Etologi merupakan ilmu yang mengkaji tentang perilaku hewan terhadap lingkungan. Perilaku dapat disebabkan oleh genetis (prilaku bawaan lahir) dan lingkungan (proses belajar), sehingga terjadi perkembangan sifat

A. PERILAKU AKIBAT PENGARUH GENETIS DAN FAKTOR LINGKUNGAN

1. INNATE
Perilaku yang telah ada di dalam individu sebagai bawaan lahir dan berkembang secara tetap atau pasti. Perilaku ini tidak memerlukan pengalaman atau proses belajar, terjadi saat baru lahir, dan bersifat genetis (diturunkan)
Contoh:
– Anak mamalia yang baru lahir langsung mencari kelenjar susu induknya

BIO FACT:
Anak Paus sedang menyusui induknya di lautan lepas. Di dalam air laut, air susu yang dihasilkan oleh induk Paus mengandung lemak dengan kadar yang tinggi sehingga tidak mudah bercampur dengan air laut sehingga dapat memudahkan anak paus untuk meminum air susunya.  

2. INSTING
Insting adalah turunan dari innate, hanya saja insting lebih mengandalkan pengalaman, belajar, ataupun sifat genetis
Contoh:
Planaria yang menghindar dari cahaya
– Burung membuat model sarang
– Laba-laba merajut jaring 

BIO FACT:
Planaria
sp. merupakan salah satu spesies caring pipih yang memiliki kemampuan regenerasi tinggi saat dirinya terbelah dan masing masing bagian tubuh dapat berkembang menjadi organisme baru (fragmentasi). Fragmentasi dijelaskan melalui ilustrasi berikut ini:

3. POLA AKSI TETAP ( FAP = Fixed Action Paterns)
Perilaku stereotipik disebabkan oleh adanya stimulus (rangsangan) yang spesifik dan tidak perlu adanya pengalaman atau belajar.
Contoh:
– Anak burung baru menetas akan selalu membuka mulutnya, kemudian induknya akan menaruh makanan di dalam mulut anak burung tersebut.

BIO FACT:
Bagaimana induk burung dapat menentukan anak burung yang harus ia beri makan? Pada beberapa jenis burung, induk burung akan memilih anak burung yang memiliki warna kerongkongan paling merah dan cerah. Warna merah cerah pada kerongkongan anak burung dikarenakan akumulasi jumlah darah pada pembuluh darah yang berkonsentrasi di sekitar kerongkongan. Saat anak burung sudah mendapatkan mekanan darah akan terakumulasi di sistem pencernaan sehingga warna merah pada kerongkongan memudar. Teori lain menyebutkan  induk burung akan memberi makan anak mereka dengan warna kerongkongan yang paling cerah saat paruhnya menganga karena inilah pertanda bahwa kesehatannya baik. Warna merah menandakan burung tersebut punya perbandingan pigmen karotenoid (pigmen merah) yang tinggi, yang berarti sistem kekebalannya kuat. Menurut pendapat ini, karena itu pilihan induk burung adalah melayani anak terkuat yang memberikan harapan terbesar untuk melanjutkan garis keturunan mereka.

B. PERILAKU AKIBAT PROSES BELAJAR

1. HABITUASI
Merupakan perilaku yang mengabaikan suatu stimulus (rangsangan) yang berulang-ulang dan tidak membahayakan diri.
Contoh:
– Kucing liar akan mencakar jika dielus punggungnya oleh manusia, sedangkan kucing yang sudah lama dipelihara sebaliknya menikmati saat dielus punggungnya dikarenakan terbiasa dan sudah memahami bahwa elusan di punggung oleh manusia tidak berbahaya.

BIO FACT:
Meskipun betina, setiap kucing memiliki kumis. Kumis memiliki fungsi sebagai berikut:
– organ detektor dalam kegelapan, untuk merasakan perbedaan udara sekitar
– organ sensori propioceptor menentukan arah dan jarak benda tertentu
– menunjukkan suasana hati

2. IMPRINTING

Perilaku pengenalan terhadap induk pada periode kritis sesaat setelah lahir

Contoh:
– Angsa baru menetas langsung diberi makanan oleh manusia maka akan menganggap manusia itu sebagai induknya dan mengikuti kemana saja manusia itu pergi. Perilaku dapat bersifat permanen namun dapat juga hilang seiring bertambahnya usia dan terlewatinya priode kritis.

3. ASOSIASI/PENGKONDISIAN
Perilaku hewan yang melakukan tindakan tertentu karena orientasi hadiah jika ia melakukan sesuai dengan perintah atau hukuman jika tidak melaksanakan.
Contoh:
– Lumba-lumba bisa melompati lingkaran api karena akan diberi makan ikan jika melakukan instruksi tersebut
– Hewan-hewan sirkus umumnya diberi cambuk agar menuruti perintah pawang



a) PENGKONDISIAN KLASIK / PERILAKU ASOSIATIF
Mengasosiasikan respon secara tidak disengaja berasosiasi dengan perilaku.
contoh:
– Percobaan Ivan Pavlov, menggunakan bel sebagai tanda waktu makan anjing. Sehingga secara tidak sengaja air liur anjing akan keluar jika mendengar suara bel, meskipun tidak diberi makan.

b) PENGKONDISIAN OPERANT
Perilaku mencoba-coba/trial and error, semakin dekat individu mendapatkan respon dengan adanya stimulus positif, maka semakin individu tersebut mudah mengulang keberhasilan respon yang dilakukan
Contoh:
– Memberikan hadiah saat anjing berhasil menangkap bola, maka setiap bola dilempar akan muncul respon mengejar dan menangkap.

4. IMITASI
Perilaku yang diperoleh dengan mengamati perilaku hewan lain lalu menirukannya.
Contoh:
– Anak singa berburu mangsa dengan cara meniru induknya saat berburu

5. INOVASI
Perilaku cerdas untuk merespon suatu keadaan baru dan dilakukan dengan tepat dan cepat.
Contoh:
– Kera memakai alat untuk mengambil makanan yang tidak terjangkau dengan tangan
– Burung memakai batu untuk melubangi cangkang telur

C. PERILAKU HASIL REFLEKSI EVOLUSI

1. RITME BIOLOGI

Ritme berkaitan dengan pola hidup hewan di muka bumi dalam menjalani hidup selama 24 jam yang berkaitan dengan fungsi fisiologis tubuh (Ritme Sikardian). Ada jenis hewan yang aktif di malam hari dan tidur di siang hari disebut nokturnal, hewan yang aktif di siang hari dan tidur di malam hari disebut diurnal, serta aktif di waktu terbit matahari/fajar dan tenggelam matahari/senja serta istirahat di waktu selain itu atau disebut krepuskular. 
Contoh:
– hewan nokturnal contohnya adalah burung hantu dan kalelawar
– hewan diurnal contohnya adalah serangga penyerbuk dan mamalia herbivora
– hewan krepuskular contohnya adalah kelinci, kucing, hamster

2. MEKANISME BERGERAK
Terjadinya pergerakan khusus karena adanya aksi atau stimulus sehingga suatu organisme bergerak yaitu:
– Kinetis: Perubahan acak dalam kecepatan dan atau arah dari bagian tubuh suatu organisme sebagai respon terhadap stimulus.
– Taktis: Pergerakan organisme (keseluruhan) dapat ke arah stimulus maupun menjauhi stimulus
– Migrasi: Pergerakan kelompok/populasi berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya bisa dikarenakan perubahan cuaca atau musim maupun dalam rangka mencari sumber makanan atau sumber air. 

Jalur migrasi burung di Indonesia
Peta oleh Warsono, Seni oleh Heri Cahyadi, Ilustrasi Burung oleh Agus Prijono,
Pusat Informasi Lingkungan Indonesia.

3. KOMUNIKASI
Komunikasi terjadi diantara spesies, untuk mengenali pasangan kawin, menghindari bahaya, menemukan makanan, berburu, dan lain sebagainya. Komunikasi dapat terjadi melalui perantara senyawa kimia menggunakan feromon, senyawa kimia yang disekresikan keluar tubuh organisme dan dapat dikenali (melalui bau, dimakan, dan lain lain) untuk kawin, tempat berkumpul (agregasi), menemukan makanan, mengenali koloni, adanya bahaya, dan lain-lain.

D. PERILAKU SOSIAL

1. AGONISTIK
Perilaku agresif yang pada dasarnya dilakukan untuk dapat lulus hidup (survival). Perilaku agonistik ini pada umumnya merupakan ritual, memperlihatkan kekuatan, dan keindahan (berupa suara, tubuh, dan lain-lain). Kemudian terjadi pengontrolan melalui dominasi hierarki.
Contoh:
– Gorila memukul mukul dada untuk menunjukkan kekuasaan
– Ayam jantan berkokok untuk menunjukkan dominasi

2. TERITORI
Perilaku mempertahankan daerah edar (teritori) merupakan suatu usaha hewan untuk mempertahankan adanya tempat sumber makanan, tempat untuk aktifitas reproduksi dan kesuksesan dalam memelihara anak atau keturunannya.

3. ALTRUISTIK (ALTRUISME)
Perilaku ‘non egois’ memberikan keuntungan bagi kelompok dan koloninya, sehingga terjadi peningkatan kebugaran dari koloni tersebut.
Contoh:
– Pinguin emperor jantang mengerami telur sambil berdiam diri tanpa makan dan minum hingga beberapa pekan
– Laba-laba Black Widow betina mengorbankan dirinya untuk dimakan oleh anak anaknya agar anak-anaknya mendapatkan cukup nutrisi sebelum bisa berburu sendiri mencari makan.

PEMBAHASAN LATIHAN SOAL KSN BAB ETOLOGI


  

Share:
belajar asyik

Bima Ariyo

Seorang Guru, Desainer, Motivator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *