Sistem pengaturan pengeluaran zat pada manusia dibagi menjadi empat kategori yaitu:
1. Sistem Ekskresi: Sistem pengeluaran zat sisa yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Terdiri dari pembuangan urine melalui ginjal, pembuangan keringat melalui kulit, pembuangan karbondioksida melalui paru-paru, dan juga pembuangan racun melalui ginjal.
2. Sistem Sekresi: Sistem pengeluaran zat yang bermanfaat bagi tubuh. Misalnya adalah sekresi air ludah untuk membantu mengunyah makanan, sekresi asam lambung untuk membunuh kuman penyakit, sekresi minyak untuk melembabkan kulit, sekresi air mata untuk menjaga kondisi mata, dan juga sekresi enzim-enzim serta hormon-hormon yang ada di dalam tubuh.
3. Sistem Defekasi: Sistem pembuangan zat sisa melalui anus dalam bentuk tinja dan kotoran lainnya.
4. Sistem Eliminasi: Sistem pengeluaran zat dalam tubuh yang berlebihan semisal zat pewarna, kosmetik, minyak, dan lain sebagainya.

A. GINJAL

Ginjal merupakan sistem ekskresi yang bertugas membuang urine/air seni/air kencing  keluar dari tubuh. Urine terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urine berasal dari darah atau cairan interstitial. Komposisi urine berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Ginjal berada di sisi kanan dan kiri bawah tulang rusuk bagian belakang. Organ yang terletak di dalam punggung ini berukuran sekepalan tangan orang dewasa dan bentuknya menyerupai kacang merah.

Unit penyaring darah pada ginjal disebut nefron. Nefron terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan bersinergi untuk menyaring limbah pada darah serta zat berlebih hingga kemudian menghasilkan produk akhir yang bernama urine/air seni/air kencing. Setiap manusia memiliki kurang lebih satu juta nefron pada satu ginjalnya. 

Produksi urine pada nefron terjadi dalam tiga tahapan yaitu:
1. FILTRASI: penyaringan darah, menyaring zat yang akan dibuang maupun zat yang masih dibutuhkan. Proses ini menghasilkan urine primer
2. REABSORBSI: Penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan pada urine primer untuk menghasilkan urine sekunder
3. AUGMENTASI: Penambahan kembali zat-zat yang akan dibuang. Proses ini untuk menghasilkan urine yang sebenarnya.

Ketiga proses ini terjadi pada nefron dan digambarkan sebagai berikut:

Bagian-bagian nefron yaitu:
1. Glomerolus: pembuluh darah kapiler yang digulung membentuk bola guna memudahnya penyerapan limbah pada darah ke dalam ginjal. 
2. Kapsula/Simpai Bowman: Sebuah bola tempat menyerap zat yang disaring pada glomerolus untuk kemudian disalurkan hasil penyaringannya pada tubulus-tubulus nefron. Zat yang disaring (FILTRASI) pada glomerolus terdiri dari zat sampah seperti urea maupun zat yang masih dibutuhkan tubuh seperti glukosa, asam amino, dan lain sebagainya. Hasil FILTRASI ini disebut urine primer.
3. Tubulus kontortus proksimal: pada saluran ini terjadi penyerapan kembali (REABSORBSI) zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh seperti garam, glukosa, dan asam amino.
4. Lengkung Henle: Saluran berbentuk U yang bertujuan agar urine dari tubulus kontortus proksimal melaju ke tubulus kontortus distal dan tidak kembali lagi. Terjadi penyerapan kembali (REABSORBSI) air pada lengkung henle ini. Hasil REABSORBSI ini dinamakan urine sekunder.
5. Tubulus kontortus distal: Pada bagian ini terjadi penambahan kembali (AUGMENTASI) zat-zat yang akan dibuang dikarenakan jumlahnya berlebihan dalam tubuh. Hasil dari AUGMENTASI ini adalah urine yang sebenarnya.
6. Tubulus kolektivus: Bagian yang menghubungkan tubulus distal beberapa nefron menjadi satu kemudian urine yang terkumpul akan disalurkan melalui rongga ginjal menuju tempat pembuangan urine selanjutnya.

Ginjal terdiri dari 3 lapisan yaitu:
1. Korteks/Kulit: lapisan paling luar ginjal dimana banyak terdapat nefron (unit penyaring darah pada ginjal).
2. Medula/Sumsum: lapisan yang nampak seperti segitiga dengan garis-garis yang merupakan kumpulan tubulus kolektifus yang mengumpulkan produk dari nefron.
3. Pelvis/Rongga: tempat pengumpulan sementara urine sebelum dilanjutkan. Pada bagian ini kerap tersumbat akibat endapan garam yang kita kenal sebagai batu ginjal.

Selanjutnya urine yang sudah diproduksi pada ginjal akan disalurkan melalui saluran kemih/pembuangan urine yaitu:
1. Ureter (saluran urine)
2. Kandung kemih (penampungan sementara)
3. Uretra (pada manusia letaknya di alat kelamin)

Ginjal selain untuk memproduksi urine juga berperan sebagai osmoregulator tubuh. Ginjal mengatur kadar air dan juga menyesuaikan dengan suhu lingkungan sekitar oleh karena itu saat udara dingin kalian akan lebih banyak mengeluarkan urine ketimbang saat udara panas.

B. PARU-PARU
Paru-paru berperan sebagai organ ekskresi dalam mengeluarkan zat buangan hasil respirasi aerob. Pada manusia respirasi adalah proses yang bertujuan menghasilkan energi dari bahan baku makanan(glukosa) dan oksigen (O2). Proses ini menghasilkan produk samping berupa karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Kedua zat tersebut di ekskresikan melalui paru-paru.

C. KULIT
Pada kulit zat yang dikeluarkan adalah air keringat (sweat gland). Zat tersebut berasal dari kelenjar keringat yang ada di lapisan dermis kulit. Berfungsi juga untuk mendinginkan tubuh saat udara panas. Air keringat ini juga mengandung garam dan juga aroma feromon yang spesifik pada setiap orang.
Kelenjar keringat pada kulit dibagi menjadi dua, yaitu kelenjar ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin mengeluarkan garam, asam, urea, dan amonia yang merupakan kotoran hasil metabolisme nitrogen dalam tubuh. Sementara itu, kelenjar apokrin mengeluarkan keringat yang mengandung protein berlemak.

D. HATI
Hati memiliki beragam fungsi diantaranya adalah sebagai penetralisir racun dan zat asing yang masuk ke tubuh. Nantinya senyawa asing dan racun ini akan diproses sehingga menjadi tidak berbahaya dan dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk urine dan juga anus bergabung dengan feses.

Hati berperan dalam merombak sel darah merah yang sudah rusak. Sel darah merah ini akan dirombak menjadi globin, zat besi, dan hemin. Globin dan zat besi akan digunakan untuk menyusun sel darah merah baru sedangkan hemin akan diubah menjadi zat warna empedu yaitu bilirubin dan biliverdin. Zat empedu ini kemudian akan disalurkan ke saluran pencernaan untuk membantu berbagai fungsi pencernaan dan juga mewarnai tinja.

Hati berperan untuk mengubah amonia (zat berbahaya hasil metabolisme) menjadi urea. Yang kemudian akan dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Selamat kamu sudah mempelajari modul sistem ekskresi ini!
Yuk kita latihan soal!
Pilihlah salah satu dari gangguan pada organ sistem ekskresi berikut ini dan jelaskan di kolom komentar tentang penyebab dan gejalanya, jangan lupa nama dan kelasnya ya. Selamat mengerjakan!
1. Diabetes melitus
2. Diabetes insipidus
3. Batu ginjal
4. Nefritis
5. Albuminaria
6. Uremia
7. Anuria
8. Hematuria
9. Polisistik

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Nama: Mega Winanta
    Kelas : XI Ipa1

    Soal no 3
    3. batu ginjal

    Jawaban:
    Penyebab dan gejalahnya batu ginjal yaitu Batu ginjal dapat dipicu oleh beragam kondisi, seperti kurang minum air putih, berat badan berlebih, atau akibat efek samping operasi pada organ pencernaan. Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari.

  • Nama : Yunika Dwi Riyanti
    Kelas : XI IPS 1

    Soal no 6. Uremia

    Penyebab :
    Uremia bisa terjadi karena ginjal tidak dapat berfungsi dengan semestinya. Kondisi ini membuat ginjal tidak dapat menyaring dan membuang zat sisa metabolisme, termasuk urea, melalui urine. Akibatnya, urea tetap berada di dalam darah. 

    Gejala :
    • mual dan muntah
    • kehilangan nafsu makan
    • penurunan berat badan
    • sulit berkonsentrasi
    • pruritus
    • sakit kepala
    • kelelahan ekstrem
    • rasa sakit, mati rasa, atau kram pada
    bagian kaki

  • Nama : Muhamad Reza Alfarizki
    Kelas : XI Ipa 1
    Soal no.6

    6.Uremia
    kondisi berbahaya yang terjadi ketika ginjal tidak lagi menyaring dengan baik. Ini mungkin terjadi ketika seseorang berada pada stadium akhir penyakit ginjal kronis.
    Gejala berupa kelelahan, mual, hilang nafsu makan, rasa logam di mulut, dan kebingungan mental.Penanganan berupa dialisis atau transplantasi ginjal.

  • NAMA:RAFFI
    KELAS:XI IPS 1

    3.Batu ginjal
    JAWABAN:
    PENYEBAB: Batu ginjal dapat dipicu oleh beragam kondisi, seperti kurang minum air putih, berat badan berlebih, atau akibat efek samping operasi pada organ pencernaan. Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

    GEJALA: Gejala batu ginjal seringkali baru muncul apabila batu ginjal sudah berukuran besar. Gejala itu meliputi:

    Sering buang air kecil.
    Sakit saat buang air kecil.
    Jumlah urine yang keluar sedikit atau urine tidak keluar sama sekali.

  • Nama:Rania Syafa Dwyantoro
    Kelas:11 IPS 1
    Soal nomor 1: diabetes melitus
    Jawaban:
    Penyebab:Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi hormon tertentu. Sedangkan pada diabetes tipe 2, gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan hormon tertentu atau kekurangan hormon tertentu yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah. Kadar glukosa yang tinggi ini dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf, sehingga mengakibatkan berbagai macam komplikasi.

    Gejalanya:•Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2, antara lain:

    •Sering merasa haus.

    •Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari.

    •Rasa lapar yang terus-menerus.

    •Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

    •Lemas dan merasa lelah.

    •Pandangan yang kabur.

    •Luka yang lama sembuh.

    •Sering mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi, atau vagina

  • Nama : Devina Choirunnisa Larasati
    Kelas : XI IPS 1

    Soal No 2. Diabetes insipidus

    Penyebab :
    Diabetes insipidus merupakan suatu kelainan yang menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Terjadinya diabetes insipidus dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak.

    Gejala :
    •rasa haus yang berlebihan
    •sulit tidur
    •demam
    •muntah
    •buang air kecil melebihi dari biasanya

  • Nama : Dandy Satria Damara
    Kelas : XI IPA 1

    Soal No.4 Nefritis

    PENYEBAB Nefritis adalah kerusakan pada bagian glomerulus ginjal akibat infeksi kuman umumnya bakteri streptococcus Peradangan ginjal biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti yang terjadi pada pielonefritis atau suatu reaksi kekebalan yang keliru dan melukai ginjal.

    GEJALA Tanda-tanda dari nefritis adalah hematuria (darah di dalam air kemih), proteinuria (protein di dalam air kemih) dan kerusakan fungsi hati, yang tergantung kepada jenis, lokasi dan beratnya reaksi kekebalan.

  • Nama : Alfian Raysandi
    Kelas : XI IPA 1

    Soal No.7
    Anuria

    Gejala :

    • Tangan dan pergelangan kaki membengkak.
    • Nyeri dan sulit buang air kecil.
    • Ada darah dalam urine (hematuria).
    • Merasa lemas dan lemah.
    • Mual dan muntah.
    • Nafsu makan menurun.
    • Nyeri pinggang di bagian samping.
    • Sulit berkonsentrasi.

    Penyebab :

    • Batu ginjal
    • Penyakit ginjal kronis
    • Tumor ginjal

  • Nama : Ratu Farah Nur Amalina
    Kelas : XI IPA 1
    Penyakit : 8. Hematuria

    Gejala : Gejala utama hematuria adalah perubahan warna urine menjadi merah muda, kemerahan, atau kecokelatan. Meski demikian, jika jumlah darah yang masuk ke urine tidak banyak, warna urine mungkin tidak berubah.

    Selain perubahan warna urine, hematuria dapat disertai gejala lain, tergantung pada penyebab utamanya. Gejala penyerta yang bisa muncul antara lain adalah nyeri perut bagian bawah, sering buang air kecil, atau justru sulit buang air kecil.

    Penyebab :
    • Infeksi saluran kemih.

    Batu saluran kemih, termasuk batu kandung kemih.

    Penyakit ginjal,  misalnya batu ginjal, peradangan (Glomerulonefritis) atau akibat penyakit diabetes (Nefropati diabetik).

    Pembesaran kelenjar prostat (BPH).

    Kanker ginjal, kanker kandung kemih, atau kanker prostat.

    Kelainan darah, seperti hemofilia dan anemia sel sabit.

    Obat-obatan, antara lain penisilin, cyclophosphamide, dan pengencer darah, seperti aspirin, warfarin, atau heparin.

  • Nama : Fadel choirul
    Kelas : XI Ipa 1
    Soal no.5 albuminuria

    Penyebab :

    Proteinuria atau albuminuria adalah suatu kondisi di mana urine mengandung sejumlah protein dalam jumlah yang terlalu banyak. Bocornya protein ke dalam urine biasanya disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah kecil (glomeruli) pada ginjal, sehingga tidak dapat menyaring darah dengan baik.

    Gejala :

    Namun, albuminuria dapat menimbulkan gejala setelah penyakitnya menjadi lebih parah, beberapa di antaranya adalah :
    -urinasi yang lebih sering (overactive bladder),
    -sesak napas
    -mual dan muntah
    -kelelahan
    -menghilangnya nafsu makan
    -pembengkakan di area wajah, perut, atau kaki dan sekitar pergelangannya

  • Nama : Fathatur Rizqi Nafi'ah
    Kelas : XI IPS 1

    Soal no.6 Uremia :
    Uremia adalah kondisi serius dan, jika tidak diobati, dapat mengancam jiwa. Uremia merupakan gejala utama dari kondisi gagal ginjal. Uremia juga merupakan tanda tahapan terakhir pada penyakit ginjal kronis.

    Penyebab dan gejala penyakit

    – Penyebab : Uremia disebabkan oleh kerusakan ekstrem dan bersifat ireversibel pada organ ginjal. Kondisi ini biasanya merupakan akibat dari penyakit ginjal kronis.

    Ginjal tidak lagi dapat menyaring limbah dari tubuh dan membuangnya melalui urin. Akan tetapi, limbah tersebut masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.

    Penyebab penyakit ginjal kronis dapat meliputi:
    • Tekanan darah tinggi
    • Penyakit ginjal polikistik
    • Diabetes (tipe 1 dan 2)
    • Radang unit penyaringan di ginjal yang disebut glomeruli
    • Radang tubulus ginjal dan struktur di sekitarnya
    • Pembesaran prostat
    • beberapa jenis kanker
    • batu ginjal yang menyumbat saluran kemih dalam jangka lama
    • infeksi ginjal yang kambuh

    – Gejala :
    • Kelelahan ekstrim
    • Kram di kaki
    • Nafsu makan sedikit atau tidak ada
    • Sakit kepala
    • Mual
    • Muntah
    • Kesulitan berkonsentrasi

  • Nama : Lintang Aulia Putri Cahyani
    Kelas : XI IPS 1

    Anuria adalah kondisi ketika ginjal tidak dapat memproduksi urine. Jika tidak segera diberikan penanganan yang tepat, anuria dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen yang menyebabkan kondisi lebih serius, hingga mengancam nyawa. Umumnya, ginjal menghasilkan antara 1-2 liter urine setiap hari. Urine berisi zat sisa metabolisme tubuh yang perlu dibuang. Jika urine tidak dikeluarkan oleh tubuh, maka zat dan cairan tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh.

    Gejala nya :
    -Kurangnya nafsu makan
    -Mual
    –Lemah
    -Muntah
    Ini adalah sebagian besar hasil dari penumpukan racun dalam darah yang biasanya akan dikeluarkan oleh ginjal yang sehat.

    Faktor Penyebab Terjadinya :
    1.Kegagalan Fungsi ginjal
    2.Obat Obatan atau racun (misalnya,antibeku)
    3.Diabetes
    4.Tekanan Darah Tinggi
    5.Batu atau tumor dalam saluran Kemih
    6.Kalsium darah yang tinggi
    7.Oksalat atau asam Urat

  • Nama : Hasnita Puspa Amalia
    Kelas : XI IPA 1

    Soal No.7
    Anuria

    Gejala :

    • Tangan dan pergelangan kaki membengkak.
    • Nyeri dan sulit buang air kecil.
    • Ada darah dalam urine (hematuria).
    • Merasa lemas dan lemah.
    • Mual dan muntah.
    • Nafsu makan menurun.
    • Nyeri pinggang di bagian samping.
    • Sulit berkonsentrasi.

    Penyebab :

    • Batu ginjal
    • Penyakit ginjal kronis
    • Tumor ginjal

  • Nama : Dwi Gita Adelliana
    Kelas : XI IPS 1

    Soal no 3 batu ginjal :
    Penyebab batu ginjal :
    • Kurang minum air
    • Konsumsi garam berlebih
    • Terlalu banyak makan protein hewani
    • Konsumsi oksalat yang tinggi
    • Masalah pada pencernaan
    • Kondisi medis tertentu
    • Mengonsumsi obat-obatan tertentu

    gejala-gejala batu ginjal sebagai berikut:
    • Adanya darah di air seni
    • Kesulitan untuk buang air kecil
    • Rasa nyeri yang parah saat duduk atau mengganti posisi
    • Rasa nyeri yang diiringi mual dan muntah
    • Rasa nyeri yang didampingi dengan demam dan menggigil

  • Nama : Retno Widya Ningsih
    Kelas : Xl IPA 1
    Soal no 8 Hematuria
    jawaban↴
    ↠Gejala utama hematuria adalah perubahan warna urine menjadi merah muda, kemerahan, atau kecokelatan. Meski demikian, jika jumlah darah yang masuk ke urine tidak banyak, warna urine mungkin tidak berubah.
    Selain perubahan warna urine, hematuria dapat disertai gejala lain, tergantung pada penyebab utamanya. Gejala penyerta yang bisa muncul antara lain adalah nyeri perut di bagian bawah, sering buang air kecil, atau justru sulit buang air kecil.

    ↠Penyebab kencing berdarah sangat beragam. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hematuria, yaitu:

    ●Infeksi saluran kemih.
    ●Batu saluran kemih, termasuk Batu kandung kemih.Penyakit ginjal,  misalnya Batu ginjal, peradangan (glomerulonefritis) atau akibat penyakit diabetes (nefropati diabetik).
    ●Pembesaran kelenjar prostat (BPH).
    ●Kanker ginjal, kanker kandung kemih, atau kanker prostat.
    ●Kelainan darah, seperti hemofilia dan anemia sel sabit.
    ●Obat-obatan, antara lain penisilin, cyclophosphamide, dan pengencer darah, seperti aspirin, warfain, atau heparin.

    Seseorang lebih berisiko mengalami hematuria bila sedang mengalami penyakit infeksi atau setelah melakukan olahraga berat, misalnya sehabis lari maraton.

  • Nama : Shalsya Rahmadania
    Kelas:XI.IPA1

    soal no 1 Diabetes melitus

    Penyebab = Diabetes melitus disebabkan karena tingginya kadar gula dalam darah akibat gangguan sekresi insulin .

    Alasan :
    Diabetes melitus disebut juga sebagai penyakit kencing manis . Kencing manis adalah penyakit yang menyebabkan air kencing yang di produksi bercampur dengan zat gula .

    sedangkan Gejala = -Sering merasa haus.
    -Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
    -Sering merasa sangat lapar.
    -Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
    -Berkurangnya massa otot.
    -Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
    -Lemas.
    Pandangan kabur.
    -Luka yang sulit sembuh.
    -Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

  • Nama: Alexcandro Hibertus
    Kelas: XI ipa 1

    soal no 1 Diabetes melitus!
    Jawab:
    Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi hormon tertentu. Sedangkan pada diabetes tipe 2, gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan hormon tertentu atau kekurangan hormon tertentu yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah. Kadar glukosa yang tinggi ini dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf, sehingga mengakibatkan berbagai macam komplikasi.

  • Nama: Riri safitri
    Kelas: XI IPA 1

    Soal no 5 Albuminaria.

    PENYEBAB: albuminuria adalah suatu kondisi di mana urine mengandung sejumlah protein dalam jumlah yang terlalu banyak. Bocornya protein ke dalam urine biasanya disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah kecil (glomeruli) pada ginjal, sehingga tidak dapat menyaring darah dengan baik.
    GEJALA: • urinasi yang lebih sering (overactive bladder),
    • sesak napas,
    • mual dan muntah,
    • kelelahan,
    • menghilangnya nafsu makan,
    • pembengkakan di area wajah, perut, atau kaki dan sekitar pergelangan.

  • Nama : Fauzan Dwi A
    Kelas : XI IPS 1
    3. Batu Ginjal
    Jawaban :
    penyakit batu ginjal muncul karena terbentuknya 'batu' keras yang berasal dari padatan mineral dan garam di dalam organ ginjal.Batu ini dapat terbentuk karena air seni yang terlalu terkonsentrasi atau tingginya kadar mineral tertentu sehingga akhirnya proses pengkristalan terjadi.

  • Nama : Alif Afrian Mastiandi
    Kelas : XI IPA 1
    Soal no. 3) Batu ginjal

    Penyebab:
    Penyebab Batu Ginjal
    1. Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh sehingga terjadi pengentalan urine yang mengendap menjadi batu .
    2. Kurang Mengkonsumsi air minum
    3.Kerusakan metabolisme
    4. Ketidakseimbangan metabolisme tubuh yang menyebabkan garam garam urine mengendap membentuk kristal
    5.Kelebihan konsumsi vitamin D dan kalsium .

    Gejala :
    -mual dan muntah
    -nyeri pada saat buang air kecil
    -nyeri yang menyebar ke bagian bawah tubuh dan paha
    -urin berwarna keruh
    -sering buang air kecil
    -demam dan menggigil saat infeksi terjadi

  • Nama : Renaldy julio saputra
    Kelas : XI Ips 1

    No.9.) Polikistik

    Penyebab :
    Penyakit ginjal polikistik ( PKD ) disebabkan oleh kelainan gen yang dapat diturunkan dari orangtua ke anak. Namun, pada kasus yang jarang terjadi di mana tidak ada riwayat keluarga memiliki PKD, gangguan ini disebabkan oleh mutasi genetik.

    Gejala :
    -Anoreksia
    -Nyeri pada pinggang, punggung dan perut
    -hipertensi
    -darah pada urin
    -infeksi saluran kemih
    -infeksi ginjal
    -gagal ginjal
    -sakit kepala
    -sering buang air kecil
    -kista pada organ lain.

  • Nama: Silvi Herawati
    Kelas : XI IPS 1
    Soal no 3
    soal 3. batu ginjal
    Jawaban:
    Penyebab dan gejalahnya batu ginjal adalah Batu ginjal dapat dipicu oleh beragam kondisi, seperti kurang minum air putih, berat badan berlebih, atau akibat efek samping operasi pada organ pencernaan. Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain.

  • Dessyhelvanacaroline
    Xl ipa 1
    Soal: albuminuria
    Jawaban:Albuminuria (proteinuria) adalah kondisi urine atau air kencing mengandung jumlah albumin yang tidak normal. Albumin merupakan salah satu jenis protein dalam darah. Kondisi ini bukanlah penyakit, tetapi merupakan gejala yang bisa menandakan penyakit tertentu.
    Ginjal yang sehat tidak membiarkan jumlah protein keluar terlalu banyak melalui filter ginjal. Namun, filter yang rusak akibat penyakit ginjal dapat membuat protein seperti albumin bocor dari darah ke dalam urine.Kondisi yang disebut juga sebagai proteinuria ini sering kali merupakan gejala sakit ginjal, terutama jika Anda mengalami proteinuria berat di mana urine mengandung protein sebanyak 2-3 gram per hari.Seberapa umumkah kondisi ini?
    Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Albuminuria dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.Tanda-tanda & gejala
    Apa saja tanda-tanda dan gejala albuminuria?
    Biasanya pasien yang memiliki kondisi ini tidak menunjukkan gejala, terutama saat penyakit baru muncul. Namun, albuminuria dapat menimbulkan gejala setelah penyakitnya menjadi lebih parah, beberapa di antaranya adalah:urinasi yang lebih sering (overactive bladder),
    sesak napas,
    mual dan muntah,
    kelelahan,
    menghilangnya nafsu makan,
    pembengkakan di area wajah, perut, atau kaki dan sekitar pergelangannya,
    kram otot di malam hari,
    mata bengkak, dan
    urine yang berbusa.
    Gejala ini juga merupakan tanda dari penyakit ginjal kronis. Selain itu, tingginya jumlah protein dalam urine juga akan menimbulkan kondisi bernama sindrom nefrotik.Sindrom nefrotik menyebabkan penimbunan air di dalam tubuh. Kelebihan air inilah yang akan membuat tubuh Anda membengkak di beberapa bagian.Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.Kapan saya harus periksa ke dokter?
    Anda harus segera periksa ke dokter ketika telah merasakan satu atau lebih dari berbagai gejala. Terutama jika Anda mulai mengalami pembengkakan dan urine berbusa, segera kunjungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan secepatnya.Penyebab
    Apa penyebab kondisi ini?
    Protein bisa masuk ke dalam urine bila ginjal tidak bekerja dengan baik. Pembuluh darah dalam ginjal yang bernama glomerulus bekerja dengan menyaring produk sisa dari darah dan menjaga komponen yang diperlukan tubuh, termasuk protein. Glomerulus akan memastikan protein dan sel darah yang lebih besar tidak masuk ke dalam urine. Jika ada yang masuk pun bagian tubulus ginjal akan menangkap kembali protein tersebut dan menyimpannya di dalam tubuh.Namun ketika keduanya mengalami gangguan atau jika ada beban protein berlebihan, protein ini akan ikut mengalir dalam urine.Selain itu, adanya batu saluran kemih juga bisa menyebabkan proteinuria.Tak hanya penyakit yang berhubungan dengan ginjal, penyakit ini bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan yang berlangsung sementara seperti dehidrasi, peradangan, dan tekanan darah rendah.Olahraga yang terlalu intens, stres, pemakaian obat aspirin, dan paparan terhadap dingin adalah penyebab lain yang mungkin bisa menimbulkan terjadinya proteinuria.Faktor-faktor risiko
    Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena albuminuria?
    Ada beberapa faktor yang bisa membuat Anda lebih berisiko terkena albuminuria. Dua penyakit yang paling sering menjadi pemicunya adalah diabetes dan darah tinggi.Jenis lain dari penyakit ginjal yang tidak terkait dengan diabetes atau tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan protein bocor ke urine.Faktor risiko lainnya meliputi:obesitas,
    usia di atas 65, dan
    riwayat keluarga terhadap penyakit ginjal.
    Beberapa orang memiliki lebih banyak protein dalam urine saat berdiri daripada saat berbaring. Kondisi ini disebut orthostatic proteinuria