Sistem koordinasi adalah sistem yang mengatur kinerja berbagai organ dalam tubuh kita. Terdiri dari sistem syaraf, sistem indera, dan sistem hormon.

Sistem Syaraf

 

 

Sistem saraf menyampaikan informasi secara cepat melalui sinyal-sinyal listrik yang dialirkan ke organ tubuh lewat jaringan saraf. Sinyal elektrik inilah yang digunakan untuk mengatur dan mengkoordinasikan seluruh organ di dalam tubuh. Sistem syaraf dibangun oleh jutaan sel syaraf pada tubuh kita. Sel syaraf ini dikenal dengan nama sel neuron.

A. Sel syaraf (Neuron)

a. Struktur sel neuron

Sel syaraf memiliki bentuk dan bagian-bagian sebagai berikut:

Keterangan:
1. DENDRIT, Berfungsi untuk menerima rangsangan
2. INTI SEL, Berfungsi untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen.
3. BADAN SEL (Perikarion),Berfungsi memproses rangsang badan sel mengandung NISSL sebagai alat sintesis protein.
4. AKSON, Berfungsi menghantarkan rangsang menuju sinapsis dan di selubungi meilin, ujung awal akson disebut akson  Hillock dan ujung akhir akson disebut akson Terminal.
5. SEL SCHWANN, Merupakan Sel glia ( penunjang sel saraf ) berupa lemak yang berfungsi menghasilkan selubung meilin.
6. SELUBUNG MEILIN, Berfungsi untuk melindungi akson dam memberi nutrisi.
7. NODUS RAINVER (Celah),  Berfungsi untuk mempercepat hantaran rangsangan
8. SINAPSIS, Berfungsi meneruskan rangsangan ke sel saraf selanjutnya

 

b. Jenis-jenis Sel Neuron

1. Saraf Sensorik/Aferen: Yaitu saraf yang mengirimkan rangsang dari daerah reseptor/Indra menuju Sistem Saraf Pusat
2. Interneuron: Yaitu saraf penghubung yang banyak terdapat di otak dan sumsum tulang belakang terdiri dari :
– Saraf  Konektor: Penghubung antar sel saraf sejenis
– Saraf Adjustor: Penghubung Saraf Sensorik dengan saraf motorik
3. Saraf Motorik/Eferen: yaitu saraf yang mengirimkan rangsang dari sistem saraf pusat menuju efektor ( penanggap rangsang )

Jenis-jenis neuron yang membedakan fungsi, ternyata juga membedakan tipe bentuk neuron tersebut:

B. Sistem Syaraf

Perhatikan pembagian sistem syaraf berikut ini:

 

Otak (Cranial) memiliki beberapa bagian yang saling bekerja sama untuk menunjang fungsi kehidupan. Pembagian otak adalah sebagai berikut:

 

a. Otak Besar (Cerebrum)

Fungsi otak besar:
1. Mengatur gerak sadar
2. Pusat kecerdasan
3. Pengambilan keputusan
4. Pusat memori
5. Pusat berbicara dan berbahasa

b. Otak Kecil (Cerebellum)

Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk dihubungkan oleh jembatan varol.

 

 

Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur:
1. sikap atau posisi tubuh (atas, bawah, miring)
2. keseimbangan,
3. koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar (misal saat jalan kaki kanan mengayun ke depan seiring dengan lengan kiri mengayun ke depan)


c. Otak tengah 

Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

 

d. Sumsum lanjutan (Medula Oblongata)

Sumsum lanjutan atau medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak serta menghubungkan pons Varoli dengan sumsum tulang belakang (Medula Spinalis).

Sumsum lanjutan berperan sebagai:
1. Pusat pengatur pernapasan dengan cara meneruskan implus saraf yang merangsang otot antara tulang rusuk dan diafragma.
2. Pusat pengatur refleks fisiologi, seperti detak jantung, tekanan udara, suhu tubuh, pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan, dan sekrresi kelenjar pencernaan.


e. Sumsum tulang belakang (Medula Spinalis)

Sumsum tulang belakang memiliki fungsi:
1. Mengontrol sensasi
Medula spinalis berfungsi mengumpulkan dan membawa sinyal atau informasi sensorik yang diterima dari anggota tubuh atau organ indera ke otak. Sinyal atau informasi tersebut bisa berupa sensasi sentuhan, tekanan, suhu (panas atau dingin), dan rasa nyeri. Informasi ini kemudian akan diproses oleh otak untuk memberi respons.

2. Gerak motorik dan kerja organ

 

Selain ke otak, medula spinalis juga berfungsi membawa sinyal atau informasi dari otak ke otot atau organ tubuh tertentu. Informasi ini bisa disampaikan ke otot tangan, lengan, jari, tungkai, kaki, atau bagian tubuh lainnya untuk mengontrol gerak (motorik). Misalnya, ketika Anda ingin berjalan, sumsum tulang belakang membawa informasi dari otak ke otot kaki dan memerintahkannya untuk melangkah secara berulang. Selain itu, sinyal atau informasi juga bisa dibawa ke jantung, paru-paru, atau organ tubuh lainnya untuk menjalankan fungsi otonom, seperti mengontrol detak jantung, bernapas, tekanan darah, dan lain sebagainya.

 

3. Pusat gerak refleks.
Medula spinalis juga berperan dalam mengontrol gerakan-gerakan refleks pada tubuh manusia. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau pintas, yaitu tanpa diolah terlebih dahulu oleh otak. Salah satu contohnya adalah gerak refleks pada lutut yang tiba-tiba tersentak saat diketuk di titik tertentu. Dilansir dari laman Arizona State University, pada gerak refleks lutut, neuron sensorik secara langsung terhubung ke neuron motorik di medulla spinalis, tanpa diproses terlebih dahulu di otak. Oleh karena itu, proses ini memberikan respon yang lebih cepat dari gerak motorik pada umumnya.

 

f.  Sistem syaraf tepi

Sistem saraf tepi terdiri dari 12 pasang saraf kranial yang mencuat dari otak dan 31 pasang saraf tulang belakang.
Fungsi utama dari sistem saraf tepi adalah untuk menghubungkan sistem saraf pusat ke organ, anggota tubuh, dan kulit untuk memungkinkan pergerakan dan perilaku yang kompleks.
Pada sistem saraf tepi juga terdapat sel-sel sensorik yang berfungsi membawa pesan ke sistem saraf pusat. Contohnya rasa panas atau dingin yang terasa di kulit tubuh. Reseptor sensorik di kulit membawa rangsangan panas atau dingin ke sistem saraf pusat. Setelah diproses oleh sistem saraf pusat, sel motorik somatik membawa sinyal ke kerangka dan organ sensorik seperti kulit menuju ke saraf utama.

Syaraf Kranial

 

 

Syaraf Spinal

 

 


g. Sistem syaraf tak sadar (otonom)

Sistem saraf otonom adalah bagian dari sistem saraf perifer yang sebagian besar bertindak independen dari kontrol sadar (sengaja) dan terdiri dari saraf di otot jantung, otot polos, eksokrin dan kelenjar endokrin. Sistem saraf otonom bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi pemeliharaan (metabolisme, aktivitas kardiovaskular, pengaturan suhu, pencernaan) yang memiliki reputasi untuk menjadi di luar kendali sadar.
Saraf otonom dibagi menjadi 2 yaitu saraf simpatis dan parasimpatis yang bekerja pada organ viseral yang efeknya berlawanan. Saraf simpatis dan parasimpatis bekerja pada organ yang sama namun memberikan inhibisi atau eksibisi. Sifat ini disebut sebagai dual innervasi yaitu cara kerja yang dimaksudkan untuk mencapai suatu keseimbangan (homeostasis).

Syaraf PARASIMPATIS disebut juga “resting and digesting system” yang berfungsi untuk memastikan tubuh menggunakan seminimal mungkin energi tubuh. Pada saat makan maka saraf parasimpatis akan menyebabkan terjadinya proses digesti dan menyebabkan relaksasi tubuh ditandai dengan menurunnya tekanan darah dan melambatnya denyut nadi. Saraf parasimpatis berasal dari kraniosakral .

 

Syaraf SIMPATIS disebut juga “the fight-or-flight system ” yang berfungsi untuk melakukan eksitasi pada saat keadaan darurat dan emergensi. Akibat rangsangan saraf simpatis adalah meningkatnya denyut jantung dan kontraktilitasnya, nafas menjadi cepat dan dalam, tangan menjadi dingin dan berkeringat, serta pupil menjadi dilatasi. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi tahan terhadap ancaman dan stress. Saraf simpatis berasal dari torakolumbal yang saraf neuron preganglionnya berasal dari substansia grisea. Selanjutnya neuron preganglion tersebut menuju trunkus simpatikus di paravertebra.

 

Fungsi Sistem Saraf Simpatik

Fungsi Sistem Saraf Parasimpatik

1. Memperbesar pupil mata

2. Mempercepat detak jantung

3. Memperbesar bronkus

4. Memperlambat kerja alat pencernaan

5. Menghambat kontraksi kantung seni

6. Menghambat ereksi

7. Menurunkan tekanan darah

8. Menghambat sekresi empedu

9. Meningkatkan sekresi adrenalin

 

1. Memperkecil bronkus

2. Menghambat detak jantung

3. Memperkecil pupil mata

4. Mempercepat kontraksi kantung seni

5. Merangsang ereksi

6. Mempercepat kerja alat pencernaan

7. Meningkatkan tekanan darah

8. Meningkatkan sekresi empedu

9. Menghambat sekresi adrenalin

 



C. Jenis Gerakan

Terdapat dua jenis gerakan berdasarkan kinerja sistem syaraf yaitu gerak sadar dan gerak refleks.
Gerak Sadar adalah Gerak yang rangsangannya disadari dan di olah terlebih dahulu oleh otak.

Urutannya:
1. Rangsang/Impuls
2. Afektor/Panca indra
3. Sel saraf sensorik
4. Otak
5. Sel saraf motorik
6. Efektor/Otot & kelenjar
7. Tanggapan/respon

Gerak Refleks adalah Gerak cepat atau tiba – tiba yang terjadi karna adanya rangsangan mengejutkan sehingga tidak diproses terlebih dahulu oleh otak

Urutannya:
1. Rangsang/Impuls
2. Afektor/Panca indra
3. Sel saraf sensorik
4. Sumsum tulang belakang
5. Sel saraf motoric
6. Efektor/Otot & kelenjar
7. Tanggapan/respon

 

 TUGAS SISWA
(Kerjakan di buku tulis, soal berikut jawabannya!)
1. Gambarkan sel syaraf beserta bagian-bagiannya!
2. Sebutkan fungsi dari:
– Otak besar
– Otak kecil
– Sumsum lanjutan
– Sumsum tulang belakang
3. Bagaimana proses terjadinya amnesia (hilang ingatan) pada manusia? Jelaskan penyebab dan proses terjadinya!
4. Jelaskan perbedaan gerak biasa dan gerak refleks!
5. Jelaskan 3 penyakit yang menyerang sistem syaraf manusia!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share:
belajar asyik

Bima Ariyo

Seorang Guru, Desainer, Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Nama : Ni Gusti Ayu Tirtasuci
    Kelas : XI IPS 1
    Penyakit : Meningitis atau radang selaput otak.
    Meningitis atau radang selaput otak adalah salah satu jenis penyakit saraf yang kerap dialami seseorang, terutama pada bayi, anak-anak, dan remaja. Peradangan pada selaput otak ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, tetapi bisa juga terjadi akibat penyakit non-infeksi, seperti alergi obat atau sarkoidosis.

  • Nama : Ni made intan jelita
    Kelas : XI.IPS.1
    Penyakit: Epilepsi
    Epilepsi atau yang biasa disebut dengan ayan adalah penyakit saraf akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderita mengalami kejang yang berulang tanpa pemicu yang jelas.

  • Nama : Silvi Herawati
    Kelas : XI ips 1
    penyakit : Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

  • Nama : fani alfazria
    Kelas :XI ips 1
    Penyakit :Multiple Sclerosis
    Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat (mielin dan axon). Penyakit autoimun terjadi ketika sistem pertahanan tubuh manusia menyerang dirinya sendiri dan menyebabkan kerusakan.

  • Nama : Ratu Ikrima Muzqia
    Kelas : XI IPS 1
    Penyakit: Lumpuh otak
    (cerebral palsy)
    Suatu kelainan kongenital pada gerakan, otot, atau postur.
    Lumpuh otak (cerebral palsy) disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal, sering kali sebelum lahir.

  • Nama:Ersa Riasti Nahak
    Kelas: XI IPA 1
    Penyakit:Epilepsi
    Epilepsi atau yang biasa disebut dengan ayan adalah penyakit saraf akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderita mengalami kejang yang berulang tanpa pemicu yang jelas.

    Kelainan pada aktivitas listrik otak bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain trauma di kepala, gula darah yang sangat rendah, demam tinggi, dan pengaruh alkohol.

    Gejala kejang yang dialami penderita epilepsi biasanya berupa gerakan tangan dan kaki yang tak terkendali atau aneh dan berulang, kehilangan kesadaran, serta kebingungan.

  • Nama:Rania Syafa Dwyantoro
    Kelas:11 ips 1
    Penyakit:Bell's Palsy
    -Bell’s palsy adalah kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah tampak melorot. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, namun biasanya tidak bersifat permanen.
    -Gejala Bell’s Palsy
    Gejala Bell’s Palsy adalah kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Kelumpuhan tersebut ditunjukkan dengan perubahan bentuk wajah sehingga penderita sulit tersenyum dengan simetris atau menutup mata di sisi yang lumpuh.

    Selain kelumpuhan pada satu sisi wajah, gejala yang juga dapat muncul antara lain adalah mata berair dan ngeces.

    -Penyebab Bell’s Palsy
    Penderita Bell’s palsy akan mengalami peradangan pada saraf wajah, sehingga otot wajah menjadi lemah dan bentuk wajah menjadi berbeda. Kondisi ini diduga terkait dengan infeksi virus atau beberapa penyakit, seperti infeksi telinga bagian tengah dan penyakit diabetes.

    Bell’s palsy dapat dialami oleh siapapun, namun lebih sering terjadi pada orang-orang berusia 15 hingga 60 tahun.

    -Terapi Bell’s Palsy
    Terapi Bell’s palsy bertujuan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah timbulnya komplikasi. Terapi tersebut dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan dari dokter dan fisioterapi.

  • Nama=adi Prastio ramadan
    Kelas= XI IPS 1
    Penyakit=stroke
    Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

    Kondisi ini menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika sel-sel otak mulai rusak, penderita stroke dapat mengalami beberapa gejala, seperti mati rasa pada wajah, kesulitan dalam berbicara, berjalan, dan melihat, sakit kepala yang hebat, bahkan kelumpuhan.

  • Lintang Aulia Putri cahyani
    XI IPS 1
    stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler

  • Nama : Devina Choirunnisa Larasati
    Kelas : XI IPS 1

    Penyakit : Alzheimer.
    Penyakit Alzheimer adalah penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap. Kerusakan sel otak akan menurunkan kadar zat kimia di dalam otak, yang menyebabkan koordinasi antarsaraf otak menjadi kacau. Kondisi ini banyak ditemukan pada orang-orang di atas 65 tahun.

  • Nama : Daffa Septiani
    Kelas : XI IPA 1
    Penyakit : Hidrosefalus
    Hidrosefalus adalah kondisi saat terjadinya penumpukan cairan berlebihan di dalam otak. Pada keadaan normal, terdapat cairan otak yang mengisi ruangan-ruangan (ventrikel) di dalam otak dalam jumlah tertentu. Namun, pada hidrosefalus, jumlah cairan otak tersebut berlebihan, sehingga menimbulkan penekanan sel-sel otak dan gangguan saraf.

    Hidrosefalus ditandai dengan pembesaran kepala pada bayi. Orang dewasa dan anak-anak mengalami sakit kepala, gangguan penglihatan, kesulitan kognitif, gangguan koordinasi, dan inkontinensia.

  • Dwi nadia sekar wulan (XI IPS 1).

    • penyakit : Ensefelitis
    • Ensefelitis atau radang otak adalah peradangan yang terjadi pada jaringan otak yang dapat menyebabkan gejala gangguan saraf, gejala gangguan saraf yang ditimbulkan dapat berupa penurunan kesadaran, kejang, atau gangguan dalam bergerak.

  • I gede nengah kesuma divayana (XI IPS 1)

    •Penyakit : Meningitis

    •Meningitis : peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Meningitis terkadang sulit dikenali, karena penyakit ini memiliki gejala awal yang serupa dengan flu, seperti demam dan sakit kepala.

    Meningitis atau radang selaput otak dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Kondisi-kondisi tertentu, seperti melemahnya sistem imun tubuh, juga dapat memicu munculnya meningitis.

  • Nama : NOVITA SUCI DAMAYANTI
    Kelas : XI IPA 1

    Penyakit : Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)

    Penyakit lumpuh otak atau biasa di kenal dengan nama cerebral palsy merupakan jenis penyakit syaraf yang cukup mengganggu, bahkan sangat memengaruhi sistem koordinasi serta pergerakan tubuh. Penyebab terjadinya penyakit ini karena adanya masalah yang serius pada bagian otak besar. Biasanya menyerang pada anak anak. Dan karena alasan penyakit inilah yang menjadi penyebab utama mengapa terjadi kelumpuhan kronis pada anak anak.

  • Riri Safitri (XI IPA 1)
    -) Penyakit: Kelumpuhan
    -) Kelumpuhan atau paralisis adalah kondisi ketika satu atau beberapa bagian tubuh tidak dapat digerakkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan pada otot atau saraf, akibat cedera atau penyakit tertentu.

  • NAMA : RATU FARAH NUR AMALINA
    KELAS : XI IPA 1

    Penyakit :
    >> Parkinson
    Merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem syaraf. Hal ini menyebabkan terjadinya degenerasi sel saraf secara di bagian otak tengah. Padahal fungsi utama dari bagian ini adalah untuk mengatur pergerakan tubuh atau sistem motoriknya. Gejala yang timbul dari penderita adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Meskipun pada tahap awalnya, penderita yang mengidap penyakit parkinson ini tidak menunjukan gejala yang tampak.

    Biasanya penderita akan merasa lemah pada tubuhnya. Bahkan sampai ada yang kaki pada beberapa bagian tubuhnya. Ia juga akan mengalami gemetar yang halus namunterus menerus pada satu organ. Biasanya terjadi saat ia sedang beristirahat.

  • Nama:Varrel Adha Putra Sentono
    Kelas: XI IPA 1

    Penyakit:Meningitis atau Radang Selaput Otak

    •) Meningitis atau Radang Selaput Otak
    Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang.
    Meningitis diakibatkan oleh terganggunya sistem saraf di sekitar otak dan sumsum tulang belakang akibat infeksi jamur atau virus.
    Meningitis bisa dialami bayi, anak-anak, maupun dewasa.
    Gejala yang umum dirasakan oleh penderita adalah demam disertai menggingil, perubahan kondisi mental (jadi linglung), leher kaku, sakit kepala, mual dan muntah, serta sensitif terhadap cahaya.

  • Nama : Alif Afrian Mastiandi
    Kelas. : XI IPA 1

    Penyakit: Multiple Sclerosis

    Termasuk salah satu penyakit saraf kronis yang diakibatkan oleh rusaknya selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada otak dan sumsum tulang belakang. Nah, kerusakan ini akan menimbulkan luka yang berakibat pada terganggunya aktivitas otak untuk mengirim sinyal ke tubuh.
    Penderita multiple sclerosis umumnya akan merasakan gejala-gejala seperti kelelahan berlebih, kepala pusing, hilang keseimbangan, gangguan penglihatan, kesemutan/mati rasa, kejang dan kaku otot, sampai gangguan kognitif dan emosional.

  • Nama : Muhamad Reza Alfarizki
    Keals : XI Ipa 1

    penyakit :Epilepsi

    Epilepsi atau yang biasa disebut dengan ayan adalah penyakit saraf akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderita mengalami kejang yang berulang tanpa pemicu yang jelas.

  • Nama: Sherly Hotmaida Pasaribu
    Kelas: XI IPA 1

    Penyakit: Stroke.

    Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

    Kondisi ini menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika sel-sel otak mulai rusak, penderita stroke dapat mengalami beberapa gejala, seperti mati rasa pada wajah, kesulitan dalam berbicara, berjalan, dan melihat, sakit kepala yang hebat, bahkan kelumpuhan.

  • Nama : Muhammad Hanif
    Kelas : XI IPA 1

    Penyakit : Hidrosefalus
    Hidrosefalus adalah Menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak.
    Kelebihan cairan menekan otak dan dapat menyebabkan kerusakan otak. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan orang berusia lanjut.

  • Nama : Hanif Muzakki Indra Fata Santosa
    Kelas: XI IPA 1
    Penyakit: Stroke

    Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada area otak yang terdampak akan segera mati.

  • Nama : Fadel Choirul Annas
    Kelas : XI Ipa 1
    Penyakit : "sindrom raye"
    sindrom raye adalah orang tua yang memiliki infeksi virus, yang mana sebelumnya ketika masa muda yang mengambil aspirin.

    Sindrom ini mampu menyebabkan pembengkakan pada otak, dan akibatnya bisa fatal. Biasanya mereka yang memiliki resiko terkena sindrom raye adalah yang memiliki kekebalan tubuh rendah. Sebab kala muda sering mengkonsumsi obat yang mengandung aspirin, yang mana biasanya di pakai dalam tablet flu. Boleh jadi mereka memiliki reaksi alergi terhadap obat.

    Salah satu cara untuk menghindari sindrom raye adalah dengan tidak mengkonsumsi aspirin. Karena kita tidak pernah tahu, apakah nantinya ketika sudah tua akan terserang sindrom raye atau tidak. Dengan tidak membeli obat sembarangan di warung, penyakit ini bisa menjadi alasan. Karena pada dasarnya, tubuh anda bisa mengobati diri sendiri jika hanya terserang penyakit ringan.

  • Nama : Dandy Satria Damara
    Kelas : XI IPA 1

    Penyakit : Meningitis/ radang selaput otak
    Radang selaput otak dan sumsum tulang belakang, biasanya disebabkan oleh infeksi.
    Meningitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus, tetapi juga bisa bakteri atau jamur. Vaksin dapat mencegah sebagian bentuk meningitis.

    Gejala yang umum dirasakan oleh penderita adalah demam disertai menggingil, perubahan kondisi mental (jadi linglung), leher kaku, sakit kepala, mual dan muntah, serta sensitif terhadap cahaya.

    Pengobatan bervariasi :
    Tergantung pada penyebabnya, meningitis mungkin dapat pulih sendiri, atau dapat mengancam jiwa sehingga membutuhkan penanganan antibiotik yang mendesak.

  • Nama : Hasnita Puspa Amalia
    Kelas : XI IPA 1

    Penyakit : Stroke
    Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika sel-sel otak mulai rusak, penderita stroke dapat mengalami beberapa gejala, seperti mati rasa pada wajah, kesulitan dalam berbicara, berjalan, dan melihat, sakit kepala yang hebat, bahkan kelumpuhan.

  • Nama: Retno Widya Ningsih
    Kelas: Xl lPA1
    Penyakit: Lumpuhnya Otak
    Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak, yang biasanya terjadi saat anak masih di dalam kandungan. Gangguan perkembangan otak ini juga dapat terjadi ketika proses persalinan atau dua tahun pertama setelah kelahiran.
    ●Gejala Cerebral Palsy

    Pada anak atau bayi yang terkena cerebral palsy:
    -Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol (athetosis).
    -Kurang merespons terhadap sentuhan atau rasa nyeri.
    -Masih mengompol walaupun usianya sudah lebih besar, akibat tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urine).
    -Gangguan kecerdasan.
    -Gangguan penglihatan dan pendengaran.
    -Gangguan berbicara (disartria).
    -Kesulitan dalam menelan (disfagia).
    -Terus-menerus mengeluarkan air liur atau ngiler.
    -Kejang.

    Keluhan yang terjadi ini dapat bersifat permanen dan menimbulkan kecacatan.

  • Nama : Alfian Raysandi
    Kelas : XI IPA 1
    Penyakit : Hidrocephalus

    Hindrocephalus Anda kerap menonton acara peduli sesama? Biasanya icon yang paling terkenal salah satunya adalah anak kecil dengan kepala besar sekali. Saking besarnya, bahkan ia tak mampu mengangkat tubuhnya sendiri. itulah yang di namakan dengan penyakit hirocephalus. Sasaran utamanya adalah organ otak.

    Penderita hidrosefalus akan mengalami penumpukan cairan di dalam otak. Akibatnya adalah terjadi peningkatan tekanan otak. Jika tidak segera di obat, bisa fatal. Sebab tekanan ini mampu merusak jaringan yang ada di dalamnya. Bahkan juga mampu melemahkan fungsi otak. Penyakit hidrosefalus ini bisa terjadi pada orang orang dalam usia berapapun. Tapi biasanya penyakit ini menyerang bayi dan manula (manusia lanjut usia).

  • Nama : Nida Rofi'ah Hassan
    Kelas : 11 IPA 1
    Penyakit : Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)

    Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah gangguan saraf yang dapat memburuk seiring waktu, hingga menyebabkan kelumpuhan. Pada awalnya, ALS ditandai dengan kedutan otot, otot melemah, dan gangguan bicara.

  • Nama : Nida Rofi'ah Hassan
    Kelas : 11 IPA 1
    Penyakit : Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)

    Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah gangguan saraf yang dapat memburuk seiring waktu, hingga menyebabkan kelumpuhan. Pada awalnya, ALS ditandai dengan kedutan otot, otot melemah, dan gangguan bicara.

  • Nama : Nida Rofi'ah Hassan
    Kelas : 11 IPA 1
    Penyakit : Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)

    Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah gangguan saraf yang dapat memburuk seiring waktu, hingga menyebabkan kelumpuhan. Pada awalnya, ALS ditandai dengan kedutan otot, otot melemah, dan gangguan bicara.

  • Nama : Nida Rofi'ah Hassan
    Kelas : 11 IPA 1
    Penyakit : Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)

    Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah gangguan saraf yang dapat memburuk seiring waktu, hingga menyebabkan kelumpuhan. Pada awalnya, ALS ditandai dengan kedutan otot, otot melemah, dan gangguan bicara.

  • Nama : Renaldy Julio Saputra
    Kelas : xi.ips.1
    Penyakit : Sindrom Reye

    Sindrom Reye adalah kondisi serius yang jarang terjadi, yang menyebabkan pembengkakan pada daerah liver (hati) dan otak. Sindrom Reye sebagian besar terjadi pada anak-anak dan remaja setelah mengalami fase penyembuhan dari infeksi virus, yang paling sering yaitu virus flu atau cacar air.

    Sindrom ini mampu menyebabkan pembengkakan pada otak, dan akibatnya bisa fatal. Biasanya mereka yang memiliki resiko terkena sindrom raye adalah yang memiliki kekebalan tubuh rendah.

    Salah satu cara untuk menghindari sindrom raye adalah dengan tidak mengkonsumsi aspirin.

  • Nama : Shalsya rahmadania
    Kelas : XI.IPA1
    Penyakit:Bell's Palsy

    Bell’s Palsy
    Bell’s palsy adalah penyakit saraf yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot di wajah. Kondisi ini terjadi ketika saraf perifer yang mengontrol otot wajah mengalami peradangan, pembengkakan, atau penekanan.

    Pada Bell’s palsy, satu sisi wajah penderitanya akan menjadi kaku, sehingga ia kesulitan tersenyum atau menutup mata. Dalam sebagian besar kasus, gejala bersifat sementara dan akan hilang setelah beberapa minggu.

    Selain yang disebutkan di atas, tumor otak atau tumor sumsum tulang belakang, ALS, neuropati perifer, penyakit Parkinson, penyakit saraf motorik, dan penyakit Alzheimer juga termasuk jenis penyakit saraf yang bisa terjadi.

    Penyakit saraf merupakan penyakit yang cukup berbahaya yang bisa memengaruhi kualitas hidup penderitanya, bahkan bisa mengancam nyawa. Jadi, bila Anda mengalami gejalanya atau berisiko tinggi terkena penyakit saraf, berkonsultasilah dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Nama : Dwi Gita Adelliana
    Kelas : XI IPS 1
    Jawaban :
    Epilepsi
    Epilepsi atau yang biasa disebut dengan ayan adalah penyakit saraf akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderita mengalami kejang yang berulang tanpa pemicu yang jelas.
    Kelainan pada aktivitas listrik otak bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain trauma di kepala, gula darah yang sangat rendah, demam tinggi, dan pengaruh alkohol.
    Gejala kejang yang dialami penderita epilepsi biasanya berupa gerakan tangan dan kaki yang tak terkendali atau aneh dan berulang, kehilangan kesadaran, serta kebingungan.

  • Dessy helvana caroline
    Kelas Xl IPA 1
    Penyakit : Gejala saraf terjepit atau HNP yang paling sering terjadi adalah nyeri. Kasus HNP yang ringan sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat juga muncul gejala nyeri yang hebat. Saraf terjepit atau HNP paling sering terjadi di punggung bawah dan leher.

    Gejala akan muncul pada tempat terjadinya saraf terjepit atau HNP, misalnya HNP yang terjadi pada punggung bawah, akan menimbulkan gejala nyeri punggung bawah.

  • Nama : Rahma Widya Zulaeha
    Kelas : XI Ipa 1

    Penyakit : Poliomyelitis

    Poliomyelitis atau polio adalah penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan sangat menular. Virus polio atau poliovirus disebarkan melalui makanan, air minum, dan melalui tangan yang terkontaminasi oleh kotoran maupun dahak penderita. Tetapi dapat dicegah dengan melakukan imunisasi polio.

  • Nama : Alfrendo Butar Butar
    Kelas : XI IPA 1

    Nama penyakit : Penyakit Alzheimer adalah kelainan progresif yang menyebabkan sel-sel otak merosot atau mati. Penyakit ini merupakan penyebab umum dari demensia, yang dapat memengaruhi ingatan, pemikiran, dan perilaku penderitanya

  • Nama:Jivandra Damar Setyawan
    Kelas:XI IPA 1
    Penyakit:Epilepsi

    Epilepsi atau yang biasa disebut dengan ayan adalah penyakit saraf akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderita mengalami kejang yang berulang tanpa pemicu yang jelas.

  • Nama: Alexcandro Hibertus
    Kelas: XI IPA 1
    Penyakit: Multiple Sclerosis

    Penjelan:
    Multiple Sclerosis
    Penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis adalah jenis penyakit saraf yang berisiko tinggi mengenai otak dan sumsum tulang belakang. Faktanya, penyakit saraf ini merupakan penyebab kecacatan paling umum pada orang-orang berusia 20–30 tahun.

    Multiple sclerosis bisa memengaruhi penglihatan, gerakan lengan atau kaki, dan keseimbangan tubuh penderitanya. Gejala awal yang bisa dirasakan adalah kelelahan, kesemutan, mati rasa, penglihatan kabur, dan otot kaku.

  • Nama : Fathatur Rizqi Nafi'ah
    Kelas : XI IPS 1
    Penyakit : Tumor otak adalah penyakit yang timbul akibat tumbuhnya jaringan abnormal di otak. Tergantung jenisnya, tumor otak ada yang bersifat jinak maupun ganas.

    Munculnya tumor di otak bisa berasal dari jaringan otak itu sendiri (atau disebut tumor otak primer), bisa juga berasal dari kanker pada organ lain yang menyebar ke otak (tumor otak sekunder).

    Tumbuhnya tumor otak disebabkan oleh perubahan atau mutasi genetik di dalam sel otak. Penyebab perubahan genetik ini masih belum diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tumor otak, yaitu:
    – Usia
    – Keturunan
    – Pernah menjalani radioterapi

  • Nama: Mega Winanta
    Kelas : XI Ipa1

    Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.

    Ketika sebagian area otak mati, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. Stroke adalah keadaan darurat medis karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Penanganan yang cepat dapat meminimalkan kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi.

    Hipertensi yang diikuti dengan diabetes dan kolesterol tinggi merupakan kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya stroke di Indonesia.

  • Nama : Aprilia Nugroho
    Kelas : XI ips1
    Penyakit : Sindrom raye
    Anda pernah mendengar nama penyakit ini sebelumnya? Jika memang belum, maka bukan mutlak kesalahan anda. sebab penyakit ini pun sebenarnya tergolong jarang, bahkan di nilai langka. Mereka yang terkena sindrom raye adalah orang tua yang memiliki infeksi virus, yang mana sebelumnya ketika masa muda yang mengambil aspirin.

    Sindrom ini mampu menyebabkan pembengkakan pada otak, dan akibatnya bisa fatal. Biasanya mereka yang memiliki resiko terkena sindrom raye adalah yang memiliki kekebalan tubuh rendah. Sebab kala muda sering mengkonsumsi obat yang mengandung aspirin, yang mana biasanya di pakai dalam tablet flu. Boleh jadi mereka memiliki reaksi alergi terhadap obat.

    Salah satu cara untuk menghindari sindrom raye adalah dengan tidak mengkonsumsi aspirin. Karena kita tidak pernah tahu, apakah nantinya ketika sudah tua akan terserang sindrom raye atau tidak. Dengan tidak membeli obat sembarangan di warung, penyakit ini bisa menjadi alasan. Karena pada dasarnya, tubuh anda bisa mengobati diri sendiri jika hanya terserang penyakit ringan.

  • Nama : Francesco Totti M
    Kelas :XI IPS 1
    Penyakit : Meningitis atau Radang selaput otak

    Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges) mengalami peradangan. Meningitis disebut juga dengan radang selaput otak. Beberapa gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala, demam, dan leher kaku (kaku kuduk).

    Penyakit ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus, tapi bisa juga diakibatkan oleh infeksi bakteri, jamur atau parasit.

  • Nama: Inda wijaya supriatno
    Kelas: Xl IPS 1
    Penyakit: medula spinalis

    medula spinalis adalah cedera pada tulang belakang baik langsung maupun tidak langsung, yang menyebabkan lesi di medula spinalis sehingga menimbulkan gangguan neurologis, dapat menyebabkan kecacatan menetap atau kematian. Terdapat bintik bintik kecil pada permukaan tulang, tapi tidak terlihat fraktur.

  • Nama: Arief Dwi Saputra
    Kelas : XI IPS 1
    Penyakit : Multiple Sclerosis

    Multiple Sclerosis adalah Penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis adalah jenis penyakit saraf yang berisiko tinggi mengenai otak dan sumsum tulang belakang. Faktanya, penyakit saraf ini merupakan penyebab kecacatan paling umum pada orang-orang berusia 20–30 tahun.

    Multiple sclerosis bisa memengaruhi penglihatan, gerakan lengan atau kaki, dan keseimbangan tubuh penderitanya. Gejala awal yang bisa dirasakan adalah kelelahan, kesemutan, mati rasa, penglihatan kabur, dan otot kaku.

    Penyebab multiple sclerosis sejauh ini belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini diduga terjadi akibat penyakit autoimun. Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh menyerang zat lemak yang melapisi saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

  • nama: shaldiva arfita
    kelas: XI ips 1
    Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

    Kondisi ini menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika sel-sel otak mulai rusak, penderita stroke dapat mengalami beberapa gejala, seperti mati rasa pada wajah, kesulitan dalam berbicara, berjalan, dan melihat, sakit kepala yang hebat, bahkan kelumpuhan.