A. PENDAHULUAN

Perkawinan akan menghasilkan keturunan yang mempunyai bentuk fisik dan sifat yang mirip dengan orang tua mereka. Hal ini terjadi karena sifat yang terdapat pada gen dalam nukleus sel sperma akan bergabung dengan gen dalam nukleus sel telur. Dari perkawinan itu akan menghasilkan suatu individu yang di dalamnya terdapat gabungan dari sifat-sifat gen tersebut. Bab ini akan menjelaskan pola pengendalian sifat keturunan pada makhluk hidup.

B. PERCOBAAN MENDEL

Gregor Johann Mendel (1822–1884) merupakan seorang biarawan berkebangsaan Austria, yang berjasa besar dalam memperkenalkan ilmu pengetahuan tentang pewarisan sifat atau disebut genetika. Hukum genetika yang diperkenalkan Mendel dikenal dengan hukum I Mendel dan hukum II Mendel. Dari penemuannya ini, Mendel dikukuhkan sebagai Bapak Genetika. 


Selama delapan tahun (1856–1864) Mendel melakukan penelitian persilangan pada tanaman ercis atau Pisum sativum (kacang kapri). Mendel memilih tanaman ercis untuk percobaannya sebab tanaman ercis masa hidupnya tidak lama hanya berkisar setahun, mudah tumbuh, memiliki bunga sempurna sehingga terjadi penyerbukan sendiri yang akan menghasilkan galur murni (keturunan yang selalu memiliki sifat yang sama dengan induknya), dan mampu menghasilkan banyak keturunan. Perhatikan Gambar 5.2. Tanaman ercis memiliki tujuh sifat dengan perbedaan yang mencolok seperti berikut.

1. Batang tinggi atau kerdil (pendek).
2. Buah polongan berwarna kuning atau hijau.
3. Bunga berwarna ungu atau putih.
4. Letak bunga aksial (sepanjang batang) atau terminal (pada ujung batang).
5. Biji masak berwarna hijau atau kuning.
6. Permukaan biji bulat atau berkerut.
7. Warna kulit biji abu-abu atau putih

Kacang ercis/Pisum sativum disebut juga kacang kapri dipilih untuk penelitian dikarenakan hal-hal berikut:

1. Sifat beda bervariasi
2. Bunga sempurna (dapat melakukan penyerbukan sendiri)
3. Mudah melakukan penyerbukan silang
4. Umur pendek


C. HUKUM MENDEL

Hukum I Mendel : Segregasi Bebas

Pada waktu pembentukan gamet terjadi pemisahan (segregasi) alel secara bebas dari diploid menjadi haploid


Hukum II Mendel : Asortasi bebas

Pada waktu pembentukan gamet, alel-alel berbeda yang telah bersegregasi bebas akan bergabung secara bebas membentuk genotip dengan kombinasi-kombinasi alel yang berbeda


D. ISTILAH – ISTILAH DALAM PERSILANGAN

1. Gen : kode yang menentukan sifat makhluk hidup
2. Alel : Gen yang saling berpasangan
3. Lokus : Tempat Alel dalam kromosom
4. Genotipe : Susunan kode genetik penentu sifat
5. Homozigot : Genotipe sejenis, MM atau mm
6. Heterozigot : Genotipe berbeda jenis, Mm
7. Dominan : Sifat yang banyak muncul pada keturunan (MM (manis) & Mm (manis))
8. Resesif : Sifat yang dikalahkan oleh sifat dominan dan hanya muncul dalam bentuk homozigot (mm: pahit)
9. Fenotipe : Sifat yang nampak dan dapat diamati
10. Galur Murni : varietas genotip homozigot
11. Hibrida (bastar) : persilangan individu beda sifat
12. Parental : Induk
13. Filial : keturunan
14. Gamet : sel kelamin (dinyatakan dalam tipe genotip)
15. Back Cross : Perkawinan F 1 dengan salah satu induknya
16. Test Cross : Perkawinan F 1 dengan induk yang homozigot resesif
17. Resiprok : perkawinan yang mempertukarkan fenotip jantan dan betina

E. ISTILAH – ISTILAH DALAM PERSILANGAN

Hibrid merupakan perkawinan dua individu yang mempunyai sifat beda. Berdasarkan banyaknya sifat beda individu yang melakukan perkawinan, hibrid dibedakan sebagai berikut.
a. Monohibrid, yaitu suatu hibrid dengan satu sifat beda (Aa).
b. Dihibrid, yaitu suatu hibrid dengan dua sifat beda (AaBb).
c. Trihibrid, yaitu suatu hibrid  dengan tiga sifat beda (AaBbCc).

Contoh Soal

Tentukan Jumlah GAMET dari kombinasi Genotipe di bawah ini!
– Aa
– AaBb
– AaBbCc
– MmNNPp

Jawab:
Aa : jumlah gamet 2n = 21 = 2 (n = jumlah sifat beda) yaitu A dan a

AaBb = 22 = 4 yaitu AB, Ab, aB, dan ab

AaBbCc = 23 = 8 yaitu ABC, ABc, AbC, Abc, aBC, aBc, abC, abc

MmNNPp = 22 = 4 yaitu MNP, MNp, mNP, dan nNp

F. CONTOH SOAL PERSILANGAN HUKUM MENDEL

1. Persilangan Monohibrid

Contoh 1

Contoh 2

Kacang ercis berbiji bulat dominan homozigot (BB) disilangkan dengan kacang ercis biji berkerut (bb), Jika keturunan F1 nya menghasilkan tanaman berbiji bulat (Bb) dan F1 nya disilangkan dengan sesamanya. Maka tentukan keturunan F2 nya!


2. Persilangan Dihibrid

Contoh 3

Kacang ercis berbiji bulat kuning dominan homozigot (BBKK) disilangkan dengan kacang ercis biji keriput hijau resesif (bbkk). Jika F1 nya ternyata kacang ercis bulat kuning heterozigot, tentukan hasil keturunan F2nya jika F1 disilangkan dengan sesamanya!

G. PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL

Para ilmuwan melihat adanya penyimpangan terhadap hukum Mendel. Ternyata penyimpangan ini hanya merupakan penyimpangan semu karena pola dasarnya sama dengan hukum Mendel tersebut. Perubahan atau penyimpangan yang terjadi meliputi penyimpangan semu, pautan gen, pautan seks, pindah silang, determinasi seks, gen letal, dan gagal berpisah (nondisjunction).

F. SOAL LATIHAN

Kerjakan di buku tulismu! Tuliskan bagan persilangan dan hasil genotipe serta fenotipnya!

SOAL 1
1. Kacang ercis pohon tinggi dominan heterozigot (Tt) disilangkan dengan kacang ercis pohon pendek (tt), Tentukan:
a) Tabel persilangan 
b) Rasio fenotipe dan genotipe keturunan F1nya!

SOAL 2
2. Mangga buah manis dominan homozigot (MM) disilangkan dengan mangga buah masam resesif (mm). 
Tentukan:
a. Tabel persilangan
b. rasio fenotipe dan genotipe keturunan F1nya!
c. rasio 
fenotipe dan genotipe keturunan F2nya jika F1 nya disilangkan dengan sesamanya!

SOAL 3
3. Kucing ekor panjang heterozigot dominan (Pp) disilangkan dengan 
kucing ekor panjang heterozigot dominan (Pp). Tentukan:
a) Tabel persilangan
b) rasio fenotipe dan genotipe keturunan F1nya!

SOAL 4
4. Buah jambu buah manis besar dominan homozigot (MMBB) disilangkan dengan buah jambu buah masam kecil resesif (mmbb). Jika F1 nya menghasilkan jambu buah manis besar heterozigot dan F1 nya disilangkan dengan sesamanya, maka tentukan:
a) tabel persilangan
b) rasio fenotipe keturunan F2nya!
c) Jumlah pohon jambu buah manis kecil jika F2nya menghasilkan 800 pohon!

    Share:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *