pengaruhnya bila berdiri sendiri, tetapi baru tampak pengaruhnya bila ada faktor lain yang menyertainya. Kriptomeri memiliki ciri khas: ada karakter baru muncul bila ada 2 gen dominan bukan alel berada bersama. Contoh: persilangan Linaria maroccana bunga merah dengan bunga putih dihasilkan rasio fenotif F2 ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4.

    3. Epistasis-hipostasis merupakan suatu peristiwa dimana suatu gen dominan menutupi pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya. Gen yang menutupi disebut epistasis, dan yang ditutupi disebut hipostasis. Jika H dan K berada bersama-sama dan keduanya dominan, maka karakter yang muncul adalah hitam. Ini berarti hitam epistasis (menutupi) terhadap kuning/kuning hipostasis (ditutupi) terhadap hitam. Contoh: persilangan antara jagung berkulit hitam dengan jagung berkulit kuning. Dihasilkan rasio fenotif F2 hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1.

    4. Komplementer merupakan bentuk kerjasama dua gen dominan yang saling melengkapi untuk memunculkan suatu karakter. Gen D dan E berada bersama bekerjasama memunculkan karakter normal. Komplementer memiliki ciri-ciri bila hanya memiliki salah satu gen dominan D atau E saja, karakter yang muncul adalah bisu tuli. Contoh: perkawinan antara dua orang yang sama-sama bisu tuli. Dihasilkan perbandingan fenotif F2 normal : bisu tuli = 9 : 7.

    5. Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen dominan maupun antar gen resesif. Pada interaksi gen memiliki ciri-ciri bahwa ada 2 karakter baru muncul yaitu Walnut (muncul karena interaksi 2 gen dominan) dan Singel (muncul karena interaksi 2 gen resesif). Contoh: mengenai pial/jengger pada ayam. Dihasilkan rasio fenotif F2 Walnut : Ros : Pea : Single = 9 : 3 : 3 : 1.

  • *LANJUTAN*
    melanoma. Perbedaan warna kulit manusia juga dipengaruhi oleh jumlah melanin yang ada pada kulit. Melanin yakni pigmen berwarna cokelat gelap yang diproduksi sel bernama "Melanosites". Melanin berguna menjaga kulit dari bahaya sinar UV, yang menyebabkan kanker kulit. Melanin merupakan tabir surya alami yang melindungi manusia dari berbagai efek berbahaya sinar UV.

    Dalam jumlah tertentu, sinar UV yang masuk ke dalam kulit bisa membantu tubuh menggunakan vitamin D dalam menyerap kalsium untuk memperkuat tulang.
    Itu sebabnya, orang negara dengan paparan sinar matahari yang minim, akan memiliki warna kulit lebih terang. Kondisi ini membuat sinar UV masuk ke kulit dan memproduksi vitamin D. Sedangkan untuk kulit berwarna gelap yang dimiliki penduduk di daerah sekitar Khatulistiwa, akan berperan mencegah kekurangan asam folat.

    Jadi, perbedaan warna kulit pada manusia terjadi karena beberapa faktor yaitu faktor genetik, kondisi geografis, radiasi sinar ultraviolet, jumlah melanin dalam tubuh, serta dapat juga dibentuk oleh faktor hormon esterogen dan progesteron.

  • Lanjutan:
    Contoh: persilangan antara jagung berkulit hitam dengan jagung berkulit kuning. Dihasilkan rasio fenotif F2 hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1.

    4. Komplementer merupakan bentuk kerjasama dua gen dominan yang saling melengkapi untuk memunculkan suatu karakter. Gen D dan E berada bersama bekerjasama memunculkan karakter normal. Komplementer memiliki ciri-ciri bila hanya memiliki salah satu gen dominan D atau E saja, karakter yang muncul adalah bisu tuli. Contoh: perkawinan antara dua orang yang sama-sama bisu tuli. Dihasilkan perbandingan fenotif F2 normal : bisu tuli = 9 : 7.

    5. Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana muncul suatu karakter akibat interaksi antar gen dominan maupun antar gen resesif. Pada interaksi gen memiliki ciri-ciri bahwa ada 2 karakter baru muncul yaitu Walnut (muncul karena interaksi 2 gen dominan) dan Singel (muncul karena interaksi 2 gen resesif). Contoh: mengenai pial/jengger pada ayam. Dihasilkan rasio fenotif F2 Walnut : Ros : Pea : Single = 9 : 3 : 3 : 1.

  • Nama: Muhammad Faiz Salim
    Kelas : XII IPA 2
    JAWABAN No 20
    Epistasis dan hipostasis merupakan interaksi yang berlangsung pada fenotip yang dihasilkan oleh dua gen.
    Kedua gen memberikan expresi yang sama pada satu organ , misal warna organ
    Kedua gen bekerja menghasilkan fenotip yang berbeda, tetapi fenotip dari salah satu gen yang dominan dapat menutupi penampakan dari fenotip yang dihasilkan oleh gen dominan yang lain apabila kedua gen hadir bersama.
    Gen suatu alel jika epistasis (mengalahkan) gen lain pada alel yang lain ( hypostasis ) di[astikan akan terekspresi sifatnya ke fenotif
    Dengan demikian faktor warna tidak ditentukan oleh satu gen, melainkan oleh dua gen yang lokusnya berbeda.
    Artinya, gen penentu warna hitam yang dominan berada terpisah dari gen penentu warna kuning yang juga dominan.
    Tiap-tiap warna memiliki alel tersendiri.
    Jika kedua gen yang tidak sealel itu hadir bersama dalam satu individu, maka akan menampilkan fenotipe gen yang menutupi atau menghalangi, yang dikenal sebagai gen epistasis. Jadi, jika faktor hitam dan kuning hadir bersama, fenotipe yang muncul adalah fenotipe hitam. Maka, hitam epistasis terhadap kuning, dan kuning hipostasis terhadap hitam.
    Contoh peristiwa epistasis dan hipostasis pada tumbuhan adalah pada warna sekam gandum.
    Terdapat tiga warna sekam gandum, yaitu hitam, kuning, dan putih.
    Pigmen hitam dan pigmen kuning dibentuk oleh dua gen yang berbeda yang masing-masing dikendalikan oleh alel masing masing tetapi mempunyai pengaruh ke organ yang sama .

  • Lanjutan…
    menjadi lebih gelap karena tubuh memproduksi lebih banyak melanin untuk menangkal efek dari sinar Matahari. Selama beberapa generasi berturut-turut, gen diturunkan dari orang tua kepada anak-anak, termasuk kecenderungan untuk menghasilkan sejumlah melanin. Tubuh kita beradaptasi dengan kondisi tempat hidup seiring waktu dan mereka mewariskan sifat-sifat ini kepada keturunannya. Karena itulah warna kulit kita biasanya cenderung mirip dengan warna kulit kedua orang tua kita.
    (source : bobo.id)

  • Nama : Daniel Owen
    Kelas : XII IPA 2
    JAWABAN NOMOR 1

    1. Atavisme
    Penyimpangan semu Hukum Mendel yang pertama adalah atavisme. Atavisme adalah interaksi antar gen yang menghasilkan filia atau keturunan dengan fenotip yang berbeda dari induknya. Contoh atavisme dapat kamu temukan pada kasus jengger ayam.
    Terdapat empat jenis jengger ayam, di antaranya walnut (R-P-), rose (R-pp), pea (rrP-), dan single (rrpp). Sekarang, yuk kita coba lakukan persilangan antara jengger ayam rose (RRpp) dengan jengger ayam pea (rrPP). Hasilnya bisa disimak pada gambar di bawah ini, ya!

  • nama:afif irsad nugroho
    kelas:XII IPA 3
    jawaban no:33

    soal:Warna kulit manusia berbeda-beda ditentukan oleh kombinasi tipe gen nya? Apakah gen ini bisa diubah dengan cara penggunaan kosmetik?

    Mengapa warna kulit manusia bisa berbeda-beda?
    Biasanya, orang yang berasal dari negara tropis cenderung memiliki kulit yang berwarna lebih gelap daripada mereka yang berasal dari negara dengan iklim lebih dingin. Jadi, warna kulit berhubungan erat dengan kondisi geografis dan radiasi sinar ultraviolet (UV).

    Para ilmuwan mengatakan faktor genetik berperan penting dalam fisiologi manusia. Faktor genetik berhubungan dengan pigmen kulit. Gen tersebut termasuk gen yang memengaruhi respons terhadap sinar UV. Jadi, gen tidak dapat diubah dengan cara penggunaan kosmetik

  • Nama : Febrian Setiawan
    Kelas : XII.IPA.2
    pertanyaan nomor 32
    Apa manfaat dari mempelajari penyimpangan semu hukum mendel?
    Jawaban :
    Agar kita dapat mengerti dan memahami tentang penyimpangan yang terjadi pada rasio fenotip pada semu hukum mendel

  • Nama : Dhimas Alvincha
    Kelas : XII IPA 1
    No Soal 28
    Sebutkan variasi Bunga Lathyrus odoratus pada Epistasis resesif rangkap
    Jawaban :
    Bunga Lathyrus odoratus berbunga ungu (CcPp) disilangkan dengan bunga berwarna putih ccPp akan menghasilkan keturunan berbunga ungu dan putih dengan perbandingan sebagai berikut:

    Perlu diketahui pada penyimpangan semu dengan sifat kriptomeri dihasilkan sifat sebagai berikut:
    C – P – = ungu
    C – pp = merah
    ccP – = putih
    ccpp = putih

    Hasil persilangan sebagai berikut:
    Parental: ungu  x  putih
    Genotip: CcPp  x  ccPp
    Gamet: CP, Cp, cP, cp  x cP, cp

    Filial :  
    1 CcPp = ungu
    2 CcPp = ungu
    1 Ccpp = merah
    1 ccPP = putih
    2 ccPp = putih
    1 ccpp = putih

    Dari hasil persilangan di atas maka dapat diketahui perbandingan keturunannya ungu : putih adalah:

    Ungu : putih = 3 : 4.

  • Nama : Hafizd Hidayat AlMajid
    Kelas : XII IPA 2
    10. Ada berapakah jenis genotip hasil persilangan POLIMERI tipe pigmentasi pada kulit manusia?

    Jawab:
    Ada 64 :
    AABBCC, AABBCc, AABbCC, AaBBCC, AABbCc, AaBBCc, AaBbCC, AaBbCc, AAbBCC, AAbBCc, AAbbCC, AabBCC, AAbbCc, AabBCC, AabbCc, AabbCc, AABBCc, AABBcc, AABbCc, AaBbcc, AABbCc, AaBBcc, AaBbCc, AaBbCc,
    aABBCC, AaBBCc, aABbCC, aaBBCC, aABbCc, aaBbCc, aaBbCC, aaBbCc,
    AAbBcC, aABBcc, AAbbcC, AaBbCc, AAbbcc, AabBcc, AabbcC, Aabbcc,
    aAbBCC, aAbBCc, aAbbCC, aabBCC, aAbbCc, aabBCc, aabBCC, aabbCc,
    aABBcC, aABBcc, aABbcC, aaBBcC, aABbcc, aaBBcc, aaBbcC, aaBbcc,
    aAbBcC, aAbBcc, aABbcC, aabBcC, aAbbcc, aabBcc, aabbcC, aabbcc.

  • Nama : Muhammad Farhan
    Kelas : XII IPA 3

    6. Mengapa kulit manusia berbeda-beda warna?
    jawab : Tipe warna kulit manusia berdasarkan respons terhadap sinar matahari. Lebih lanjut, ternyata ada variasi dalam warna kulit normal, pada populasi penduduk secara umum. Variasi warna kulit ini bisa muncul akibat perbedaan jumlah melanin dan pendistribusiannya di dalam epidermis atau lapisan terluar kulit