A. DEFINISI MUTASI

Istilah mutasi pertama kali dikemukakan oleh Hugo de Vries (Belanda) dalam bukunya yang berjudul The Mutation Theory pada tahun 1901. Istilah mutasi digunakan untuk mengemukakan adanya perubahan fenotip pada bunga Oenothera lamarckiana (perhatikan gambar). Perubahan fenotip tersebut disebabkan oleh perubahan gen.

      bunga Oenothera lamarckiana


Mutasi merupakan perubahan informasi genetik pada makhluk hidup (terjadi pada DNA maupun RNA).
Organisme yang terkena mutasi disebut mutan.
Proses terjadinya mutasi disebut mutagenesis.
Zat yang dapat menyebabkan individu mengalami mutasi dinamakan mutagen.
Mutasi berakibat terbentuknya fenotipe baru pada spesies makhluk hidup sehingga memunculkan variasi-variasi pada spesies yang mengalami mutasi.

B. JENIS MUTASI

1. Mutasi berdasarkan cara terjadinya
berdasarkan cara terjadinya/mutagenesis, mutasi yang terjadi pada individu terdiri dari dua jenis yaitu:

a. MUTASI ALAMI
Mutasi ini terjadi di alam secara alamiah dan terjadi sebagai sebab akibat dari sebuah peristiwa.
Penyebab terjadinya mutasi ini misalnya radiasi sinar kosmis, radioaktif, sinar ultraviolet, sinar X, loncatan energi listrik seperti petir.

contoh kasus:
Berjemur di terik matahari dapat mengakibatkan paparan sinar Ultraviolet (UV) dosis tinggi. Terlalu banyak paparan sinar UV dapat merusak DNA, dan mengakibatkan mutasi pada bagian tubuh tertentu. Bagian tubuh yang paling beresiko adalah kulit. Gangguan akibat mutasi yang muncul dapat berupa kanker kulit.

pertanyaan:
(Salin pertanyaan dan tulis jawaban di buku tulis!)
1. Bagaimana cara menghindari efek sinar UV jika kita terpaksa harus terkena paparan sinar matahari?
2. Apakah tahi lalat termasuk mutasi pada kulit?
3. Apakah mutasi akibat sinar UV ini dapat diturunkan?

Contoh mutasi pada kulit akibat paparan sinar UV berlebihan

b. MUTASI BUATAN
Mutasi ini terjadi secara disengaja dan memang dikehendaki agar terjadinya sebuah mutasi dapat dimanfaatkan oleh umat manusia.
Penyebab terjadinya mutasi ini adalah mutagen yang diinduksi/mutasi induksi dan dapat dilakukan dalam serangkaian percobaan.

contoh kasus:
Banyak orang terganggu saat memakan buah dan menemukan biji di dalamnya. Semisal buah semangka dan jeruk. Dengan teknologi mutasi dapat dihasilkan tanaman yang akan menghasilkan buah tanpa biji. Buah tanpa biji ini tentunya memiliki harga jual yang lebih tinggi ketimbang buah yang masih terdapat biji di dalamnya

pertanyaan:
(Salin pertanyaan dan tulis jawaban di buku tulis!)
4. Apakah buah tanpa biji akibat proses mutasi genetik dapat menyebabkan kita yang memakannya juga berpotensi mengalami mutasi genetik?
5. Jika tanaman buah sudah tak memiliki biji lalu bagaimana cara tanaman buah tersebut berkembang biak dan terus memproduksi tanaman buah tanpa biji di kemudian hari?

Contoh mutasi yang memproduksi buah tanpa biji.

2. Mutasi berdasarkan lokasi selnya
berdasarkan lokasi selnya, mutasi dibagi ke dalam dua tipe yaitu:

a. MUTASI SOMATIK (Pada sel somatik/sel tubuh)
Ciri-ciri dari mutasi somatik adalah:
– Tidak diwariskan
– Terlokalisasi hanya di bagian sel tubuh yang termutasi
Contoh dari mutasi somatik adalah Sel Kanker

b. Mutasi GERMINAL (Pada sel gamet/sel kelamin)
Ciri-ciri dari mutasi germinal adalah:
– Diwariskan turun menurun
– Mempengaruhi semua sel di dalam tubuh
Contoh dari mutasi germinal adalah Hemofilia

3. Mutasi berdasarkan bahan genetiknya

a. Mutasi GEN/Point Mutation (MUTASI TITIK)
Perubahan struktur DNA (gen) yang terjadi pada lokus tunggal kromosom dinamakan mutasi gen atau point mutation. Telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya bahwa fenotip pada suatu organisme ditentukan oleh susunan nukleotida dalam molekul DNA. Perubahan pada satu atau lebih nukleotida dapat menyebabkan kesalahan pembentukan asam amino yang akan membentuk protein (enzim).

b. Mutasi KROMOSOM (ABERASI)
Mutasi kromosom merupakan perubahan kromosom sehingga menimbulkan perubahan sifat yang diturunkan pada generasi berikutnya. Sebagian besar mutasi kromosom disebabkan oleh kesalahan pada proses meiosis, misalnya terjadi pindah silang atau tautan. 

C. PENYEBAB MUTASI

Zat yang dapat menyebabkan mutasi dikenal dengan istilah mutagen. Jenis-jenis mutagen dibagi menjadi tiga bentuk:

1. Mutagen Kimia
Mutagen kimia dapat berupa zat kimia yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan (dari sumber nutrisi) maupun pernafasan. Juga paparan akibat peperangan dan bencana alam.

Contoh dari mutagen kimia adalah:
– Pestisida (semisal DDT yang digunakan untuk membasmi hama tanaman)
– Asam nitrit (pengawet daging)
– Agen Alkilase (Gas mustard)
– Benzopyrene (pada rokok)
– Kolkisin (untuk modifikasi tumbuhan)
– Digitonin
– Akridin (pewarna)
– 5-Bromourasil
– Asam nitrat (reagen, bahan pupuk dan bahan peledak)

2. Mutagen Fisika
Mutagen yang bersifat fisik, ada disekeliling kita dan ada yang dapat bersifat mutagen saat intensitasnya sangat besar/tidak terkendali.

Contoh dari mutagen fisika adalah:
– Suhu yang terlalu tinggi
– Sinar berenergi tinggi (Alfa, Beta, Gama, Neutron)
– Sinar ultraviolet
– Sinar X
– Sinar kosmik

3. Mutagen Biologi
Mutagen yang berasal dari makhluk hidup atau partikel organik. Bisa menjadi penyebab mutasi dikarenakan interaksi antara makhluk hidup dengan mutagen tersebut.

Contoh mutagen biologi adalah:
– virus
– bakteri

Saksikan video berikut ini untuk menyadari betapa bahayanya mutagen di sekitar kita dapat memicu mutasi diantaranya penyakit KANKER

BERSAMBUNG KE PART 2

PRESENSI DILAKUKAN DENGAN MENULISKAN NAMA PADA FITUR BALAS DI KOLOM KOMENTAR KELAS MASING-MASING DIBAWAH TULISAN INI

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *